LOADING

Type to search

Horse Planet Police Department: Kebebasan Berimajinasi dalam Mini Album

INTERVIEW

Horse Planet Police Department: Kebebasan Berimajinasi dalam Mini Album

INCOTIVE 22/02/2017
Share

Horse Planet Police Department (HPPD) membawa angin baru di skena musik independen Indonesia. Beranggotakan Ardy (Vokal), Jajung (Bass), Tope (Gitar) dan Uta (drum) ini melahirkan mini albumnya yang begitu berbeda dan segar dalam format kaset. Incotive berkesempatan menemui Ardy (vokal) dan Tope (gitar) untuk berbincang mengenai entitas, proses kreatif sampai cita-cita yang ingin Horse Planet Police Department capai melalui musik.

Incotive: Boleh jelaskan makna dari Horse Planet Police Department?

232669

Ardy : Biar nyebreng hahaha!

Tope : Maksudnya Ardy biar imajinatif hahaha.

Di Instagram kalian mengatakan “mengingat sudah 20 tahun lebih berusaha menerjemahkan entitas-entitas kehidupan ketiga yg disebut musik dan lewat Horse Police Planet Department berharap akan makin bisa menjadi lebih dari sekedar alasan atau wujud apresiatif kebanyakan teman kalian punya band itu untuk apa” boleh jelaskan entitas yang dimaksud dari pernyataan tersebut?

Ardy : Sebenarnya lebih ke keinginan gue untuk dengar suatu musik yang belum gue tahu, yang belum pernah gue dengar, belum pernah kepikiran “ih kok ada orang yang bikin kayak gini nih”, karena band nya belum ada jadi Horse Planet Police Department mencoba untuk jadi band tersebut.

Memang bagaimana Horse Planet Police Department memandang musik itu sendiri?

Ardy : Salah satu dari unsur-unsur kehidupan yang harus dikuasai. Gue kebetulan sih full time di musik, tapi bukan berarti gue melihat musik itu sebagai skill set atau sebagai pekerjaan. Gue sekedar mengarungi kehidupan aja—cuma kebetulan lagi sibuk di musik dan kesempatannya adalah jalan di music. tapi pada dasarnya adalah itu cuma sebagai salah satu unsur kehidupan yang harus gue kuasai.

Tope : Kalau gue lebih melihatnya dari sudut pandang musik sebagai media untuk menyalurkan perasaan gue dan gue hanya bisa menyalurkannya ego gue itu lewat musik baik itu sedih atau pun senang. Jadi intuisi yang lari ke kepala gue ya musik dan gue enggak bisa kalau enggak ada itu.

Apakah kalian punya pandangan tertentu tentang selera musik?

Ardy : Nggak kalau gue, itu basically bunyi dan frekuensi. Sisanya lebih ke impact buat masyarakat.

Tope : Di luar musik HPPD ya ada. Ardy mungkin lebih ke arah digital music dan dance, kalau gue jauh dari situ sebenarnya. Gue lebih ke jazz, pop, folk, acoustic tapi karena di musik ketemunya ini jadi ya gue harus explore.

Ardy : Kalau pandangan beda genre ya pasti ada di setiap personilnya, nggak hanya gue tapi yang personil lain yang enggak datang pun pasti punya genre masing-masing dan ego sendiri di musik.

s__7053328

Tope (kiri) & Ardy (kanan)

Lalu, apakah ada periode musik tertentu yang kalian anggap sangat kaya akan fenomena?

Ardy : Musik Baroque sih, absolut.

Tope : 90’s sih kalau gue.

Kenapa?

Tope : Gimana ya, gue enggak bisa jelasinnya sih pokoknya tahun 90 kalau gue hahaha

Ardy : Musik Baroque, soalnya “wow, this is how is music supposed to be“. Tapi semua periode, semua skena, semua zaman gue kulik dan gue suka. Ada serunya masing-masing, 60s ada apa, 70s ada apa dan gue pasti akan explore ke semuanya, hanya kalau dibilang what should I prefer ya musik Baroque.

Dari ke 4 lagu yang di rilis di EP, semuanya terdengar berbeda. Bagaimana cara kalian menjelaskan genre Horse Planet Police Department kepada orang yang baru pertama kali mendengar musik kalian?

 Ardy : Itu juga lagi pusing dipikirin sih hahaha. Anyway sebenarnya ini mini album sih. Soalnya EP kan kayaknya lebih ke collection of stuff, kalau ini gue mencoba buat konsep. Jadi semua lagu ini ada cerita, ada hubungan sama artworknya, ada kesinambungan antara satu lagu dengan lagu yang lain.

Tope : Kalau genre itu kan masalah media aja mau mengkotakkan musik kita seperti apa. Tapi, kalau cara dengerinnya—coba aja dengerin dari awal pakai headset baca liriknya nanti juga ketemu ceritanya. Itu kayak lo dikasih satu trip untuk dengerin satu cerita. Mungkin kayak gitu cara dengerinnya.

Berarti kalian tidak membuat HPPD ini masuk kedalam suatu genre?

Tope : Itu biar media aja sih kalau gue.

Ardy : Pengennya sih segmennya kayak Syahrini gitu.

Tope : Wah gokil sih itu!

Ardy : Biar konser tunggal 600 ribu man, top!

Kenapa hanya 4 lagu?

Ardy : Karena ini dibuatnya sepaket. Jadi gue sempat diajak bikin album kompilasi dari kampus gue. Genre nya bebas asal ada unsur elektroniknya dan gue terus terang waktu itu masih meraba elektronik seperti apa dan akhirnya dari referensi apa yang gue dengerin—yang gue suka lalu gue masukkin unsur-unsur elektroniknya. Gue cuma punya waktu produksi 2 malam, jadi gue paksain aja. Itu gue bikin jadi satu kesatuan. dari lagu pertama ke lagu keempat. intinya satu paket lah dari awal sampai akhir, udah gue rencanain gimana liriknya, gimana ceritanya dan berakhirnya gimana. Sebenarnya ada satu lagu lagi cuma gue buang karena jauh banget bedanya.

Boleh ceritakan mengenai ke 4 lagu tersebut?

Ardy : Gini aja, gue bikin luas sih sebenarnya. Gue buat ngablu liriknya, jadi ceritanya mau disambungin ke apa pun pengalaman hidup lo bakal nyambung aja sih sebenarnya.

Tope : Nggak berani jelasin secara spesifik sih hahaha karena nanti takutnya pandangannya jadi cuma satu. Biar aja yang dengerin ke arah mana imajinasinya.

s__7053325

Jadi kalian ingin memberikan pendengar interpretasi yang seluas-luasnya?

Ardy : Ya boleh aja sih, bebas. Tapi gue tetap punya cerita hanya gue membuat cerita itu menjadi lebih lebar jadi lo kalau mau buat cerita itu dari perspektif lain bisa. Tapi kalau dari lagu-lagunya secara tertulis, ada tokohnya yaitu Sleepy Head sama Voice. Sleepy ketemu Voice memberikan sebuah pandangan hidup baru. Lalu setelah lepas dari Voice, dia harus menjalani hidup yang berbeda dari yang sebelumnya. Not necessary bad or better, just different. Nah, sebutlah itu variabel kayak x dan y. Jadi ini lo mau sambungin sama apa pun nyambung-nyambung aja—pilkada kek atau apa pun. Intinya gue coba lebarin perspective dan si Sleepy Head sama Voice hanya variabel kayak x dan y aja.

Kalian banyak berekperimen dalam proses pengerjaan mini album ini?

Ardy : Kalau gue sendiri sih, gue bukan orang yang eksperimental atau belajar sendiri. Gue lebih ke diajarin, lalu gue terapkan. Jadi gue merasa semua ilmu, hal-hal teknis mau pun non teknis yang gue pelajarin dari kuliah, dari kerjaan, pengalaman pribadi atau dari mana pun itu langsung gue terapkan dalam karya-karya gue, nah nggak tau sih itu bisa disebut eksperimen atau ngga. Gue simply melakukan hal yang belum pernah gue lakukan dengan harapan semoga hal tersebut menjadi sesuatu yang baru atau sesuatu yang lucu atau kedengarannya enak.

Bagaimana HPPD melihat posisi pemasaran musik independen sekarang? dan kenapa kelihatannya HPPD tidak gencar dalam melakukan promosi dan distribusi?

Ardy : Karena nggak ngerti sebenarnya kalau boleh jujur. hahaha. Mungkin nanti kalau ada yang mau nongkrong atau ngobrol-ngobrol, yang sudah sangat berpengalaman, kita sangat open banget sih. Sekarang yang lagi diselami adalah memproduksi musik yaudah gue mencoba untuk melakukan yang terbaik dari situ. Masalah promosi belum tau caranya, bukan nggak mau tau.

Tope : Paling kita balik ke zaman dulu sih. Habis produksi kelar, kita cari panggung aja udah.

Ardy : Sejauh ini masih pakai cara tradisional sih.

Tope : Primitif.

Ardy : Ya primitif sih, tapi kalau ada yang mau mengajarkan cara membuat api atau tenaga uap hahaha boleh berbagi sih, gue akan sangat senang belajar hal-hal baru.

Tope : Bingung kan lo? Biasakan lah.

s__7053324

Terus bagaimana soal pemasaran musik independen sekarang?

Tope : Keren kok, buktinya gue dengerin.

Ardy : Okelah kita sebut misalnya Barasuara, menurut lo pemasarannya gimana? Menurut gue bagus sih. Karena bisa nyampe ke kuping gue, ibaratnya gue yang kuper dan banyak bengong di kamar aja bisa tau.

Tope : Tapi emang yang gue perhatiin pemasaran sekarang kayak band independen yang gue ikutin dari awal banget, dari awal-awal baru mulai emang caranya tuh primitif, sama kayak yang kita lakukan. Produksi terus orang harus dengar materinya sampai bosan dan mau enggak mau nyangkut ke kuping orang. Gitu sih yang gue liat.

Ardy : Kita baru Welcome to the jungle lah ya.

HPPD kan belum ada labelnya, apa ada niatan untuk masuk label atau buat label sendiri?

Tope : Cari siapa yang mau bantu deh. Kita isi nya benar-benar cuma personil aja nih soalnya. Manager enggak ada, roadman enggak ada.

Ardy : Jujur belum ada, ikutin alurnya aja sih. Seiring berjalannya waktu mungkin ketemu, mau sih buat label mungkin Times New Romon namanya hahaha

s__7053329

PICK ONE

The Trees and The Wild atau Barasuara?

Ardy : Trees and The Wild.

Tope : Trees and The Wild.

MGMT atau MEW?

Ardy : MGMT.

Tope : MGMT.

Ardy : Eh susah ini hahaha dari pertama MGMT soalnya terus MEW

Idealis enggak terkenal atau enggak idealis tapi banyak uang?

Tope : Yang pertama gue.

Ardy : Pengennya idealis terkenal sih tapi nggak ada pilihannya ya? idealis dulu deh, soalnya pasti terkenal juga tapi nanti pas mati hahaha

Pilkada, 1-2-3?

Ardy : (sensor)!

Tope : (sensor)!

Ardy : Aduh yang ini disensor ya ini nanti disangka PKI.

Interview oleh: Raufina Zahra & Ridho Rakhmatullah

Foto oleh: Mutiara Fakhrani

Tags:

You Might also Like

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *