LOADING

Type to search

FOODWISE: Semangkuk Peranakan yang Membentuk Kari Lam Gang Gloria

FEATURED SELECTION

FOODWISE: Semangkuk Peranakan yang Membentuk Kari Lam Gang Gloria

Nadira Qanita 23/09/2018
Share

Cina dan India masuk ke dalam daftar peradaban tertua di dunia. Pengaruh dua kebudayaan tersebut tersebar luas di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Pengaruh India sudah menjajaki Indonesia bukan sejak MD Entertainment ada, tetapi sejak abad pertama, menurut buku “The Indian Religions in Pre-Islamic Indonesia and Their Survival in Bali” karya J. Gonda. Selain mengadaptasi dari segi hiburan, komoditas dagang, dan kosa kata sansekerta, Indonesia juga sangat mengadaptasi perihal masak-memasak dan makanan. Seperti bawang-bawangan, ketumbar, jintan, jahe, dan santan adalah buah dari puncak kenikmatan masakan Nusantara, yang berasal dari India.

Sementara, pengaruh Cina masuk ke Indonesia abad 2 SM pada masa Dinasti Han, yang saat itu Indonesia dikenal dengan sebutan Huang-Tse. Jadi, bukan sejak Liem Sioe Liong mendirikan pabrik digdaya nan agung pembuat mi instan sobat keputusasaan kita semua ya! Yang dikambing hitamkan pak Menteri Pertanian, yang katanya konsumsi beras kita menurun gara-gara kita bergeser ke mi instan.

Ya sudah. Tempo hari perut saya mengalami insureksi hebat, yang akhirnya membuat saya mencari asupan karbohidrat.

 

Ready Set Unwrap

Saya mendatangi Kari Lam Gang Gloria yang berada di kawasan peranakan, Petak Sembilan. Kari lam adalah makanan yang menginduk betul pada masakan Cina dan India, karena akulturasi antara bihun dan kari. Restoran ini hanya menjual dua menu, yaitu kari lam ayam dan kari lam sapi masing-masing seharga Rp. 45.000,-.

Dalam series Confucious Was a Foodie episode “Long for Life, Food of Legends”, bihun merupakan derivasi dari mi, dan mi adalah derivasi dari kue bantat Dinasti Han, 220 SM. Kue bantat ini biasa dijadikan kondimen raja-raja Dinasti Han ketika makan sup. Lalu, resep tersebut dikembangkan pada masa Dinasti Song dengan mulai menggunakan tepung jagung, tepung kacang hijau, dan tepung beras. Kemudian pada masa Dinasti Yuan abad 13, ditemukanlah teknik lamian—putar, tarik, lipat adonanyang akhirnya dikenal sebagai mian atau mi seperti sekarang. Kini, mi dimodifikasi menjadi bentuk lain seperti kwetiau, misoa, dan bihun. Sementara kari berasal dari bahasa Tamil, yang artinya “saus dengan berbagai macam rempah” yang dahulu digunakan untuk mengungkep sayuran dan daging. Namun sebenarnya, perkembangan kari juga dibantu oleh koloni Inggris yang menghasilkan kari podi atau curry powder agar siap dibawa menjajah.

 

Where to Quest?

Kari Lam Gang Gloria terletak di Gang Gloria, Jalan Pintu Besar Selatan nomor 71, Kota Tua, Pinangsia, Jakarta Barat. Untuk menikmati kari lam ini gampang. Pertama, masuk dari Gang Gloria yang pasti disapa oleh tukang manisan pala. Kemudian, melewati Bakmi Amoy yang minta ampun aromanya. Lalu, melewati tukang CD bajakan yang biasanya memutar lagu kanton pop, tapi tak jarang juga new wave. Terakhir, melewati tukang buah, toko ham, dan sampai.

Etalase Kari Lam menyatu dengan pedagang lainnya, antara lain pempek, cakwe & kue bantal, asinan ham, Mi Kangkung Si Jangkung, dan Kopi Gayo. Suasana di sana terasa hangat. Sambil makan kari lam, kamu akan ditemani hiruk pikuk pasar dan percakapan peranakan multi bahasa khas Gang Gloria.

 

Tastebuds

Jejaring karbohidrat bihun jagung, yang disiram kuah kari, dan digelondongi daging, membentuk kari lam sapi dan kari lam ayam yang masing-masing saya pesan satu. Singkirkan bayangan kalau kalian bakal merasakan kari yang kental, gurih, pedas lada, dan medok. Berbeda dengan kari ala India dan kari ala Nusantara, rasa kari lam yang mana kari ala Cina, lebih sederhana dengan kuahnya yang light tetapi sarat rempah, serta konsistensi yang agak cair. Selain itu, kari lam tidak begitu didominasi santan, melainkan ada gerusan kemiri yang memberi aksen “manis santan” pada kuahnya. Nah biasanya, ketika masakan Cina sudah terakulturasi masakan Indonesia (peranakan), vetsin sebagai inti kelezatan berperan besar untuk memperkuat rasa. Namun, kari lam memiliki rasa gurih yang wajar,  bukan yang menohok sampai ke pangkal tenggorokan.

Perihal daging, keduanya sangat empuk. Daging sapinya lembut, mudah digigit, dan tidak seperti karet. Daging sapinya dimarinasi oleh bumbu di baki terpisah, membuatnya lebih gurih ketimbang kuah karinya. Sehingga ketika dimakan bersamaan, rasanya sangat seimbang. Sementara ayamnya, lebih kepada ayam opor yang biasa ditemui dalam sepiring lontong cap go meh. Bagaimanapun, ayamnya sangat empuk sampai-sampai lepas dari tulangnya. Dan, alih-alih menggunakan bihun beras yang teksturnya kenyal, Kari Lam menggunakan bihun jagung. Membuat rasanya semakin spesial, dan agak starchy.

Sekian, kalau lapar jangan ditahan-tahan. Ingat, “Perut lapar lebih berbahaya daripada kebangkitan hantu-hantu yang tidak perlu” !!!!!

Tags:

You Might also Like

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *