LOADING

Type to search

FOODWISE: 1930 dan Tetap Relevan, Warung Kopi Purnama

FEATURED SELECTION

FOODWISE: 1930 dan Tetap Relevan, Warung Kopi Purnama

INCOTIVE 27/04/2019
Share

Teks dan foto oleh Alfan Ahmad Atharik

“Bisnis kuliner seperti Kopi Purnama ini contoh usaha yang mampu bertahan hingga puluhan tahun dan tidak terpengaruh resesi ekonomi. Kuliner menjadi primadona bisnis di tahun-tahun mendatang,”

Begitulah ucapan Salahudin, seorang politikus kawakan berwajah tampan idola emak-emak. Beliau memang sedang berkelana ke seluruh penjuru nusantara untuk memperkenalkan visi misi dan diri. Maklum, dia memang tergolong politikus anyar, tetapi tidak dengan Warung Kopi Purnama. Kedai kopi ini bukan kedai kopi yang baru di Bandung, kedai kopi yang terletak di Jalan Alkateri ini sudah berdiri sejak 1930-an. Puluhan tahun dan masih menyajikan kopi kualitas wahid. Pak Salahudin ini berarti mencicipi kopi yang sama yang dinikmati oleh meneer belanda di zamannya. Oh iya, FYI, Warung kopi ini tidak berafiliasi dengan Bapak Basuki Tjahaja Purnama yang di kalahkan oleh Pak Salahudin tahun lalu, kesamaan nama hanya kebetulan belaka.

Beberapa hari yang lalu, saya dan empat rekan saya sedang mencari tempat untuk menyelesaikan pekerjaan yang memerlukan Wi-fi, meja, kursi dan segelas kopi hangat tentunya. Sudah menjadi kebiasaan kami untuk kebingungan memilih tempat untuk menyelesaikan tugas kampus ataupun sekedar bercengkrama. Pada sore itu tempat yang menjadi destinasi kami adalah Warung Kopi Purnama. Cocok buat nugas, tempat dengan estetika vintage serta harga yang oke, kopinya yang kesohor pun menjadi faktor kami untuk langsung meluncur ke Jalan Alkateri.

Ready, Set, Unwrap.

Saat pertama kali kami tiba di Kopi Purnama, terlihat banyak sekali om-tante dan kakek-nenek sedang berbincang ria bersama secangkir kopi dan cemilan yang menemani. Saya baru ngeh ternyata kedai kopi legendaris ini mirip dengan kedai kopi tiam yang lebih lumrah ditemukan di Singapura.

Kopitiam yang sebenarnya berarti ‘kedai kopi’, diambil dari bahasa Malaysia untuk Kopi yang berarti kopi dan bahasa dialek Hokkien untuk tiam yang berarti kedai ini berasal dari tanah Malaysia dan Singapura yang waktu itu masih diduduki Koloni Inggris. Kopitiam berasal dari kata Kopi dan Tiam yang artinya kedai kopi, mereka hanya menyajikan kopi, teh, roti bakar untuk sarapan. Kopitiam di negara asalnya sendiri sudah sangat umum dan menjamur layaknya warteg di negara kita.

Kembali lagi kita bahas tentang Kopi Purnama, kami duduk di salah satu smoking area, tempatnya cukup luas dan memiliki suasana yang klasik, ada 3 area yang berbeda. Tanpa informasi pun kita dapat mengetahui bahwa kedai kopi ini sudah berumur. Beberapa foto Kota Bandung di masa lalu terpampang di dinding. Di sini kami lihat memang jarang sekali ada yang membuka laptop. Umumnya para pengunjung hanya berbincang serius ataupun bercanda, suasana ini yang agak jarang kita temukan di kedai kopi modern. Tapi jangan khawatir, di sini menyediakan wifi yang lancar dan colokan walaupun tidak banyak.

Sedikit informasi, ada 2 suasana yang bisa kalian pilih, jika ingin suasana yang riuh dan hangat cobalah datang pagi hari, sekitar pukul 8. Jika kalian datang saat hari libur mungkin kalian harus menunggu 15 menit untuk mendapatkan meja. Jika kalian tidak menyukai tempat yang agak ramai, datanglah sekitar siang atau sore, cocok untuk kalian kawula muda penubruk kopi. penikmat senja.

Where to Quest

Saat kita dikelilingi oleh ruko yang menjual karpet dan bahan tekstil lainnya, besar kemungkinan kalian ada di jalan yang tepat. Jalan Alkateri nomor 22 adalah alamat yang harus kita cari jika ingin menikmati Kopi Susu Purnama yang legendaris.

Untuk kalian yang menggunakan mobil, mencari tempat ini akan sedikit kompleks karena akses jalan alkateri yang hanya bisa di lewati dari Jalan Asia Afrika. Kalian harus melewati alun alun bandung lalu tetap berada di jalur kanan sembari mencari Hotel Golden Flower, karena tepat sebelum Hotel Golden Flower ada belokan kecil, itulah Jalan Alkateri. Rintangan kedua untuk masuk ke salah satu destinasi kuliner legendaris di bandung ini yaitu mencari parkir.

Warung Kopi Purnama terletak di pinggir Jalan Alkateri yang Hareurin dan lumayan padat, jika sedang sial mungkin kalian harus memarkir kendaraan kalian dijalan lain. Lain cerita jika kalian membawa motor, akses dari jalan manapun akan lebih mudah. Jalan yang satu arah mungkin bisa terobos aja lah ya..

Tastebuds.

Menunya sangat variatif, harganya cukup terjangkau, beberapa menu agak overprice tapi terbayar kok dengan suasananya yang sangat cozy dan sedikit riuh karena perbincangan om-tante-kakek-nenek tadi. Akhirnya kami memesan Kopi Susu Purnama dam Roti Selai Srikaya yang legendaris itu, ditambah Nasi Goreng Purnama dan Es Coklat.

Saat pesanan kami datang kalimat yang terdengar di benak saya adalah “Astaga, standar sekali” Nasi Goreng Purnama-nya terlihat biasa saja dengan sosis yang saya tebak adalah Sosis Vida. Kopi Susu yang terlihat seperti Kopi Susu ABC membuat saya bergumam dalam hati “Bagaimana caranya tempat ini bisa ramai tiap harinya?”. Satu-satunya hidangan yang benar benar terlihat menarik adalah selai srikaya yang terlihat kental dan manis. Coklat dinginnya mah ya..  Oke lah ya. Tapi benar saja pesan dari guru saya “Jangan nilai orang dari luarnya saja, kamu tidak tahu apa yang dia lalui dan seberapa hebat dirinya”.

“Kami tetap menjaga dan mempertahankan resep asli dengan cita rasa, kualitasdan suasana hiruk pikuk serta kekeluargaan dengan bangunan dan meja kursi yang asli dari jaman dahulu yang memberikan kesan dan kenangan tersendiri”

Ampuni saya tuhan Kopi dan Nasi Goreng. Salah satu Kopi Susu terenak yang pernah saya teguk. Top 5 in my list. Saya lumayan sering mencoba kopi susu di berbagai kedai kopi di Bandung, ya karena di menu kopi susu biasanya paling murah. Beberapa kopi susu yang saya coba rasanya mirip-mirip dan kurang berkarakter. Kopi Susu dari Bandung ini tidak seperti itu mba, mas. Tampilan yang sederhana memang menipu, saat saya coba menyeruput Kopi Susu dari sendoknya. Kopi ini punya rasa yang unik. Manis, sedikit pahit dan gurih. Iya, Gurih. Rasa kopi yang menarik, ornamen yang sudah berumur. Semua aspek itu seperti sedang bercerita ke saya, kalian buktikan sendiri sebaiknya.

Nasi Gorengnya juga tidak main-main, saat suapan pertama saya menyesal meremehkan Nasi Goreng ini. Tanpa dilebih-lebihkan ini adalah rasa nasi goreng yang baru bagi saya. Saya bergumam dan bertanya ke rekan-rekan saya “Ini pake bumbu apa ya, rasanya unik”. Lalu rekan saya menjelaskan bahwa nasi goreng ini menggunakan terasi. Entah umum atau tidak, tapi Nasi Goreng menggunakan terasi ini adalah kombinasi yang kacau. Saya anjurkan untuk mencicipi Nasi Goreng ini di Warung Kopi Purnama. Kalau sosisnya emang Vida kayaknya.

Roti Selai Sarikaya (Homemade) juga sedap. Rumornya roti ini sangat lembut dan selai srikayanya memiliki rasa istimewa. Ternyata benar saja, Rotinya sangat lembut tetapi tetap padat, selai srikaya yang homemade ini rasanya berkualitas, mungkin resepnya sudah berumur 80 tahun lebih. Ohiya, Saya iseng mencelupkan roti kukus tersebut ke cangkir kopi susu saya dan rasanya semakin nikmat! Manis, Gurih and a bit bitter after taste.

Coklat dinginnya mah ya..  Oke lah ya..

Taste: 8.8/10

Place: 8.7/10

Price: 8.5/10

Ambience: 9/10

Service: 8.5/10

Foodwise Rating: 8.7/10

Tags:

You Might also Like

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *