LOADING

Type to search

Mengenal Sisi Simpel dari Bitzmika Melalui EP/2

DAILY FEATURED

Mengenal Sisi Simpel dari Bitzmika Melalui EP/2

Abyan Hanif 02/09/2019
Share

“Melalui EP/2 Bitzmika menawarkan konsep yang lebih simpel dan malas, tapi tetep asik.”

Selang beberapa tahun sejak merilis EP debut mereka yang berjudul “The Majestic Prince of Aljabr”, Bitzmika kembali merilis karya teranyar mereka yang berjudul “EP/2” walaupun dengan format yang sama seperti rilisan terakhir mereka, yaitu mini album.

Dalam mini-album terbaru mereka yang berisi empat track, kesan ugal-ugalan Bitzmika pada EP “The Majestic Prince of Aljabr” seakan dikesampingkan, dipertegas dengan konsep simpel yang diangkat oleh Bitzmika melalui rilisan pers mereka.

Sebelum mengulik suara, hal yang pertama menjadi perhatian saya sudah pasti cover albumnya. Saya pribadi kurang sreg dengan cover dari EP/2 ini, saya justru lebih suka cover dari EP pertama Bitzmika dengan gambar bola dunia bertuliskan “Bitzmika” dan tulisan “The Majestic Prince of Aljabr” bewarna merah di atasnya yang terasa lebih ekspresif dan meriah dibandingkan dengan cover EP/2 yang terlalu simpel dengan warna monochrome.

EP/2 dibuka dengan “Don’t Belong” yang berdurasi selama 2 menit 43 detik dengan tempo lambat dan sedikit sentuhan surf punk, ditambah dengan vokal dari Agung yang lemas tak bertenaga membuat “Don’t Belongcocok untuk didaulat sebagai anthem bermalas-malasan di akhir pekan.

Cukup malas-malasan di-track pembuka, para pendengar langsung diajak berjoget kecil dengan hentakan drum dan solo gitar berbau arab-araban pada track kedua yang berjudul “Under The Heat”. Beat yang lebih groovy, dengan bass-line yang tidak berlebihan dan kocokan gitar yang enakeun, ditambah dengan sedikit perasa skena Madchester dalam “Under The Heat” mengingatkan saya pada band-band seperti Stone Roses, Happy Mondays, dan kawan-kawannya sukses menjadikan “Under The Heat” sebagai lagu favorit saya di EP/2 ini.

Sentuhan band-band surf semakin kental terasa pada track ketiga yang berjudul “3-4!”, Track ketiga ini sendiri bercerita tentang drift angkutan umum yang terkenal pada zaman-nya, mengutip dari rilisan pers yang dikirimkan Bitzmika. Penggunaan lirik berbahasa Indonesia juga menjadikan “3-4!” berbeda dari lagu-lagu lainnya dalam EP/2, sayangnya gaya vokal Agung kurang cocok dalam lagu tersebut.

EP/2 ditutup dengan lagu “Turns to Croak”. Harmoni vokal, bass-line, dan gitar merupakan hal yang paling saya garis bawahi pada lagu ini, kombinasi ketiga unsur tersebut lah yang membuat saya kesulitan untuk menentukan lagu favorit di EP/2 antara “Under The Heat” dan “Turns to Croak”.

Secara keseluruhan materi pada EP/2 ini lebih cocok di telinga saya, dibandingkan dengan EP sebelumnya. Akan tetapi, saya sedikit menyayangkan durasi yang terlalu pendek pada EP/2 yang hanya berdurasi sekitar 15 menit. Padahal akan lebih nendang jika ditambahkan beberapa track lagi.

Walaupun ada beberapa hal yang saya kurang sreg pada EP/2 ini saya tetap menikmati keseluruhan track-nya, terutama “Under The Heat” dan “Turns to Croak” yang bisa saya putar minimal satu hari sekali. Next langsung bikin full album aja yah!

Tags:
Abyan Hanif

Lahir di kota Kembang. Penulis amatiran. Full-time nankring, Part-time kuliah. Sporty abis. Bobotoh.

  • 1

You Might also Like

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *