LOADING

Type to search

Acara Perdana Intim yang Spesial dari Kathaaus

EVENT FEATURED

Acara Perdana Intim yang Spesial dari Kathaaus

Abyan Hanif 26/07/2019
Share

Foto oleh Larissa Atmawati

Pada awal Juni, saya mendapat info dari kolega saya di Incotive bahwa sekitar bulan Juli Incotive akan bekerja sama dengan sebuah acara yang bernama Kathaaus. Awalnya saya berpikir bahwa acara tersebut bukan lah acara yang spesial, bahkan mungkin tidak jauh berbeda dengan acara-acara musik yang sering digagas oleh anak-anak muda berbasis kolektif di Bandung.

Sampai pada akhirnya sang aktor di balik acara tersebut mengajak kami untuk bertemu untuk berbincang-bincang, mulai dari membahas tentang konsep acara yang ia buat hingga sedikit teknis pada hari-h nanti, juga tak lupa membahas kondisi permusikan Indonesia, khususnya Bandung.

Pada perbincangan tersebut terungkap pula bahwa aktor dari acara yang diadakan di Sekala ini merupakan seseorang di belakang sebuah band yang berasal dari Norwegia, Boy Pablo, yang bisa dibilang sudah memiliki reputasi yang sangat baik di mata internasional.

Fadhil atau biasa dipanggil Fiddy bercerita bahwa ia ingin membuat suatu acara musik yang betulan intim di Bandung, dengan mengundang musisi yang ia kurasi sendiri dan memiliki potensi di industri musik. Berangkat dari visi itu lahir lah Katha Haus yang berkolaborasi dengan Sekala dan diadakan pada tanggal 19 Juli kemarin.

Line-up artis yang dipilih oleh Fadhil sangat bervariasi dan sudah tidak asing rasanya bagi para penikmat musik di Bandung, seperti Basboi, Oscar Lolang, Dream Coterie, dan Bleu House yang notabene merupakan musisi-musisi lokal berkualitas yang memang membutuhkan banyak panggung untuk bisa menunjukan taji-nya.

Selain musik, acara tersebut juga menghadirkan beberapa karya seni yang juga dikurasi oleh Fadhil. Keintiman acara ingin dibangun oleh Kathaaus pun ditunjukan dengan keinginan Fadhil yang hanya mencetak 100 undangan dan ia bagikan secara acak melalui akun Instagram-nya.

Pada hari jumat tanggal 19 Juli dimana merupakan hari pelaksanaan acara tersebut, dimulai dengan penampilan dari Bleu House sekitar pukul 4 sore, dimana sebelumnya pada jam 2 gate sudah mulai dibuka untuk para pemegang undangan. Pada saat Bleu House beraksi, para penonton sudah mulai memadati venue, mungkin sekitar 70 orang sudah berada di tempat acara berlangsung.

Ada yang menarik dari penampilan Bleu House kala itu, dimana sebelum lagu terakhir, Mamoy sang vokalis terlihat melamar Vita, yang juga merupakan personil di atas panggung. Aksi tersebut pun mampu membuat riuh para penonton yang reaksinya sama persis seperti Vita, kaget.

Foto lamaran Mamoy & Vita oleh @pusatsemesta

Acara pun dilanjutkan dengan penampilan dari Dream Coterie, unit Soulfunk yang esok harinya pada tanggal 20 Juli dijadwalkan tampil dalam acara We The Fest 2019. Tidak terasa waktu sudah menunjukan sekitar pukul 6 sore setelah penampilan dari kedua band tersebut dan tibalah waktunya untuk break magrib.

Penampilan ketiga langsung dihajar oleh Oscar Lolang dengan gitar akustiknya dan diiringi oleh biola dari Estu, acara yang awalnya banyak diisi dengan jogetan dan suasana yang happy berubah menjadi lebih khidmat ketika Oscar dan lagu-lagunya yang bergaya folk menghibur penonton. Namun hingga Oscar beres memainkan set-nya, para penonton tidak bertambah signifikan.

Basboi di-plot sebagai penampil terakhir untuk menutup acara dengan meriah ditemani oleh Panji Wisnu pada key di atas panggung. Pada akhir acara, saya lebih banyak menghabiskan waktu di backstage untuk bercengkrama dengan semua yang terlibat dalam acara tersebut, yaitu Dream Coterie, Oscar Lolang, Basboi, Bleuhouse, dan Fadhil sendiri.

Acara yang digagas oleh Kathaaus ini merupakan salah satu micro-gigs yang paling berkesan menurut saya, karena di akhir acara kami bisa berbincang-bincang seru antar satu sama lain tanpa adanya batasan-batasan tertentu.

Basboi, Janji (Dream Coterie), Oscar Lolang, dan Fadhil (Fiddy)

Namun saya kurang merasakan adanya interaksi yang lebih antara penonton dengan penonton yang lain, sehingga mengurangi sedikit keintiman acara tersebut. Secara garis besar, acara tersebut sangat sukses, hal ini tergambar dari raut wajah riang para penonton di penghujung acara. Ditunggu acara-acara spesial semacam ini lagi di Bandung!

Tags:
Abyan Hanif

Lahir di kota Kembang. Penulis amatiran. Full-time nankring, Part-time kuliah. Sporty abis. Bobotoh.

  • 1

You Might also Like

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *