LOADING

Type to search

Yesterday: Film Menyenangkan dengan Segudang Potensi yang Terbuang

FEATURED SELECTION

Yesterday: Film Menyenangkan dengan Segudang Potensi yang Terbuang

INCOTIVE 15/07/2019
Share

Teks oleh Alfan Atharik
Ilustrasi oleh Rafii Mulya

“They’re the Beatles for the 21st Century, a global pop sensation that generates mania and devotion in equal measure.”  BBC”

Media sekelas BBC nekat untuk menyandingkan Bangtan Boys dengan the Boys from Liverpool, The Beatles. Bagi saya yang lumayan menggilai The Beatles, kutipan ini cukup menyinggung. Menurut saya belum atau bahkan tidak akan ada grup band lain yang akan se- Influential John, Paul, George dan Ringo. Apalagi 7 laki laki yang lincah ini. Untung penggemar The Beatles tidak seagresif kubu sebelah dalam membela junjungannya.

Tapi props to BTS. Anggotanya yang bernama Suga merespon kutipan BBC tersebut dengan sangat cerdas dan tidak menyinggung siapapun. Terima kasih Mas Suga!

“Terima kasih sudah melihatnya seperti itu. Banyak orang menyebut kami ‘The Beatles abad ke-21’ dan itu merupakan kehormatan besar sekaligus beban,”

Photo: Big Hit Entertainment

Ya, disamakan oleh The Beatles akan menjadi suatu kehormatan besar, tetapi sebenarnya kutipan BBC ini jika dipahami secara menyeluruh memang ada benarnya juga. Secara gaya panggung dan musikalitas, dibanding BTS rasanya The Changcuters lebih layak bila disandingkan dengan The Beatles. Akan tetapi secara pengaruh, BTS memang menjadi sensasi interlokal. BTS membawa genre musik yang memiliki penikmat di seluruh dunia.

Tidak mengejutkan jika banyak musisi yang disandingkan dengan The Beatles, karena ya memang kiblat musiknya berangkat dari The Beatles. Seumur hidup, saya belum pernah mendengar seorang musisi yang membenci The Beatles. Dari Dave Grohl hingga Dave Bayu, hampir semua musisi modern pasti terinspirasi dari The Beatles. Dari kerasnya “Helter Skelter” dan lembutnya “Blackbird” pasti mempengaruhi semua musisi dari berbagai genre.

Berbicara modern, saya kurang paham apakah generasi modern masih mendengarkan The Beatles atau tidak. Asumsi saya banyak dari kita yang langsung membuka Youtube untuk mencari lagu “Don’t Stop Me Now” setelah performa menawan dari Rami Malik di Film Bohemian Rhapsody. Termasuk saya hahaha.. Don’t Judge me. Saya suka Queen dan cukup hafal 5-6 lagu dari Queen. Tetapi setelah menonton Bohemian Rhapsody dan mendengar lagu Don’t Stop Me Now dan Somebody To Love, saya mendengarkan 2 lagu itu setiap hari selama 3 minggu.

Saya harap pengaruh yang sama akan menerap kepada anda setelah menonton film Yesterday. Jack Malik yang diperankan oleh Himesh Patel akan membawakan lagu-lagu The Beatles yang ikonik. Berbeda dari film musikal Across the Universe, Film ini memiliki premis yang sangat menarik. Bagaimana jika kamu satu-satunya orang yang mengingat The Beatles? Tidak terbayangkan kan? Nah, Danny Boyle yang juga pernah menyutradarai Slumdog Millionaire akan memberi gambaran akan hal itu.

Sebelum saya mengulas, saya ingin memaparkan bahwa Yesterday mendapatkan banyak review negatif Di Rotten Tomatoes. Keluhan yang tidak bisa saya tolak karena memang benar adanya. Minimnya pengembangan karakter, alur yang terlalu cepat dan komedi yang nanggung memang tersaji dalam film. Tetapi film ini tetap menyenangkan kok, Not Bohemian Rhapsody good, but still good.

Berkisah tentang Jack Malik (Himesh Patel) Seorang musisi yang putus asa dan hampir menyerah dengan karirnya yang medioker. Long short story, Jack menjadi satu satunya manusia di bumi ini yang mengetahui tentang The Beatles dan meniti karir lagi karena hal itu. Ini bukan spoiler dari saya, tetapi dari trailernya. God, I hate a movie trailer that spill the whole story.

Beberapa menit awal film Yesterday terasa terburu-buru. Saya belum bisa memahami Jack Malik secara mendalam. Karakter film adalah perantara antara isi film dan penonton. Film dengan durasi 116 menit ini memiliki alur yang terlalu cepat membuat saya tidak bisa merasakan apa yang Jack Malik rasakan. Akting dari Himesh Patel cukup baik dan menyenangkan. Cuma ya gitu, the character itself is kind a bland.

Komedi sitcom yang agak cringe memang mungkin mengganggu beberapa orang, tapi bagi saya yang dewasa bersama “Bajaj Bajuri”, “Suite Life of Zack and Cody” dan “How I Met Your Mother”. Komedi yang disajikan cukup menyenangkan dan membuat saya kesemsem senyum sendiri. The comedy is not everyone cup of tea.

Saya kira Cameo dari Ed Sheeran dan James Corden bertujuan untuk menambahkan Brand Awareness saja. Salah satu dari mereka memiliki peran penting dalam karir Jack Malik, tetapi lagi lagi karakternya tidak berasa. Ulasan negatif dari saya adalah film ini kekurangan jiwanya.

Tetapi jangan mengurungkan niat kamu untuk menonton film ini. Beberapa lagu legendaris The Beatles seperti Help! dan Let It Be akan terdengar di film yang berlatar di Liverpool ini. Di studio 3 di Grand Indonesia saya mendengar beberapa orang bersenandung, pengalaman yang seru.

Penampilan Lily Allen juga cukup ciamik, semua laki laki butuh sosok wanita ang suportif seperti Ellie, dan menurut saya sahabat terdekat Jack ini merupakan tokoh terbaik dalam film ini.

Keunggulan film ini adalah premis tentang hilangnya The Beatles dari muka bumi. Seharusnya plot Yesterday dapat dikembangkan lebih baik lagi, soalnya endingnya.. Ya gitu deh.., endingnya grasa-grusu.

Jadi apakah film ini layak ditonton dibanding pesaingnya yang lebih terlihat superior? Iya, karena Yesterday adalah film sederhana yang menyenangkan, tidak lebih. Yang disayangkan adalah konsep dari film ini bisa dikembangkan lebih dalam lagi. Potensi yang terbuang.

Incotive rating: 7.4/10

Tags:

You Might also Like

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *