LOADING

Type to search

One Hour Set Vol. 4: Bervakansi Dalam Romansa Nostalgia Bersama White Shoes and The Couples Company

EVENT FEATURED

One Hour Set Vol. 4: Bervakansi Dalam Romansa Nostalgia Bersama White Shoes and The Couples Company

Defta Ananta 17/07/2018
Share

Foto: Larissa Atmawati

Sabtu 14 Juli 2018 menjadi salah satu tanggal yang cukup spesial bagi para tuan – tuan beserta nona – nona yang berkunjung ke Lou Belle di Bandung. Ya, karena pada hari itu bertepatan dengan series “One Hour Set” yang telah memasuki edisi keempatnya. Pada kesempatannya kali ini, tim dari One Hour Set mengundang unit pop indie yang kental dengan nuansa vintage ala 60-an, White Shoes and The Couples Company. Ada satu hal yang menarik perhatian saya ketika memasuki venue, mungkin bagi kalian yang berkesempatan datang juga pasti melihat hal yang sama. Dalam konser WSATCC kali ini para personilnya mencoba untuk menggabungkan konsep pameran fotografi yang bertajuk Vakansi dengan konser yang bersifat intim. “Kami mencoba untuk memberikan hal yang bisa diingat oleh para pengunjung dan kolaborasi multi-displiner ini jadi salah satu perwujudannya”, tutur Saleh Husein sang pemetik gitar ketika kami bertanya mengenai perpaduan konsep tersebut.

Pameran fotografi yang memajang foto – foto vakansi dari para personil WSATCC dan juga para kontributor menyiratkan satu pesan yang menurut saya cukup mengkritik orang – orang kantoran yang terkadang lupa betapa pentingnya vakansi / liburan.  Pameran fotografi “Vakansi” masih terus berlanjut hingga tanggal 22 Juli 2018. Dan kabar baiknya adalah kalian bisa menjadi bagian dari pameran tersebut dengan membawa cetak foto liburan kalian dan membawanya ke Lou Belle di Jalan Dr. Setiabudi No.56, Bandung.

Sebelum WSATCC memulai konsernya, Marine & Bosborot tampil unuk memberikan pemanasan bagi para pengujung dengan lagu – lagu disco bernuansa old skool. Ketika jarum jam menunjuk sekitar angka 8, WSATCC membuka konsernya dengan berbincang – bincang dengan pemandu acara Tomo dan Lazu dari Junks Radio. Setelah cukup berbincang dan tertawa ringan akhirnya WSATCC pun menggelar konsernya. Sejujurnya saya pribadi tidak terlalu khatam dengan lagu – lagu dari WSATCC, dengan berbekal pengetahuan lagu yang seadanya saya mencoba menikmati konser yang mungkin akan jarang saya saksikan. Lagu – lagu yang dibawakan diambil dari album self-titled yang dirilis tahun 2007, hingga “Album Vakansi” serta album tribute “Menyanyikan Lagu Daerah” yang dirilis pada tahun 2013 lalu.

Antusiasme para pengujung kian melonjak, hal tersebut bisa saya rasakan secara langsung yang dimana mereka tidak pernah berhenti untuk menemani Nona Sari menyanyikan lagu – lagunya secara bersamaan. Euphoria nostalgia kian memuncak ketika para pengunjung meminta encore (lagu tambahan) sebanyak dua kali! Ya, dua kali! Dan akhirnya penampilan yang cukup menguras tenaga tersebut diakhiri dengan lagu “Aksi Kucing” yang kebetulan juga adalah lagu dari WSATCC yang pertama kali saya dengar.

Puas, mungkin satu kata tersebut bisa merangkum kebersamaan selama hampir satu jam lebih  antara White Shoes and The Couples Company (WSATCC) dengan para tuan – tuan beserta nona – nona yang bersedia berdesak-desakan di Lou belle, Bandung. Beruntunglah kalian yang bisa datang dan menyaksikan konser yang dipadukan dengan konsep pameran fotografi “Vakansi”. Konser satu jam lebih yang melepaskan dahaga akan acara musik yang berbeda memang memberikan kesan tersendiri di hati para pengunjung, dan hal tersebut sudah terbukti dengan habisnya tiket yang telah dijual dari satu minggu sebelumnya. Dengan habisnya tiket dan kesediaan pengunjung untuk berdesakan di ruang yang cukup terbatas menunjukan keinginan yang luar biasa dari para audiens untuk bisa mendapatkan tempat di dalam konser yang mungkin akan mereka kenang atau mungkin hanya sekedar mengisi kekosongan jadwal kegiatan malam minggu dengan mengonsumsi musik secara organik.

Setelah asyik bervakansi dalam suasana nostalgia bersama WSATCC, kali ini giliran Bosborot yang mengambil kendali turntable dengan memutar lagu – lagu disco hingga rock ‘n roll. Sebuah penampilan yang cukup untuk menutup rangkaian acara One Hour Set edisi keempat.

Mungkin sebagai penutup tulisan ini saya akan menganalogikan acara One Hour Set seperti segelas air dingin yang menyegarkan di tengah hari yang sangat panas. Hal tersebut bukan tanpa alasan, melihat acara – acara musik yang cenderung monoton. One Hour Set hadir menawarkan suatu keintiman antara musisi dan audiens yang jarang ditemukan dalam acara – acara musik yang ada dewasa ini melalui konten interaktif dan penampilan musik dengan durasi yang cukup untuk membuat audiens pulang dengan membawa kesan tersendiri.

Tags:

You Might also Like

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *