LOADING

Type to search

Mirage, Curahan Hati Chewing Sparkle yang Terdengar Begitu Klise

DAILY FEATURED

Mirage, Curahan Hati Chewing Sparkle yang Terdengar Begitu Klise

Abyan Hanif 24/02/2020
Share

Rasa galau, patah hati, dan putus asa mungkin memang cocok diungkapkan melalui musik indie-rock dengan bassline kasar dan tempo upbeat agar sedikit menyamarkan perasaan sedih yang digambarkan melalui liriknya supaya tidak terdengar menggelikan. Hal tersebut lah yang diangkat oleh Chewing Sparkle melalui single terbarunya berjudul “Mirage” yang dirilis pada 17 Januari lalu.

Chewing Sparkle sendiri merupakan grup musik asal Jakarta yang mengusung aliran indie rock dan digawangi oleh Ryanda Rahardjo (Vokal, Gitar), Nabyl Rahardjo (Bass), dan Harsodo Widhastomo (Drum). Berdasarkan rilisan pers, “Mirage” sendiri bercerita tentang bagaimana rasanya jatuh cinta dan patah hati di saat yang bersamaan, intinya adalah cinta yang tidak terbalaskan.

Mungkin tema tersebut terasa pas bagi sebagian orang yang pernah mengalami kejadian tidak mengenakkan tadi. Akan tetapi, bagi saya pribadi tema tersebut merupakan hal yang sangat klise. Banyak sekali lagu bertema “cinta” yang membahas masalah yang mirip-mirip pula, antara senangnya jatuh cinta, sakitnya putus cinta, atau kesedihan ketika cinta tak terbalaskan dan hal tersebut membuat saya cukup agak tidak tertarik ketika pertama mendegar rilis lagu “Mirage”.

Saya pun tidak mau membohongi diri sendiri, untuk beberapa momen saya pun suka mendengarkan musik-musik dengan tema percintaan dan saya pun pernah merasakan putus cinta dan jatuh cinta, tapi segala yang berlebihan menjadi membosankan, bukan? Tidak ada salahnya juga bikin lagu tentang cinta, cinta adalah hal yang melekat bagi setiap manusia.

Tema klise yang diangkat oleh Chewing Sparkle dalam single “Mirage” bukan berarti musiknya juga membuat saya muak dan bosan. Saat pertama kali mendengarkan “Mirage” yang dibawakan oleh Chewing Sparkle cukup membuat saya dapat menikmati lagu tersebut.

Walaupun terbilang repetitif, tema percintaan yang dibalut dengan musik upbeat dan catchy racikan Chewing Sparkle sukses membuat hasil akhir single terbaru ini sangat nempel di telinga. Sayangnya, tidak ada perbedaan signifikan yang dapat membedakan Chewing Sparkle dengan band beraliran serupa.

Secara keseluruhan, Chewing Sparkle sukses membuat jejak di telinga dan memori para pendengarnya seperti anjing yang buang air untuk menandai teritori-nya. Ditambah dengan mengangkat tema percintaan yang sangat relatable dapat membuat pendengar berbicara dalam hati “Ih sama lah kaya cerita aku sama gebetanku yang dulu” sehingga semakin suka. Ditunggu karya selanjutnya dari Chewing Sparkle.

Tags:
Abyan Hanif

Lahir di kota Kembang. Penulis amatiran. Full-time nankring, Part-time kuliah. Sporty abis. Bobotoh.

  • 1

You Might also Like

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *