LOADING

Type to search

Dari Musik Rock hingga Minimnya Apresiasi Penonton Bersama Cassadaga

INTERVIEW

Dari Musik Rock hingga Minimnya Apresiasi Penonton Bersama Cassadaga

Ferdin Maulana 25/08/2017
Share

Awal Agustus lalu sekitar pukul 9 malam saya sedang rapat di kantor daerah Gudang Selatan, Bandung ketika teman saya mengirim pesan lewat Line Messenger “din ke gigs rock di gedebage yuk”. Gila kata saya. Kemungkinan terbesar yang akan anda temui jika ke gedebage malam hari bukanlah gigs rock, tapi begal. Namun keimpulsifan saya pun meng-iyakan. Saat tiba di sana saya terkesimah dengan tema musik rock yang mendatangkan banyak band independen dari Bali yang ramai dengan kehadiran para pemuda gondrong berbaju metal dengan venue kedai susu. Apakah ini terinspirasi dari sampul album Barefood?

Saat menonton saya terkejut dengan penampilan unik salah satu band dimana gitarisnya menggosokan bow biola pada gitarnya. Hal yang lebih mengejutkan dari suatu pertunjukan unik adalah penontonnya yang duduk sambil menggunakan ponsel. Saya jadi teringat tahun 2015 lalu ada seorang jurnalis majalah musik terkenal yang mengkritik penonton Barasuara yang hanya berdiri sambil melipat tangan “Orang-orang seperti ini harus dibasmi” begitu katanya. Bagaimana kalau penontonnya duduk sambil main ponsel om?

Saya berkesempatan menemui dua personil salah satu band yang mengisi acara yaitu Cassadaga, band indie rock asal Bali yang diwakili oleh Arya Oka Mahendra (Oka) dan Artha Yoga (Yoga) untuk mengetahui pandangan mereka terhadap isu minimnya apresiasi penonton dalam gigs musik independen.

Bagaimana sih mas perbedaan scene penonton musik di Bandung dengan Bali?

Oka: Antusiasnya ya? Di sini (Bandung) lebih respect sih, mereka masih ikut berdiri nonton. Kalo di Bali masih suka pada duduk kecuali kalo nonton band temennya. Di Bali kalo nama Bandnya sudah besar baru yang nonton rame.

Untuk mengapresiasi gigs band rock itu penonton harusnya seperti apa sih?

Yoga: Untuk men-support suatu band apapun genre musiknya itu kalo mereka lagi main setidaknya berdirilah untuk menghargai, kalo ada rilisan fisik mohon dibeli dan tidak membajak.

Oka: setiap orang punya gaya menikmati musik yg berbeda. Misalnya dia denger dan cuma ngangguk aja ya berarti daya dengernya segitu, ekspresi dia cuma segitu.

Tadi saya sempet ngeliat salah satu band tampil tapi banyak penonton malah pada duduk dan main hp, menurut kalian gimana?

Oka: Mungkin dia tidak mengerti esensi musiknya dan kurang masuk di telinga mereka, hard listening. Untuk kalangan awam mungkin kurang mengerti lagunya, itu yang menyebabkan mereka tidak bisa enjoy.

1503597727007

Penampilan band Cassadaga di Warjon Gedebage


Kira-kira gimana caranya agar penonton bisa lebih antusias dalam mengapresiasi suatu gigs?

Yoga: Itu lebih dari diri sendiri sih, kalo emang nonton konser ya jangan kayak nonton wayang

Oka: wah susah, kalo teknik musiknya setinggi apapun kalo mereka gak suka dengernya ya percuma aja. Jaman sekarang orang lebih suka musik simpel dan mudah masuk telinga, yang lebih gampang dicerna.

Perkembangan musik rock di Indonesia itu seperti apa?

Yoga: Sekarang Rock di Indonesia warnanya semakin bervariatif. Dulu saat saya masih smp lebih suka musik hardcore karena jiwa masih liar dan Rock itu bagi saya seperti pendewasaan musik.

Saya membaca artikel seorang ace writer media bergengsi jakarta yang menyatakan bahwa generasi sekarang kurang antusias terhadap musik rock, Bagaimana menurut kalian?

Yoga: Selera musik seseorang tidak bisa dipaksakan, karena jiwa masing-masing  orang berbeda. Kalo dia suka sama musik Rock ya biarpun dia di komunitas musik hiphop kek dia tetep bakal suka rock.

Oka: Tergantung pendewasaannya sih, musik biarpun dia udah tua dia seneng RnB atau Jazz ya disitulah pendewasaannya. Aku waktu itu ketemu anak kecil dan suka banget musik Rock, mungkin besarnya jadi Rockstar. Semua punya pendewasaannya masing-masing, tergantung referensi musiknya sejak kecil juga sih.

Rencana kedepan cassadaga dalam pergulatan scene indie rock di Indonesia seperti apa?

Oka: ya semoga lancarlah makin banyak jam terbang

Yoga: dan tidak menghambat kuliah hahaha

 

Foto oleh: Gung Indra

Tags:

You Might also Like

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *