LOADING

Type to search

Film Pilihan: And So We Put Goldfish In The pool

SELECTION

Film Pilihan: And So We Put Goldfish In The pool

Share

“From the day we were born here, we might as well have been dead” kutipan tersebut adalah salah satu narasi dari film pendek yang kami pilih untuk Film Pilihan edisi kali, sebuah pesan jujur yang suram yang keluar dari pikiran seorang gadis berusia 15 tahun. Kebosanan dan kekecewaan akan hidup yang monoton menjadi tema utama dari And So We Put Goldfish in the Pool, sebuah film pendek dari sutradara Jepang, Makoto Nagahisa. Film yang memenangkan kategori Short Film Grand Jury Prize di ajang Sundance Film Festival ini akhirnya dirilis secara online sejak April lalu untuk kita nikmati bersama.

Ditulis sendiri oleh Nagahisa, film ini diangkat dari kisah nyata di tahun 2012. Premis film ini adalah empat gadis rebel berusia 15 tahun yang melepaskan 400 ikan mas ke kolam renang SMA mereka di Saitama, Jepang. Apa yang terjadi kepada gadis-gadis itu di 48 jam sebelum kejadian tersebut? Mengapa mereka melepaskan ikan mas ke kolam renang? film berdurasi 28 menit ini akan bercerita tentang emosi dan motif mereka melakukan itu.

Review:

Apa yang menarik dari film ini adalah kombinasi style yang unik pada tiap scene-nya, film pendek ini seperti menjadi reinkarnasi sempurna dari Love and Pop karya Hideaki Anno yang juga menjadi terobosan dan membawa gelombang new wave di dunia sinema Jepang pada masanya. Keunggulan lain ada pada naskahnya yang sederhana tetapi sangat nyentrik, kita akan mendapati narasi dingin dibalik adegan-adegan yang ceria hampir di sepanjang film. Film ini tidak menawarkan naskah yang dramatis, namun bukan berarti Nagahisa tidak meninggalkan nilai dan makna yang mendalam. Naskahnya cerdas, lugas, sedikit sarkastik namun tetap menyentuh. Tentu kita akan sangat mendukung film yang mengeksplorasi tentang remaja yang mengalami krisis eksistensi tetapi masih tetap bahagia pada scene karaoke bukan?

 

And_So_We_Put_Goldfish_In_The_Pool_2-1540x866

Sebagai sebuah film coming of age keputusan Nagahisa menjadi sangat menarik ketika ia berani membawa absurditas, diskusi tentang seks, perspektif orang dewasa tentang human relationship, sampai hal-hal surealis seperti melihat masa depan. Dibagi menjadi beberapa chapter, film ini menunjukan kepada kita bagaimana kehidupan para ABG perempuan yang dibalik kehidupan normal yang mereka alami, ada sesuatu yang mengganggu dan menjengkelkan yang dapat ditemukan setiap harinya dan bagaimana film ini mengolah semua itu dengan gaya yang quirky tetapi masih menyentuh batas-batas rasional.

Dengan setting yang mengambil daerah suburban Jepang ditambah dengan metode editing dan scoring yang sangat ketat di setiap scene-nya, membuat ‘And So We Put Goldfish in the Pool’ menjadi salah satu film pendek terbaik yang memberikan pengalaman spiritual yang menyenangkan.

That’s one fuckin eclectic style you’ve got there, Mr. Nagahisa!

Foto: Youtube (Sundance Winner: And So We Put Goldfish In The Pool)

Tags:

You Might also Like

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *