LOADING

Type to search

BABANGBIN REVIEW: Rest by Charlotte Gainsbourg

SELECTION

BABANGBIN REVIEW: Rest by Charlotte Gainsbourg

Share

Salam Cinta. Selamat datang kembali di dunia mistis babang. Sepertinya babang masih diberi kesempatan untuk menyampaikan pendapat babang yang tidak penting di platform media millenial ini. Tentu saja, sebagai muslim yang baik, babang harus menjalankan amanah yang sudah diberikan.

Daripada terlalu panjang di pembukaan, mending babang mulai saja ya.

Sebagai anak dari aktris Inggris Jane Birkin dan penyanyi Perancis Serge Gainsbourg, pasangan legendaris yang menjadi #relationshipgoals para gadis seni di seluruh Tumblr, Charlotte Gainsbourg memang sudah terlahir sebagai seorang petualang seni. Sebagai aktris, ia menjadi bagian penting dari film-film Lars Von Trier hingga mahakarya terjelek 2016, Independent Day: Resurgence. Sebagai musisi, dari umur belia dia sudah membuat kontroversi dengan lagu “Lemon Incest” yang bercerita tentang hubungan seksual antara seorang gadis dengan ayahnya. Fakta bahwa di dalam lagu itu Gainsbourg berduet dengan ayahnya sendiri juga tidak membantu meredakan kontroversi tersebut.

Bisa dikatakan bahwa sang ayah memang menjadi panutan besar untuk arah musik seorang Charlotte Gainsbourg, dan kepergiannya pada tahun 1991 bisa kita rasakan jika mendengar diskografi sang pelantun. Duka dan kematian sudah menjadi tema biasa dalam lagu-lagunya. Tetapi sekarang selain ayahnya, Gainsbourg juga kehilangan saudara tirinya, Kate Berry, pada tahun 2013. Sang fotografer untuk majalah Vogue meninggal akibat melompat dari apartemen-nya di Paris dan diasumsikan sebagai bunuh diri. Kesedihan yang dirasakan sang penyanyi pastinya sekarang bukan lagi sekedar sedih, namun kemarahan.

Itulah yang sepertinya menjadi tema utama dalam album terbaru, “Rest”. Duka yang biasanya dilantunkan oleh Charlotte Gainsbourg kali ini lebih mengandung unsur amarah, lebih edgy dan juga gelap. “Rest” merupakan pengalaman intim antara kita pribadi asing dengan sang penyanyi, seakan-akan dia membolehkan kita melihat dia saat ia sedang menangis, telanjang, dan berantakan.

Perlu diketahui bahwa dalam “Rest”, Gainsbourg menuturkan lirik dengan bahasa Inggris dan juga Perancis. Anehnya, saat mendengarkan kita juga pasti akan setuju bahwa ada bagian-bagian yang memang lebih cocok memakai bahasa Perancis daripada Inggris. Entah itu karena menambah cita rasa estetika atau apa, terdengar bahwa setiap lagu yang bilingual sudah direncanakan dan di struktur dengan baik.

Babang sebagai ahli bahasa bilingual juga setuju dengan keputusan Gainsbourg yang kreatif, sayangnya ini membuat album keempat sang penyanyi terbatas kepada orang-orang yang mengerti bahasa Perancis atau memang yang tidak peduli dengan lirik dan lebih tertarik kepada alunan synth “Deadly Valentine”. Sangat disayangkan jika begitu, karena menurut babang kelebihan utama dalam album ini adalah liriknya vulgar dan tulus dari hati.

Salah satunya adalah dalam lagu “Kate”, yang seperti judulnya menceritakan tentang saudara tirinya, Kate Berry. Disini Gainsbourg memberanikan diri untuk menulis sendiri liriknya dalam bahasa Perancis, bercerita tentang hubungan dia dengan sang fotografer dan membuka tentang masalah alkoholisme yang dialami oleh dirinya. Tentu saja babang mengetahui itu karena ilmu bahasa babang yang luar biasa. Semua tentang lagu ini menarik perhatian dan menghantui pikiran babang.

“Rest” membawa vibes yang menyeramkan namun indah, dan akan membuat semua pendengarnya ikut merasakan kesedihan yang dirasakan oleh Charlotte Gainsbourg. Ia sedang mengajak anda untuk melihat dia menangis, dan susah untuk menolak sebuah ajakan yang di buat seindah ini. Jika suatu saat anda mau menonton “Melancholia” atau “Antichrist” di jasa streaming online, dan di layar laptop 13’ anda disuguhkan tubuh Charlotte Gainsbourg yang telanjang, percayalah bahwa anda tidak akan kaget. Kenapa? Karena “Rest” telah membuka dirinya jauh lebih dalam.

 

Babang’s favourite: Rest, Kate

Score: 8.0

Ilustrasi oleh Nadhif Ilyasa

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *