LOADING

Type to search

BABANGBIN REVIEW: Vintage by NIKI, 4ever by Clairo

FEATURED SELECTION

BABANGBIN REVIEW: Vintage by NIKI, 4ever by Clairo

Share

Ilustrasi: Nadhif Ilyasa

Salam olahraga, kawan poser. Sudah lama koneksi penulis-pembaca ini tidak kita jaga. Tenang, jangan khawatir, karena babang kembali untuk menjaga tali silaturahmi yang rentan ini. Kesibukan dunia kuliah membuat babang susah untuk menulis keluhan tentang musik terbaru. Tetapi berhubung Incotive sedang minim pengunjung, babangbin review kembali. Pada kesempatan kali ini musik yang akan di review bukan sebuah album, melainkan dua single terbaru dua artis yang sedang naik daun.

Jovial Da Lopez pernah bersabda bahwa “Youtube lebih dari TV, boom”. Quote itu seakan-akan bergetar antar waktu merubah dunia hingga akhirnya sekarang benar-benar terasa bahwa Youtube merupakan media yang jauh lebih penting dari televisi. Ingin mengetahui trend terbaru yang sedang terjadi di dunia? Youtube jawabannya, boom. Ingin nonton film terbaru lengkap dengan subtitle Indo dan, walaupun mungkin tidak legal, secara cuma-cuma? Youtube, boom. Ingin mengetahui lagu-lagu yang belum tentu enak tetapi tidak terkenal agar terkesan anak “indie banget”? Youtube, boom.

Beberapa dari nama-nama yang berhutang kepada youtube atas ketenaran mereka adalah artis estetika canggung Clairo dan penyanyi kamar tidur Nicole “NIKI” Zefanya. Clairo adalah remaja asal Amerika Serikat yang pertama kali terkenal berkat video musik unik lagunya yang berjudul “Pretty Girl”, lagu tentang seorang gadis yang sedang mengenal kembali harga dirinya. NIKI adalah remaja asal Indonesia yang pertama kali tenar di tanah air saat lagu orisinilnya yang berjudul “Take A Chance With Me” masuk ke playlist Indielokal, dan lalu kembali tenar secara internasional saat ia merilis cover mashup “Honeymoon Avenue x Ivy x Nights”.

Sekarang kedua artis sudah mengalami perkembangan yang signifikan. Clairo dipuja-puji oleh jutaan gadis tumblr di seluruh dunia sebagai idola mereka, sedangkan NIKI berhasil ditarik oleh label Hip-Hop independent Asia, 88rising. Clairo akan segera merilis album berjudul “diary 001” pada 25 Mei mendatang, sedangkan NIKI akan merilis EP berjudul Zephyr EP pada tanggal 23 nya.

Walaupun daritadi babang membanding-bandingkan mereka, tentu saja sebenarnya kedua artis ini tinggal di dua dunia yang berbeda. Clairo membawakan musik dan estetika DIY yang bisa dilakukan oleh semua gadis remaja sepantarannya, dan lagu-lagu yang dia bawa mempunyai aliran yang lebih melankolis dan “indie” seperti Fazerdaze dan Boy Pablo. NIKI, on the other hand, membawakan musik R&B yang lebih modern dengan tema-tema yang lebih dewasa. Dan tentu saja karena ia bergabung dengan sebuah label yang sudah lumayan mapan, visual dan produksi yang ia bawa didukung oleh budget yang lebih baik.

Tentu saja ada alasan kenapa kedua artis ini babang review dalam satu tulisan. Itu semua karena sebuah persamaan yang kedua artis ini miliki. Apakah itu? Kedua lagu terbaru mereka, “4ever” dan “Vintage”, adalah lagu yang sangat generic dan tidak membuat kagum sama sekali. Setidaknya jika dibandingkan dengan lagu-lagu awal mereka.

Kita mulai dengan “4ever”-nya Clairo. Sebelum mendengarkan lagu ini, coba bayangkan dalam otak kalian sebuah lagu “indie” yang di produksi sendiri didalam kamar tidur dengan alat musik MIDI seadanya, dilapisi dengan vokal lemas yang mempunyai lirik tentang hal-hal yang dialami setiap gadis remaja canggung, juga dilengkapi dengan video klip yang sama-sama DIY dimana beberapa orang melakukan hal-hal yang lucu lengkap dengan efek kresek-kresek kamera Sony Handycam. Kemungkinan besar gambaran yang kalian dapatkan karena sudah mendengarkan ratusan lagu dengan tema yang sama akan sama persis dengan lagu “4ever” ini tanpa perbedaan sama sekali.

Ini yang membuat “4ever” terasa biasa saja karena tidak ada satu pun point yang membuat kita ingin kembali lagi untuk mendengarkannya. Liriknya hambar, musiknya generik, percayalah bahwa jangka memori mengingat bahwa lagu ini ada hanyalah satu hari. Berbeda dengan “Pretty Girl” dimana nyanyian yang depresif berkontras dengan baik dengan musiknya yang simple dan manis. Menghasilkan sebuah lagu yang menggambarkan dengan sempurna perasaan setiap gadis remaja penghuni tumblr, lengkap dengan musik video yang berani dan imut.

Lalu ada “Vintage”-nya NIKI dimana ia bernyanyi membawakan lirik yang seakan-akan berkata bahwa dia seorang wanita berumur 60 tahun, dengan musik yang biasa didengarkan oleh remaja 14 tahun yang menghabiskan waktu mereka menulis “slayy queeen” pada setiap foto di Instagram Beyonce. Untuk yang ingin membayangkan dulu lagu ini sebelum mendengarkannya, bayangkan saja lagu R&B yang setiap pagi ada di radio. Udah.

Perlu dihargai bahwa seperti biasa, lirik dan flow bernyanyi NIKI harus sedikit diberi anggukan. NIKI memang dari awal bertalenta dibidang ini, menulis lagu pop dengan lirik yang smooth dan sedikit cerdik. Tetapi sama seperti “4ever”, tidak ada satu pun point dari lagu ini yang akan membuat kita tetap mengingat lagu ini besok.

Secara bias, biasanya babang akan lebih menyukai musik yang dibawakan Clairo dibandingkan NIKI. Tetapi harus diakui bahwa setidaknya “Vintage” masih menarik perhatian pendengarnya dengan talenta menulis dan bernyanyi NIKI yang, sudah dijelaskan sebelumnya, sangat mulus dan rapih. Ya setidaknya menarik perhatian dan membuat babang mengingatnya selama 2 setengah menit lagu itu dan mungkin ya beberapa jam setelah itu.

Tentu saja bukan artinya perkembangan dua artis ini harus kita lepas dari perhatian kita. Clairo dan NIKI sebelumnya membuat lagu yang jauh lebih baik dari ini, dan talenta kedua nama tidak bisa diabaikan. Begitu saja tulisan babang kali ini, sekarang waktunya untuk dengarkan “This Is America” nya Childish Gambino dan kembali mengenal tuhan.

 

Vintage by NIKI

Score: 5

4ever by Clairo

Score: 4

This Is America by Childish Gambino

Score: 10

Tags:

You Might also Like

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *