LOADING

Type to search

Coldiac Menawarkan Romantisme Cheesy yang Adiktif Lewat Vow

DAILY FEATURED

Coldiac Menawarkan Romantisme Cheesy yang Adiktif Lewat Vow

Defta Ananta 12/02/2019
Share

Setelah sempat masuk daftar nominasi AMI Awards sebagai best group/kolaborasi/duo RnB, nampaknya unit urban-pop asal kota Malang, Coldiac, kembali menyapa pendengarnya dengan merilis single ke-tiga berjudul “Vow”. Lagu yang penuh dengan ungkapan rasa cinta kepada pasangan ini dirilis dalam rangka menyambut hari kasih sayang akan datang di pertengahan Februari mendatang. Tak tanggung-tanggung Coldiac merilis lagu “Vow” kedalam versi yang berbeda pada tanggal 8 Februari yang lalu. Entah apa tujuannya, namun sepertinya kawan-kawan Coldiac sangat bersemangat dan seperti tidak sabar untuk menyambut datangnya hari itu.

Dalam versi originalnya, lagu ini memang sudah terkesan romantis atau mungkin bagi sebagian orang menganggapnya terlalu cheesy melalui pesan yang tertulis dalam liriknya yang penuh luapan asmara, dan jika dibandingkan dengan lagu lainnya dalam album “O”, lagu “Vow” memang memiliki nuansa melodi serta progresi chord yang lebih terang. Seperti musik pop pada umumnya, perpaduan antara lirik romantis dengan musik pop memang sudah menjadi sebuah formula wajib nan mujarab. Akhirnya yang lahir adalah sebuah produk musik generik yang mungkin akan dengan mudah menembus hirarki pasar.

Dari segi produksi, kedua versi ini memiliki nilai produksi dan yang cukup baik serta memiliki keunikan masing-masing.Contohnya dari porsi permainan serta pemilihan sound synthesizer pada kedua versi yang menurut saya sesuai dengan kebutuhan lagu, aksen gitar (pada versi original) yang tidak berlebihan hingga produksi suara drum (pada versi original) yang tidak over-compressed sehingga masih meninggalkan kesan organik. Hal yang cukup menarik justru terletak pada pengemasan alternate version dari lagu “Vow” Memang tidak ada perubahan signifikan dari anatomi hingga aransemen lagu. Namun, dengan dibuatnya alternate version ini justru malah menambah tingkat ke-cheesy-annya. Rasanya seperti memakan kue vanilla dengan tambahan sirup gula diatasnya yang meninggalkan aftertaste yang (kalau kata orang sunda sih) giung. Lagu tersebut disulap menjadi sebuah lagu Pop yang lebih generik dengan sentuhan RnB khas dekade 2010an yang tengah populer di negara-negara barat.

Sekilas alternate version dari “Vow” ini mengingatkan saya pada musik-musik yang sering hadir di kanal youtube macam Majestic Casual, Suicide Sheep, dan lainnya. Namun di dalam versi ini saya justru merasa ada yang kurang, bass line yang hadir di bagian reff akhir pada versi original ternyata tidak difabrikasi ulang atau setidaknya dihadirkan kembali. Saya cukup menyayangkan hilangnya elemen yang menandakan sebuah bagian dari titik luapan emosi dalam lagu tersebut. Walaupun terdengar lebih easy-listening namun terkesan flat. Akan tetapi, dengan dirilisnya alternate version ini bukan berarti mereka mencoba membunuh orisinalitasnya dengan memutuskan untuk membuat lagu “Vow” terdengar seperti lagu Pop-RnB yang mainstream, mungkin ada maksud tersendiri yang gagal saya pahami atau mungkin agar lebih mudah menembus pasar? Entahlah, yang jelas Coldiac telah menunjukan kapasitasnya dalam mengeksplorasi musik yang mereka sajikan lewat single “Vow” ini.

Pada akhirnya kedua versi dari lagu “Vow” secara keseluruhan memang tetap didesain untuk menjadi simbol dari sebuah perasaan kasmaran atau berbunga-bunga. Jika lagu ini memang dibuat untuk merepresentasikan seluruh perasaan ketika kita menyatakan cinta pada orang terkasih, nampaknya mereka lupa kalau sebenarnya ada perasaan deg-degan, nervous, atau bahkan malu yang terkadang menjadi bagian integral saat kita mencoba menyatakan. Jadi bagi kalian yang tengah dimabuk cinta, beruntunglah karena ada satu lagu baru yang wajib untuk masuk kedalam daftar lagu.

Tags:
Defta Ananta

Terkadang jadi musisi dan terkadang jadi penulis di Incotive. Tapi yang pasti, masih jadi pemuda yang sering mempertanyakan banyak hal.

  • 1

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *