LOADING

Type to search

Film-film Pilihan: FRIEND WITH BENEFITS???

FEATURED SELECTION

Film-film Pilihan: FRIEND WITH BENEFITS???

INCOTIVE 12/08/2018
Share

Teks: Deliani Darma Freskya
Ilustrasi: Mutiara Fakhrani

Dalam Film pilihan Incotive kali ini akan memberikan rekomendasi film berkaitan dengan friend with benefit atau yang biasa dikenal sebagai fwb. Ulala! Siapa yang kesini karna pernah punya hubungan friend with benefit? Udah deh, ngaku aja jangan maloe. Lagian apasih fwb atau friends with benefits itu kok sampe malu ngaku gitu?

Mungkin yang akan terbersit dibenak kalian ketika mendengar friend with benefit itu adalah tiga hal; sex, sex, dan sex. Ringkasnya satu hal, iya, SEX. Lantas apa film pilihan ini akan mengantarkan kalian pada film – film semi penuh esek – esek? Sebentar, sabar.

Sebelum kebablasan, eh, sebelum semakin jauh, kalian harus tau dulu apasih sebenarnya hakikat friend with benefits ini menurut akidah bahasa dan ahli psikologi.

Okay! Kita mulai dari bahasa. Jika kita translate kan ke bahasa Indonesia, friend with benefits memiliki arti friend = teman, with = dengan dan benefit = manfaat, jadi jika disatukan friend with benefits memiliki arti dalam bahasa indoneisa adalah teman dengan manfaat atau ‘memanfaatkan teman’ atau teman yang memiliki manfaat?

“Yaelah gitu doang juga gua tau”

Yang jadi pertanyaannya, dimana unsur sex dari friend with benefit? Padahal yang kebanyakan orang tahu, friend with benefit itu salah satu istilah untuk ‘hubungan tanpa komitmen yang hanya berfokus pada kontak fisik saja a.k.a sex’, mudahnya “gak pacaran tapi cuma ‘begituan’ doang”.

Unsur sex dalam friend with benefits mungkin lebih merujuk pada kata benefit yang memiliki makna yang ambigu. Benefit atau ‘manfaat’ disini bisa beragam, mulai dari manfaat biologis seperti sex, keuntungan relasi dan status sosial, bahkan manfaat yang menghasilkan materi seperti uang. Jadi sebenarnya friend with benefits ini bisa berarti teman dengan manfaat yang tidak sebatas seks bukan?

Mengutip kata – kata dari Suzanne Lachmann Psy.D. dalam tulisannya “What It Really Means to Be ‘Friends With Benefits’” yang dirilis pada Psychologytoday tahun 2015 lalu,

“When entering a new arrangement, calling it FWB is confusing because it doesn’t reflect the complicated nature of what you’re trying to create, especially if it’s with someone you barely know.”

Secara singkat, tulisan Lachmann ingin menggaris beratkan pada kata ‘teman’ dalam friend with benefits. Menurutnya teman itu adalah seseorang yang berkembang bersama kita dalam pengalaman, situasi, lingkungan dan interest yang sama. Jadi, jika kalian dari awal memang mencari friend with benefits atau singkatnya sex atau benefit-nya saja “you’ve forcing a new potential relationship into a box that may not fit, with a label that may misrepresent it.”

So, kesimpulannya film pilihan kali ini akan menggiring kalian pada berbagai macam hubungan friend with benefits dengan keuntungan yang bermacam – macam. Sebuah hubungan yang sedari awal memang mencari teman hanya untuk sebuah manfaat; status sosial a.k.a social-climber, uang dan sex tentunya. Sebuah karya – karya fiksi layar lebar yang akan mengantarkan kalian untuk mengenal lebih jauh tentang friend with benefit dalam konotasi yang tidak hanya sex.

Berikut adalah kilasan persuasi singkat mengenai film pilihan yang ada. Saya akan memberikan kategori urutan dari film komersil, film jadul yang diremake, sampai film non-komersil/festival. Enjoy!

Focus (2015)

Siapkan diri kalian untuk tidak tercuri! Yap, kalian harus fokus!

Jangan tergoda oleh pesona Margot Robbie dan Will Smith difilm ini, karna ternyata mereka adalah penipu atau pencuri atau lebih jelasnya pencopet kelas kakap. Bukan pencuri sistem besar dengan aksi tembak – tembakan, tapi benar – benar pencuri dompet, jam dan perintilan lain dengan trick yang jenius.

Film garapan Warner Bros Pictures yang disutradari oleh Glenn Ficarra dan John Requa ini akan berhasil membuat ‘never lose focus’ menjadi sebuah jargon yang terus diingatkan tapi akan tetap sulit diinterpretasikan pada film ini. Sebuah film dengan plot-twist yang sepanjang alurnya memberikan banyak ketegangan yang membuat saya harcem a.k.a harap – harap cemas, deg-deg-an parah chuy! Film yang membuat ketenangan psikologis saya tertanggu, padahal sama sekali tidak ada aksi kejar kejaran atau tembakan – tembakan, sekali lagi yang ada hanya trik – trik mind-fuck yang jenius.

Merasa siap untuk tidak tertipu? Kalau begitu, siapkan diri untuk menebak trik trik yang ada.

Genre: Comedy, Crime, Drama

Runer Runer (2013)

Jengah karna tidak berhasil mendapatkan gelar Best Actor setelah berkali kali masuk nominasi, akhirnya Leonardo DiCaprio memilih beralih profesi menjadi produser film. Jika ini adalah line tudey mungkin kalimat diatas menjadi sebuah headline utama sebuah marketing film.

Leonardo DiCaprio memang menjadi produser dalam film ini, namun bukan disitu sisi menarik film Runer Runer ini. Ben Affleck dan Justin Timberlake juga bukan sorotan utama yang bisa dijual dalam film ini. Karya 20th Century Fox ini menarik karna bagian naratifnya berdasarkan kehidupan Nat Arem seorang pemain kartu professional yang membantu kecurangan tak tersorot dalam pemainan kartu online menggunakan metode statistik untuk menganalisis ribuan permainan. Sosok Nat Arem ini akan diadaptasi menjadi karakter Richie Furst yang diperankan oleh Justin Timberlake.

Premisnya diatas nantinya akan menghasilkan konflik yang mengajak kita untuk menebak siapa tokoh protagonis lain selain Justin Timberlake? Siapa yang harus Justin percaya? Alhasil film ini berhasil membuat saya gereget dan bingung.

Yang suka dibikin gereget, boleh nikmati sensasi gereget film Runer, Runer ini. Teruntuk kalian yang suka juga dibikin gereget waktu main judi online? Yuk, belajar sama abang Justin Timberlake.

Genre: Crime, Thriller

Point Break (1991)

Siapa yang rindu dengan Keanu Reeves ketika masih muda? Jika kalian baru mengenal Keanu Reeves sebagai John Wick dan langsung jatuh cinta, kalian akan dibuat jatuh cinta bertubi – tubi dengan Keanu Reeves ketika berperan sebagai Johnny Utah pada Point Break. Bagaimana tidak? Dalam film ini Keanu Reeves mendapatkan penghargaan sebagai Most Desirable Male pada MTV Movie Award 1992. Ulala.

Dua pertanyaan lagi, sebelum terjun untuk find your breaking point.

Siapa diantara kalian yang memang para underrated-movie-hunter? Teruntuk tribe manusia yang suka mencari film underrated seperti kalian, Point Break jawabannya. Terakhir, siapa diantara kalian yang gak suka film jadulnya? Point Break (2015) jawabannya. Sebuah oase bagi kalian – kalian yang ingin menikmati cinematography yang lebih gila.

Tapi teruntuk kalian yang ingin melihat Keanu Reeves melakukan aksi – aksi menantang yang keren ketika berperan sebagai agen FBI dalam menaklukan para ‘robin-hood’, kalian diwajibkan menonton versi jadul tahun 1991, dan jika kalian pecinta film jadul supaya lebih dikatain anak vintage banget disarankan untuk menonton versi 1991-nya juga.

Kalau begitu selamat berselancar dan terjun dalam aksi Keanu Reeves. Oke ralat, selamat berselancar dan terjun dalam aksi menegangkan penuh konflik batin dalam Point Break.

Genre: Action, Crime, Thriller

Almost Famous (2000)

Bagi kalian – kalian yang bosan melihat Warner Bros atau 20th Fox Century diawal film yang kalian tonton, mari beralih sejenak pada film yang tayang dalam Festival Film International Toronto.

Almost Famous, sebuah karya film festival yang akan menuntun kita masuk dalam dunia perjunalisan sekaligus dunia musik. Tidak tanggung – tanggung, media cetak yang disebutkan dalam film ini adalah media cetak sekelas Rolling Stones dan band legendary sekelas Black Sabbath. Sehingga Almost Famous akan sangat terasa dekat dengan kalian, wahai para pejuang jurnalistik.

Jadi seorang jurnalis itu kadang berat, dilan doang mah gak kuat. Sebuah kisah dilematis seorang jurnalis, dimana ia harus memilih menulis kebenaran dengan banyaknya tekanan yang membuatnya bimbang.

Jujur saya pusing melihat urutan penghargaan dalam film ini, banyak banget plis! Menurut situs IMDb, film Almost Famous ini mendapatkan 103 nominasi penghargaan dan memenangkan 52 dari nominasi yang didapatkan. Bisa kalian bayangkan sendiri? Sungguh saya tidak sanggup jika harus menyebutkan semua penghargaan yang diraih oleh Almost Famous ini.

Genre: Adventure, Comedy, Drama

Sleeping With Other People (2015)

Wes! Santai dulu. Denger kata sleeping aja langsung semangat searching. Tapi, kalau kalian memang mau langsung nonton film ini juga gak ada larangannya sih. Film ini wajib hukum-nya buat kalian yang terlalu kemakan sama tribe FWB dari film Friends With Benefits (2011) milik Mila Kunis & Justin Timberlake dan No String Attached (2011) milik Natalie Portman & Ashton Kutcher.

Sleeping With Other People ini pertama kali ditayangkan pada Sundance Film Festival tahun 2015 silam. Jadi wajar saja jika plot yang disajikan tidak seringan film komersil seperti Friends With Benefits dan No String Attached meskipun ketiganya memiliki premis yang agak serupa. Sebuah karya fiksi yang terasa sangat dekat dengan kita karna mampu membangun suasana serealistis mungkin.

Acting dari Alison Brie yang berperan sebagai Lainey, sungguh dapat menginterpretasikan rasa hanya dengan ekspresi dan gesture se realistis mungkin, pas, tidak lebih dan tidak kurang. Percayalah, kalian terbawa dengan suasa rasa yang dibangun oleh sosok Lainey. Saya sendiri seakan dapat merasakan apa yang dirasakan Lainey.

Jika kalian ingin dibawa untuk merasakan apa yang Lainey rasakan, kalian bisa langsung saksikan di situs – situs streaming kesayangan anda!

Genre: Comedy, Drama, Romance

PENUTUP

Setelah kenyang menonton playlist movie diatas, semoga kalian makin jago. Makin jago apanich??? Ya, makin jago dalam membuka mata seluas – luasnya akan segala fenomena pop-culture geng, emang jago apa yang kalian harapin bakal saya tulis? Hohoho.

Playlist movie diatas diharapkan dapat menjabarkan secara tersirat apa yang coba saya sampaikan pada BAB I. Karya – karya jenius yang tidak hanya akan membawa kalian hanyut dalam dunia fiksi jenius, namun memberikan esensi akan krisis makna yang ada dalam istilah friend with benefit.

Begitu kiranya yang dapat saya sampaikan, kurang dan lebihnya mohon dimaafkan karna kesempurnaan hanya milik Tuhan dan netisyen.

Tags:

You Might also Like

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *