LOADING

Type to search

Perpaduan Elemen-Elemen yang Memukau Pada Konser Tunggal Efek Rumah Kaca di Bandung

EVENT FEATURED

Perpaduan Elemen-Elemen yang Memukau Pada Konser Tunggal Efek Rumah Kaca di Bandung

INCOTIVE 01/09/2018
Share

Teks: Abyan Hanif
Foto: Mahawar Randu

Efek Rumah Kaca kembali menggelar konser tunggal di Bandung pada 29 Agustus dengan tema #bandungkonserlagi dan dalam rangkaian #turkemarau2018. Konser yang diadakan di teater terbuka Dago Tea House ini digelar oleh Submarine Indonesia selaku Event Organizer.

Antusiasme para penggemar Efek Rumah Kaca sudah terlihat di depan pintu masuk menuju teater terbuka Dago Tea House (DTH) ketika sudah banyaknya orang yang datang dan mengantre untuk masuk ke dalam, pintu gate sendiri dibuka sekitar jam 6 sore. Ketika masuk, para penonton langsung disuguhi oleh panggung yang megah dengan kursi untuk penonton yang setengah mengelilingi panggung.

Efek Rumah Kaca mulai naik ke atas panggung sekitar jam 8 malam yang menandakan bahwa konser akan segera dimulai. Konser ini dibagi kedalam dua sesi, dengan break sekitar 20 menit diantara 2 sesi tersebut. Pada sesi pertama, para penonton yang sudah tidak sabar menunggu penampilan ERK disuguhi oleh lagu-lagu dari album kedua ERK yang berjudul ‘Kamar Gelap’. Menurut Cholil Mahmud (Vokalis ERK), tahun ini merupakan tahun yang spesial karena bertepatan dengan 10 tahun semenjak perilisan album ‘Kamar Gelap’.

Sesi pertama dibuka dengan lagu ‘Tubuhmu Mebiru…Tragis’ dilanjutkan berurutan hingga lagu terakhirnya, yaitu ‘Balerina’. Pada sesi pertama ini, para penonton masih menikmati jalannya acara dengan khusyuk dan tentram ditambah lagi dengan tembang-tembang pada album ‘Kamar Gelap’ yang terasa mengawang-ngawang sehingga membuat para penonton semakin ‘tenang’.

Setelah break sekitar 20 menit ERK kembali lagi ke atas panggung untuk melanjutkan sesi kedua pertunjukan mereka. Sesi kedua ini didominasi oleh gabungan lagu dari album terbaru mereka yaitu ‘Sinestesia’ dan album ‘Efek Rumah Kaca’, yang dibuka oleh lagu ‘Putih’. Pada sesi kedua ini juga ERK membawa dua musisi lokal Bandung untuk berkolaborasi dengan mereka pada beberapa lagu yang akan mereka bawakan. Kedua musisi tersebut adalah Estu pada biola yang membantu pada lagu ‘Balerina’ dan ‘Desember’, Lalu Oscar Lolang dengan gitar dan vokalnya yang membantu di lagu ‘Cinta Melulu’ dan ‘Melankolia’. Dengan tambahan Oscar Lolang pada lagu ‘Cinta Melulu’ dan    ‘Melankolia’ menambahkan unsur musik folk pada lagu tersebut ditambah lagi dengan gaya vokal Oscar Lolang yang unik sehingga membuat lagu tersebut semakin menarik. Sesi kedua ini ditutup oleh lagu andalan ERK yaitu ‘Sebelah Mata’.

Secara keseluruhan, dengan perpaduan venue, lightning, sound, dan lagu-lagu dari ERK sukses  menghadirkan pertunjukan yang berkesan bagi para penonton dan menjadi obat untuk kerinduan para penggemarnya. Angkat topi untuk ERK, Submarine Indonesia, dan semua pihak yang terlibat, cheers!

Tags:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *