LOADING

Type to search

Di Balik Terangnya Cahaya Panggung (Bagian I)

COLUMN FEATURED

Di Balik Terangnya Cahaya Panggung (Bagian I)

Faiz Ashari 17/10/2018
Share

Ilustrasi oleh Nuraulia Mugniza

“Apakah kita terlalu terpana dengan terangnya lampu sorot di atas panggung? Hingga lupa dengan sudut lain dari panggung tersebut”

Halaman demi halaman di dunia maya saya buka. Dimulai dari laman untuk menonton serial anime hingga Google Maps saya jajal. Sembari berkhayal sedang melancong dari kota ke kota di Indonesia hingga ke negara yang nan jauh disana, Namun, maksud hati ingin melipur bosan, malahan rasa bosan ini semakin bertambah. Sial.

Karena memang tidak ada rencana untuk hari itu. Akhirnya, saya memutuskan untuk kembali berselancar di dunia maya. Mencari berita yang menarik untuk dibaca. Dari politik, kriminal, bencana alam dan kehidupan para artis ibu kota dalam rubrik gosip yang begitu-begitu saja.

Sampailah saya pada artikel-artikel musik. Ternyata, beberapa tahun terakhir ini banyak sekali musisi-musisi anyar dengan berbagai aliran meramaikan panggung-panggung di segala penjuru daerah. Mulai dari folks, pop, rock, stoner, punk, post rock hingga ada band anyar yang menggunakan sentuhan budaya Meksiko.

Beragam review single dan album mereka bertengger, bertebaran di media-media yang memiliki rubrik musik. Ada pula yang mendapatkan kesempatan masuk kedalam sesi khusus di kanal-kanal Youtube. Dengan beragam dan bermunculan nya musisi-musisi baru ini membuat saya sebagai penikmat serasa dimanjakan karena bertambahnya referensi musik. Menarik.

Tetapi, setelah ditilik-tilik ada hal yang tidak pernah saya dapat atau temukan di rubrik musik di media saat ini. Yaitu artikel mengenai mereka yang berkutat di belakang panggung atau orang-orang yang bekerja di dapur rekaman. Khususnya di Indonesia. Mungkin ada yang terlewat oleh saya. Tetapi, saya yakin, artikel mengenai mereka yang bekerja di balik panggung atau di dalam dapur rekaman itu sangat jarang.

Manajer, soundman , stage manager, crew, dan banyak lainnya. Terdapat banyak sekali jenis pekerjaan yang bekerjasama dalam suatu panggung atau dalam sebuah band. Seraya terheran-heran kenapa mereka jarang sekali tersentuh media. Apakah kita terlalu terpana dengan terangnya lampu sorot di atas panggung? Hingga lupa dengan sudut lain dari panggung tersebut.

Akhirnya saya memutuskan untuk menjajal tulisan tentang mereka dengan segala keterbatasan yang saya miliki. Yang berarti ini akan menjadi perjalanan yang sangat panjang bagi saya dan juga Incotive. Manajer band menjadi bahasan kami yang pertama.

Pergi ke utara

Waktu menunjukan pukul empat tepat pada hari Rabu, 8 Agustus 2018. Tempat saya bekerja di Jatinangor sedang ramai dikunjungi pelanggan. Sedikit was-was karna hari itu saya memiliki janji untuk bertemu dengan Aldina manager dari Basboi.

Sempat kebingungan untuk mencari kontak dari sang manajer. Saya juga sempat berpikir bahwa Basboi tidak memiliki manajer. Namun, ternyata eh ternyata, akhirnya muncul juga kontak dari Aldina di profile Instagram milik Basboi. Jam menunjukan pukul 06:00 sore. Takut terlambat, saya pun bergegas pergi ke utara Bandung.

Perjalanan dari Jatinangor ke daerah Bandung utara memakan waktu cukup lama. Sekitar 40 – 60 menit biasanya. Perjalanan ini tidak semanarik atau seheboh perjalanan yang dilakukan oleh Tom Sam Chong. Syukur diperjalanan saya tidak bertemu siluman kelabang atau siluman buah persik yang bisa membuat saya melakukan perjalanan selama berbulan-bulan lamanya. Hanya ada jalanan yang semakin sesak oleh kendaraan.

Akhirnya saya sampai di daerah Ciumbeuleuit, Bandung. Tepatnya di Masagi Coffee. Suasana disana cukup ramai, lampu yang temaram sedikit menyulitkan saya untuk mencari dimanakah Aldina berada. Singkat cerita, saya menemukan Aldina yang sedang duduk-duduk bersama dengan personil-personil yang mengisi musik dari Basboi. Tentunya bersama dengan Basboi pula.

Penampilan Basboi di acara Qualitea Time. Foto oleh Ariandi Setiawan

Sedikit mengulas, Basboi sendiri termasuk talenta baru dalam scene musik di Bandung dengan mengusung aliran Hip-hop. Pelantun ‘Cozy’ yang memiliki nama lengkap Baskara Rizqullah ini sudah sering berlalu lalang di gigs- gigs Bandung.

Aldina sendiri adalah manager dari Basboi. Usut punya usut ternyata Aldina baru didapuk menjadi manager Basboi belum lama. Ia memutuskan untuk menjadi manager Basboi karena ia merasa ada kecocokan dengan Basboi. Tidak seperti sebelumnya-sebelumnya. Ia banyak menolak tawaran untuk menjadi manager.

“Jadi sebenarnya dari hampir dua tahun lalu mulai banyak yang nawarin jadi manager, Karena mereka ngeliat, wah, Dina tuh sana-sini. main scene sana scene sini. Cuma mikirnya ini haru tanggung jawab dan takut aja gitu”. Ucap Aldina, manajer baru Basboi.  

Merasa memiliki visi yang sama dengan Basboi juga menjadi salah satu alasan Dina untuk mau menerima ajakan Basboi untuk menjadi manajer nya.

Menjadi manajer baru untuk Basboi bukan berarti tanpa pengalaman. Ia bercerita bahwa ia pernah secara tidak resmi menjadi roadman  sebuah band Jatinangor. Namun, ia merasa kurang cocok dengan mereka. Akhirnya dengan kekuatan pertemanan, Basboi dan Aldina dipertemukan. Pada waktu itu Aldina beberapa kali menawarkan untuk perform di beberapa acara. Hingga akhirnya Basboi beranggapan bahwa Aldina adalah orang yang selalu mengurus acara dan rasanya cocok untuk menjadi manajernya. Berada di lingkungan yang sama juga menjadi pertimbangan Basboi untuk menerima Aldina.

“Waktu itu gua sempat melihat acara di Bandung. Ada beberapa DJ dan rapper Jakarta. Nah, disini gua merasa miss. Kenapa gua gak main, gua kan main dan nge-rap di Bandung. Akhirnya gua buka kolom komentarnya dan ngeliat dia, gua pikir dia yang ngurus-ngurus gitu, cocok nih jadi manager gua”

Terang rapper kelahiran Medan tersebut. Yang akhirnya mendapatkan manajer setelah satu tahun lamanya mencari.

Rencana Awal

Aldina juga datang kepada Basboi dengan banyak rencana yang ia susun bersama sebelum menjadi manajer. Ia ingin menjadikan Basboi sebagai sebuah identitas baru yang dikenal tidak hanya sebagai musisi saja. Tapi menjadi sesuatu yang memiliki nilai jual. Saat ditunjuk menjadi manajer secara resmi. Tanpa berpikir lama, ia langsung memetakan plan-plan yang akan dilakukan nanti. Yang tentunya rencana-rencana Aldina cocok dengan Basboi.

Ingin menaklukan Jakarta menjadi rencana awal Basboi bersama Aldina. Namun, menurut Aldina, Basboi juga harus membangun identitas yang kuat di “home base”. Karena scene hip-hop di Bandung sendiri belum semuanya terjamah oleh Basboi dalam pandangan Aldina.

“Gimana caranya kita bisa menjamah semua scene hip-hop di Bandung, sekarang cara alternatifnya kita masuk ke scene musik elektronik. Gua mengajak  kolaborasi dengan DJ-DJ yang memiliki kolektifan” Jelas Aldina.

Walaupun tantangannya itu sendiri adalah scene hip-hop di Bandung itu sendiri. Karena scene hip-hop adalah scene yang belum tersentuh oleh Aldina. Menurut Basboi dan Aldina juga scene Hip-hop di Bandung tidak seaktif scene lainnya. Namun, Basboi beserta teman-temannya yang lain secara gamblang menyatakan bahwa dia percaya diri dengan segala rencana yang ia rembukan dengan Aldina dapat berjalan.

Dengan adanya Aldina sebagai manajer. Basboi beserta timnya merasa terbantu dan merasa menjadi lebih mudah. Karena biasanya untuk urusan manajer, dikerjakan oleh mereka sendiri. Namun, sekarang sudah ada Aldina yang mengerjakan. Hal tersebut akhirnya bisa membuat Basboi untuk lebih fokus dalam bermusik.

Jalan untuk mencapai tujuan Basboi pun menjadi lebih mudah. Dimulai adanya wawancara, kolaborasi dengan DJ yang akhirnya bisa bertemu dengan orang yang lainnya yang ingin berkolaborasi. Tidak itu saja, perihal keinginan Basboi memiliki sponsor juga bisa terbuka jalannya setelah kedatangan Aldina.

Apa yang Aldina kerjakan bukan tanpa sebuah referensi. Ia sendiri memiliki panutan dalam perihal manajer. Sosok Vando manajer dari berbagai band seperti Heals dan hampir semua band yang berada dibawah Microgram dilimpahkan kepada Vando. Hal tersebut membuat Aldina menjadikannya sebagai manajer yang layak untuk dijadikan panutan.

Waktu pun terus bergulir. Pada malam itu mereka juga memiliki janji dengan beberapa orang yang mau berkolaborasi dengan Basboi. Hal tersebut menjadi sebuah bukti bahwa dengan adanya Aldina jalan dalam bermusik Basboi dan rekan-rekan ang lainya terbuka. Tidak lama dari itu saya juga berpamitan untuk pulang.

Aldina sebagai manajer baru dari Basboi merupakan awal dari sebuah perjalanan yang baru bagi Basboi. Pelajaran bahwa seorang manajer juga memiliki andil penting dalam sebuah band atau dalam kehidupan seorang musisi. Tidak semuanya bisa dikerjakan sendiri.

Di balik seorang musisi yang memiliki karya yang paripurna terdapat orang-orang yang membantu mereka dan berpengaruh pula dalam prosesnya. Aldina manajer Basboi merupakan awal dari sebuah cerita yang akan kami susun.

Bersambung ke bagian II.

Tags:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *