LOADING

Type to search

Ajakan Hura-Hura di Pesta Mabuk Laut The Panturas

EVENT

Ajakan Hura-Hura di Pesta Mabuk Laut The Panturas

INCOTIVE 12/04/2018
Share

Teks: Dwi Lukita

Murah, Merakyat, dan Beringas. Ketiga hal itu akan dikumandangkan oleh The Panturas dalam Pesta Mabuk Laut yang akan diselenggarakan pada hari Sabtu, 14 April 2018 di Spasial, Gudang Selatan no. 22, Bandung. Acara yang menjadi pesta perilisan album perdana ‘Mabuk Laut’ ini dapat diproyeksikan mengandung kadar hura-hura yang tinggi, karena turut dimeriahkan oleh penampilan Uncanny, Bitzmika, Bananach, dan The Rangrangs.

The Panturas, yang beranggotakan Abyan Nabilio (vokal, gitar), Rizal Taufikkurrohman (gitar), Bagus ‘Gogon’ Patria (bass), dan Surya Fikri (drum) muncul membawa atmosfer musik surf-rock yang segar. Awalnya ini dianggap anomali oleh beberapa pihak mengingat keempat pemuda itu kini berdomisili di Jatinangor / Tanjungsari yang notabene adalah pegunungan. Namun isu itu tidak mereka anggap penting. “Sekarang semua orang sudah bisa bikin musik, jadi sepertinya sudah tidak perlu menebak genre musik berdasarkan geografis. Tidak selalu di gunung ada musisi folk atau di garasi ada musisi grunge,” ucap Gogon. Dengan cepat, The Panturas melaju dan telah menjajaki panggung-panggung penting.

Meski begitu, ketujuh lagu di ‘Mabuk Laut’ tidak hanya sekadar berisik dan gersang. Selain single pertama ‘Fisherman’s Slut’ yang menceritakan wanita-wanita penjaja cinta di pesisir Balikpapan, ada ‘Fish Bomb’ yang berkisah tentang meledaknya bom ikan di rumah nelayan, ‘Gurita Kota’ yang pekat seperti asap knalpot ibu kota, hingga ‘Sunshine’ yang berbicara tentang orang tua yang kehilangan anaknya oleh rezim orde baru. Tema-tema itu tidak hanya jarang diangkat, tapi juga relevan serta mampu memantik imajinasi pendengar. Proses kreatif mereka berasal dari tongkrongan, atau barangkali banyak mendengarkan The Ventures, Dick Dale, La Luz, hingga Arctic Monkeys. “Kami empat pemuda ala kadarnya yang banyak tanya!” tambah Rizal.

“Saya senang melihat fakta bahwa antusiasime masyarakat zaman sekarang terhadap surf rock ternyata cukup tinggi. Namun, pertunjukkan ini tidak hanya akan terpaku pada satu genre musik saja, melainkan pada kehingar-bingaran itu sendiri,” tutur Surya Fikri, drummer The Panturas. Terbukti, keempat grup musik pembuka akan membawa nafas yang berbeda-beda.

Selain dimeriahkan oleh empat band pembuka, The Panturas juga akan berkolaborasi dengan Suryo Donatoo (Uncanny), Dally Anbar (Muchos Libre), dan Lobster Brass Combo. Melihat perjalanan The Panturas, rasa-rasanya pertunjukkan musik ini layak ditunggu.

 

 

Tags:

You Might also Like

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *