LOADING

Type to search

BABANGBIN REVIEW: In Tounges EP by Joji

SELECTION

BABANGBIN REVIEW: In Tounges EP by Joji

Share

Salam cinta. Kepada kalian pembaca setia Incotive, saya mohon izin untuk memperkenalkan diri dahulu sebelum merepotkan lebih jauh. Panggil saya Babang Bin, ahli musik dan pop culture otodidak yang seenaknya dan pastinya sok tahu. Babang telah ditugaskan oleh Allah SWT untuk menyampaikan pendapat jujur saya kepada para “milenial” dan anak skena manapun tentang musik yang mereka dengarkan dan memberi ulasan yang in-depth dan filosofis. Inilah cara babang jihad dan mencapai Surga-Nya.

Jujur aja babang tidak tahu ini akan bertahan sampai kapan, tetapi dari pada kalian para pembaca bosan mending langsung saja memasuki ulasan perdana.

Mari kita memasuki dunia George Miller, seorang komedian muda asal New York yang multitalenta. Menggunakan berbagai persona-nya, Miller telah meninggalkan jejak yang besar dan berpengaruh kepada budaya internet. Persona Filthy Frank-nya menantang batasan-batasan yang ada di dalam dunia komedi Youtube pada saat itu dengan komentar tak disensor, bahasa vulgar, dan kelakuan yang bisa membuat orang tua jantungan. Selain itu tidak bisa dilupakan juga karakter Pink Guy, sosok mahluk berlapis spandex pink yang terkenal karena perilaku-perilaku anehnya, serta ini.

Selain mengundang tawa dan jijik, Miller juga memberi pengaruh yang besar kepada musik internet. Ingat pada awal tahun, dimana Pink Guy merilis album Pink Season yang sempat berhasil mengalahkan album ÷ nya Ed Sheeran? Ini benar, untuk buktinya coba aja cari sendiri. Tetapi banyak yang sebelumnya tidak tahu bahwa Miller mempunyai persona yang lebih realistis dan jauh lebih emosional. Jika nama Filthy Frank menguasai Youtube dengan komedi gilanya, nama Joji telah menghanyutkan berjuta-juta jiwa dengan alunan hip hop lo fi/experimental di platform musik Soundcloud, serta mempopulerkan genre lofi hip-hop yang sekarang banyak tersebar di internet. Setelah perekrutan dirinya kedalam kolektif hip-hop asia 88rising yang sekarang lagi panas-panasnya, Joji berhasil merilis EP serius pertamanya.

Bertajuk In Tounges, Joji membawakan musik lounge nya yang khas. Ciri khas nya yang sejauh ini belum hilang adalah beat hip-hop yang minimalis, dipadu dengan lapisan-lapisan vokal yang mengawang. Efek vokal ini mengisi celah-celah kosong di dengan sempurna, membuat musik dalam EP ini terasa hazy. Single utama dalam EP ini, “Will he”, membuka In Tounges dengan nada yang lebih gelap dibanding lagu-lagu yang biasa Joji lantunkan. Jika biasanya ia menyanyikan tentang kesedihan dan keputusasaan, kali ini keputusasaan yang ada di “Will He” terasa menyimpan pikiran-pikiran jahat. Lirik yang diulang-ulang seakan menghantui telinga, menanamkan pesan sakit hati yang besar.

Tiga lagu selanjutnya, “Pills”, “Demons”, dan ”Windows”, kembali lagi kedalam nada yang biasanya ada di projek sebelumnya di Soundcloud, Chloe Burbank. Menyalurkan perasaan muram dengan beat yang bisa sedikit menggoyangkan kepala. Sayangnya, ketiga lagu ini terasa kurang menarik perhatian jika dibandingkan dengan lagu-lagu yang ada di projek sebelumnya tersebut. Ketiga lagu tersebut terasa hambar dan kurang memberi pengaruh emosional yang diharapkan. “Pills” mungkin menjadi pilihan terbaik dari ketiganya.

“Bitter Fuck” adalah track yang paling menarik dalam In Tounges. Disini Joji membawakan perasaan yang sedikit lebih ringan dan komedik. Dengan lirik self-mockery yang mengingatkan sedikit tentang gaya komedi Filthy Frank, lagu ini seakan ingin menunjukan bahwa inilah sifat asli seorang George Miller, walaupun Joji menyanyikan lagu-lagu tentang kesedihan dan sakit hati. Terakhir, untuk kalian yang sudah mengikuti perjalanan sang musisi dari awal, kalian akan tahu bahwa “Worldstar Money (Interlude)” adalah sebuah klasik. Sample audio dari sebuah video ala Worldstar Hip-Hop, dua chord dari ukulele yang sederhana, ditambah vokal Joji yang merdu adalah tiga hal yang tak disangka bisa membuat pendengarnya terbawa kedalam mimpi yang nyenyak. Kedua lagu ini sepertinya ingin menunjukan kepada para pendengar baru musiknya bahwa asal usul Joji adalah seorang komedian.

Talenta didalam sang musisi/komedian/mahluk aneh ini tidak bisa di kesampingkan lagi. In Tounges adalah projek George Miller yang kemungkinan besar paling serius. Walaupun begitu, entah apakah dia siap menjalani jalur keseriusan ini sebenarnya belum terjawab di EP ini. In Tounges memegang ekspektasi yang tinggi diantara para penggemarnya, dan secara keseluruhan hasilnya sedikit dibawah garis. Tapi apakah EP ini kurang bagus? Jawabannya jauh dari kata ‘tidak’.

Babang’s favourite: Will He

Score: 7.2

Tags:

You Might also Like

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *