LOADING

Type to search

Babangbin Reviews: “The Noir Scene and The White Sheep Before I Sleep” by Ray Viera Laxmana

FEATURED SELECTION

Babangbin Reviews: “The Noir Scene and The White Sheep Before I Sleep” by Ray Viera Laxmana

Share

Jika ada yang peduli, ada tiga hal yang Babang dan kaum sapiofilia lainnya paling takuti di dunia: Insecurity, selebtwit, dan loneliness. Bagaikan testikel, isolasi dan insekuritas adalah dua biji yang bau dan tak terpisahkan. Bahkan salah satu pernyataan yang bisa diterima di tengah pandemik belakangan ini adalah ketakutan kita terjangkit wabah tidak hanya dari faktor kesehatan, namun dari faktor penolakan sosial dan asosiasi negatif masyarakat yang menghantui para pasien.

Melalui EP debut nya yang berjudul “The Noir Scene and The White Sheep Before I Sleep”, musisi pendatang baru asal Bandung, Ray Viera Laxmana, bernyanyi mewakili rasa isolasi dan insekuritas yang menghantuinya saat ia mengalami insomnia akut selama 4 tahun. EP yang bernuansa City Pop melankolis ini memuat tiga single sang penyanyi yang sudah dirilis sebelumnya, yakni “Lunar Rhapsody”, “Vine”, dan “Cupid”, beserta dua lagu baru yaitu track titular “The Noir Scene and The White Sheep Before I Sleep” dan kolaborasi Ray dengan Monsdim (Dream Coterie) yang berjudul “Hunky Dory”.

Untuk sebuah EP yang mempunyai tema seputar perasaan isolasi menyesakkan yang sang penyanyi alami, “The Noir Scene and The White Sheep Before I Sleep” terdengar terlalu “menyesakkan” untuk kebaikannya sendiri. Beberapa lagu, khususnya single-single yang sudah dirilis sebelumnya seperti “Vine” dan “Cupid”, mempunyai lirik yang walaupun menggemaskan, sebenarnya tidak berarti banyak. Lalu “Lunar Rhapsody”, yang walaupun secara aransemen sangat asyik, terdengar seperti anthem “anak muda menikmati dunia malam bersama kekasih/teman” tak berjiwa lainnya.

Akan tetapi, argumen yang bisa dipakai di sini tentu saja: Seorang artis yang baik adalah artis yang berkembang. Garis senyum babang kembali ngaceng ke atas setelah mendengarkan dua lagu baru yang terdapat pada EP ini. Vokal Ray Viera Laxmana yang enteng dan nge-pop bercampur dengan baik dengan timbre Monsdim yang mulus dan lembut, menciptakan track dansa yang sempurna dalam bentuk “Hunky Dory”.

Lalu pada track titular, “The Noir Scene and The White Sheep Before I Sleep”, Ray menunjukan performa vokal terbaiknya serta lirikal yang lebih matang dan manis dibanding karya-karya sebelumnya. Dibilang jatuh cinta mungkin over-statement, tapi besar harapan babang jika saja Ray menyempatkan waktu lebih lama untuk menulis materi dengan kualitas yang serupa.

EP “The Noir Scene and The White Sheep Before I Sleep” terdengar menyesakkan untuk alasan-alasan yang salah. Walaupun begitu lirik yang manis, undangan beberapa momen eargasme enteng, serta dua lagu bintang yang akan Babang simpan dengan baik dalam playlist keseharian merupakan penebusan yang berhasil membuat EP debut Ray Viera Laxmana cocok untuk mereka pendamba easy listening di waktu-waktu depresif ini. Ditunggu karya-karya selanjutnya!

Babang’s favourite: “Hunky Dory”, “The Noir Scene and The White Sheep Before I Sleep”

Tags:
Bintang Adinugroho

Tujuan hidup babang hanyalah dua di dunia ini: menjelek-jelekan unit musik lokal kesayangan anda dan menyayangi gadis-gadis anime.

  • 1

You Might also Like

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *