LOADING

Type to search

Babangbin Reviews: “Human” by Mantra Vutura

FEATURED SELECTION

Babangbin Reviews: “Human” by Mantra Vutura

Share

Ilustrasi oleh Rafii Mulya

“Aspek yang paling hebat dari “Human” adalah perpaduan antara bintang tamu dan Mantra Vutura, dimana karakter masing-masing artis bersinar barengan tanpa saling beradu”

Setelah merilis single sana-sini, duet elektronik asal Jakarta, Mantra Vutura, pada 25 Oktober lalu merilis album kedua mereka yang sudah lama diantisipasi, “Human”. Tema yang mereka usung bercerita seputar “7 Virtues” yang merupakan anti-thesis dari tujuh dosa pokok manusia.

Anggota duet tersebut; Tristan Juliano dan Zakari Danubrata, beserta anggota guest vocal yang beragam pada album ini yakni Elda Suryani, Bam Mastro, Danilla, Agatha Pricilla, dan Luise Najib, masing-masing mewakilkan 7 virtues tersebut.

Untuk kalian yang dari awal petualangan majikal dan pretentious ini sudah langkah demi langkah berjalan bersama babang, kalian mungkin tahu jika ada dua hal yang babang sangat anti; mediocrity dan seluruh diskografi Bam Mastro post-”Promenade”.

Hamdalah, dengan kreatifitas dan ragamnya palet warna yang Mantra Vutura miliki, “Human” bukan cuman album elektronika yang untuk sebagian besarnya mampu membasahi kedua belahan telinga dengan multi-eargasm paling berseri, namun juga memiliki track Bam Mastro yang babang, dengan bangga akui, merupakan salah satu favorit personal babang dari album ini. Now that’s talent.

Memang aspek yang paling hebat dari “Human” adalah perpaduan antara bintang tamu dan Mantra Vutura, dimana karakter masing-masing artis bersinar barengan tanpa saling beradu. Keseimbangan ini menarik karena jarang ada produser yang bisa melakukan ini dengan baik.

Sebagai contoh pada hit synthpop “Moonlight” dan alunan jazz “Biar”, dimana lagu pertama memang terdengar seperti apa yang Bam Mastro tekuni belakangan ini dan yang kedua terdengar seperti tipikal haluan halu sang oshi penikmat senja, Danilla. Namun secara halus tangan Mantra Vutura masih bisa terasa, mengingatkan kita bahwa ini album mereka.

Namun tidak hanya kolaborasi yang patut didengarkan, karena track-track komposisi original pada album ini juga tidak kalah menarik. Pada “The Creation, Pt. 3”, Mantra Vutura kembali pada akarnya dan merilis techno Jakarta Selatan yang membuat mereka terkenal pada awalnya.

Lalu ada track titular “Human” yang menurut babang pribadi salah satu track paling unik dan inovatif, dimana awalnya bagian-bagian dari track-track sebelumnya digabungkan seperti sebuah flashback, saling jalin-menjalin, pelan-pelan memudar, hingga akhirnya dua dentingan piano nada minor beserta chanting padus yang dark membawa kita ke dalam sebuah katedral megah. Teatrikal ekstra seperti ini patut mendapatkan acungan jempol.

Walaupun secara keseluruhan “Human” diproduksi secara baik, masih ada beberapa track yang terasa lebih lemah dibanding lainnya. “In Your Eyes” terdengar seperti lagu tropical house generik yang biasa dimainkan di clothing store seperti Zara dan Forever 21.

Selain itu, vokal dan keseluruhan komposisi yang datar pada lagu selanjutnya, “Tales of a Man”, kurang berhasil mengembalikan kekaguman yang dari awal sudah dirasakan. Di sisi lain, agak aneh dimana Mantra Vutura memasarkan album ini sebagai “eksperimental” jika satu-satunya yang bisa dibilang eksperimental adalah bagaimana mereka di sini mencoba produksi aliran musik yang lebih every-day-listening-friendly dibanding karya techno lantai dansa mereka sebelumnya.

Sobat, eksperimental itu jika musik kalian mempunyai sample suara tangisan bayi diturunin dua oktaf sebagai synth dan kokangan pistol omega untuk kick dan snare-nya.

Sebagai kesimpulan, album multi-kolaborasi seperti ini biasanya bergantung kepada chemistry antara kolaborasi dan kolaborator, dan ‘Human” adalah contoh terbaik dimana chemistry itu berpadu dengan sempurna. Walaupun “eksperimental” bukan kata yang tepat untuk mendeskripsikan album ini, kreatifitas dan keahlian Mantra Vutura dalam memproduksi tetap membuat “Human” sebuah pengalaman yang unik dan berbeda dari apa yang ada di skena musik kini.

Babang ‘s favourite: Moonlight, Biar, Human.
9/10

Tags:
Bintang Adinugroho

Tujuan hidup babang hanyalah dua di dunia ini: menjelek-jelekan unit musik lokal kesayangan anda dan menyayangi gadis-gadis anime.

  • 1

You Might also Like

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *