LOADING

Type to search

Incotive’s Best Person of the Year: Najwa Shihab

SELECTION

Incotive’s Best Person of the Year: Najwa Shihab

Adam 29/12/2017
Share

ilustrasi oleh Marco Hanif Samudro

Putaran tahun 2017 akan segera berakhir. Terlalu banyak peristiwa yang telah kita lewati, begitu juga aktor dibalik peristiwa tersebut. Lupakan teriakan lantang menentang Ahok, dan drama Setya Novanto yang nyatanya punya skenario lebih matang dibanding film milik Joko Anwar atau Garin Nugroho. Kita masih punya banyak harapan diluar politik berak kucing itu.

Sebagai contoh, kita harus bangga punya The S.I.G.I.T yang sudah bosan keliling Australia atau singgah di Malaysia. Diikuti Kelompok Penerbang Roket yang terus melesat ke angkasa lewat teriakan lantangnya. Ada HEALS yang siap mewarnai Singapura lewat Laneway Festival Januari mendatang. Jeruji, band Punk Hardcore asal Bandung yang menyambangi 20 titik di Eropa dengan isu marjinalitas. Barasuara yang tiba-tiba datang dengan ledakannya. Karinding Attack, sebuah grup musik yang menonjolkan karinding sebagai alat musik tradisional asal Jawa Barat yang dipadukan dengan sentuhan metal juga baru saja kembali ke Indonesia setelah melakukan tur di Eropa. Balawan, seorang gitaris asal Bali yang mondar-mandir keliling dunia untuk menunjukan musik gamelan asli Indonesia. Pengabdi Setan yang telah diputar di bios… Ah, lupakan. Terlalu banyak hal-hal yang patut jadi panutan di tahun 2017 ini.

Berhubung Incotive adalah kolektif independen berbasis media, maka, mari kita lihat dari sisi jurnalistik (maksaaaaaa guys!). Rosihan Anwar, Sudjiwo Tejo, Muchtar Lubis, Goenawan Mohamad, Jakob Oetama, Karni Ilyas, Andy Noya. Ah, you name it. Tunggu! Rosiana Silalahi? Hehehe, nampaknya saat ini dia akan lebih senang jika dipanggil sebagai calon Walikota. Tapi kalau melihat tahun 2017, ada satu nama jurnalis yang sepertinya menarik untuk digaris bawahi. Bagi anda yang sering nangkring di depan televisi setiap hari Rabu pukul 8 malam di saluran Met*ro TV, maka anda akan mengenal baik sosok yang satu ini. Betul, Uya Kuya. Eh, bukan… maksud saya adalah Najwa Shihab. Iya, Najwa Shihab, bukan Uya Kuya, maaf-maaf.

Najwa Shihab, sebagai tuan rumah Mata Najwa, merupakan pembawa acara salah satu program televisi yang paling banyak diminati karena katanya dapat membuka wawasan dan membuka warung. Selain suguhan puisi berima a la Mbak Nana (panggilan sayangnya), Mata Najwa punya teknik tersendiri untuk membuka aib narasumbernya. Hal tersebut juga yang sepertinya membuat Mata Najwa harus berhenti siaran karena punya program saingan yang sama-sama jago membuka aib, Rumah Uya. Iya, ini betulan program milik Uya Kuya. Well anyway, kenapa Najwa Shihab? Mari kita bedah.

Lahir di Makassar, anak dari Quraish Shihab, lulusan Fakultas Hukum di Universitas ternama milik kota Depok, melanglang buana di dunia jurnalistik Indonesia, sedikitnya akan mendeskripsikan bagaimana pembawaan Najwa Shihab yang flamboyan namun tetap ngotot untuk melakukan penetrasi menghanyutkan kepada setiap narasumber yang diwawancarainya. Duta Baca Indonesia, Duta Pustaka Bergerak, segudang penghargaan dibidang jurnalistik, penulis buku dan predikat jurnalis termasyhur di Indonesia saat ini semakin melengkapi catatan positif Najwa Shihab. Satu lagi, Mbak Nana cantik sekali yah dengan hidung dan mata khas wanita Timur Tengah. Selain itu, setelah mengundurkan diri dari stasiun televisi yang membesarkannya itu, dia aktif melakukan kegiatan jurnalistik dengan pendekatan yang jaman now (kita semua tahu bahwa ungkapan ‘jaman now’ begitu menjijikan!). YouTube menjadi media yang dia pilih untuk mengunggah dan membagikan video kegiatannya yang termasuk program wawancara, bedah ilmu, kunjungan sosial, serta jalan-jalan santai di pantai sambil teriak ke kamera, “Hey what’s up guys balik lagi sama gua Laurentius Rando a.k.a Gazelle Crossbdusjhnaifbeihakm”.

Pemilihan Najwa Shihab ini murni dari dorongan pribadi penulis, tidak ada paksaan dari pihak mana pun termasuk mamah saya. Silakan saja jika kalian punya influencer versi masing-masing, karena cinta saya setia sama Mbak Nana. Bukan karena fantasi seksual saya kepada tante-tante, tetapi bagi saya sejauh ini Najwa Shihab setidaknya berhasil menjadi jurnalis wanita paling berani di Indonesia, dengan sentuhan kata-kata magis yang mendorong narasumber kepada titik paling sudut untuk akhirnya memberikan jawaban paling benar dan paling juosss!

najwa1

Ah, tapi apalah arti dari influence karena kalau sekedar bekerja, monyet juga bekerja. Karena kalau sekedar bicara, wakil rakyat juga cuma cuap-cuap. Kami bosan jadi negara dunia ketiga!

 

Tags:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *