LOADING

Type to search

BABANGBIN REVIEW: Amen by Rich Brian

SELECTION

BABANGBIN REVIEW: Amen by Rich Brian

Share

Ilustrasi oleh Nadhif Ilyasa

Selamat tahun baru masehi 2018, wahai kalian netizen rendah! Semoga tahun ini memberi kita lebih banyak berkah dan rizky, serta menjadi tahun tercapainya semua mimpi megah kita! Amen.

Kenapa? Sekarang sudah bulan Februari? Tidak penting. Banyak hal yang lebih penting dari itu. Seperti bagaimana tingkat intelijensi di seluruh dunia sepertinya meningkat, serta hasil kreatifitas yang semakin memukau dari para artis-artis hebat. Selain itu masyarakat dunia sepertinya semakin peduli dengan lingkungan dengan menemukan inovasi-inovasi kampanye pro-lingkungan yang lebih baik.

Tetapi sebagai ahli musik dan juga sebagai orang Indonesia, tentu saja berita terbesar bagi babang adalah bagaimana seorang rapper asal Jakarta menjadi artis Asia pertama yang mencapai No.1 di iTunes Hip-Hop Chart. Membaca pernyataan menggiurkan itu sendiri aja pasti sudah memancing ego kalian, wahai nasionalis tanah air radikal. Sebagai bentuk kebanggaan, babang akan memberi pendapat jujur dan kritis terhadap album terbaru Rich Brian (sebelumnya Rich Chigga), yakni “Amen”.

Semenjak menyebarnya sebuah video viral dimana beberapa remaja etnis tionghoa (see, I’m considerate) berjoget dan nge-rap dengan salah satu dari mereka berdandan seperti seorang ayah di setiap family gathering, legenda seorang remaja Asia bermoniker Rich Chigga terlahir. Dan setelah bergabung dengan kolektif hip-hop Asia, 88rising, serta merilis beberapa single yang baik dengan artis-artis seperti Keith Ape, Diplo, dan 21 Savage, Rich Chigga akhirnya merilis album pertamanya di awal 2018 ini yang berjudul “Amen” dengan moniker yang baru dan bisa lebih dibanggakan oleh dirinya, Rich Brian.

Dengan nama-nama seperti Joji, NIKI, dan Offset hadir sebagai tamu spesial dalam projek terbarunya, tentu saja hype yang sudah besar bertumbuh semakin besar. Sebagai awalan, kolaborasi antara Joji dan Brian sudah banyak ditunggu semenjak Joji mengumumkan bahwa ia bergabung dengan 88rising. NIKI juga sebagai sesama musisi Indonesia sudah dinantikan oleh netizen tanah air. Dan tentu saja terakhir nama paling menarik perhatian adalah kolaborasi dengan sang penulis Bad and Boujee dan ⅓ dari Migos, Offset.

Selain memang karena talenta dan pribadi dia yang hebat, semua faktor diatas membuat “Amen” benar-benar album dengan hype yang tinggi. Dan untuk para artis pendatang baru, hype berlebihan bisa menjadi pisau bermata dua. Jika proyek yang dibicarakan memberi hasil sesuai harapan, maka proyek itu bisa menjadi pendorong karir mereka dalam dunia kotor ini. Tetapi jika mereka gagal untuk mencapai hype yang sudah mereka bangun, maka kegagalan mereka akan jauh lebih disorot, betul?

Lalu pertanyaan utama yang pasti sudah dinanti-nanti daritadi: Apakah “Amen” berhasil memberikan hasil yang memuaskan? Jawabannya adalah… kurang lebih.

Mungkin kalian bertanya-tanya kenapa jawaban itu terdengar ragu-ragu dan ambigu. Jangan salah sangka, semua empat belas track di album ini benar-benar menunjukan keahlian rap Rich Brian dan juga beatbeat yang hebat. Dari “Flight” yang terdengar trippy dan mengawang hingga “Amen” yang cepat dan akurat, variasi dalam album ini akan memuaskan setiap selera pendengar. Sekali mendengarkan album ini pikiran pertama yang muncul di benak adalah betapa keren lagu-lagu ini.

Tetapi sayangnya hanya itu saja yang masuk kedalam benak. Perasaan yang pelan-pelan menguap bahwa lagu-lagu ini keren. Tidak ada kepuasaan yang didapat, dan entah kenapa terlahir sebuah kekecewaan dan kekosongan yang kecil walaupun sejujurnya hasilnya tidak jelek sama sekali. Serasa makan pecel ayam dengan dada ayam paling kecil yang pernah dilihat, ada perasaan kecewa yang masih tertinggal walaupun sebenernya kita suka dengan makanan yang kita santap.

Lagu yang mungkin paling membuat jejak di pikiran babang adalah “Attention”. Sama seperti namanya, tempo nya yang cepat dan bunyi jahat nada gamelan membuat lagu ini menarik semua perhatian saat mulai. Namun sayangnya, yang membuat babang akan kembali lagi mendengarkan lagu ini adalah bagian Offset yang menular, bukan bagian sang jagoan tanah air kita.

Sebagai kesimpulan, “Amen” menunjukan talenta dari Rich Brian dengan baik, sayangnya kurang terasa koneksi antara pendengar dan sang rapper muda. Album ini memang terdengar dibuat dengan baik, tetapi masih terasa ada suatu kekosongan. Sesuatu yang mungkin jika hadir, bisa membuat album ini melebihi hype yang sudah terbangun dan menjadikan lagu-lagu yang ada lebih patut untuk didengarkan. Apakah sesuatu itu? Karakter.

Babang’s favourite: Attention, Flight

Score: 6.0

Tags:

You Might also Like

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *