LOADING

Type to search

Puisi: Ingat

SELECTION

Puisi: Ingat

Ferdin Maulana 08/07/2016
Share

Siang panas di lapang luas

Keringat yang menetes pada musim semi

Kerongkongan kering terus berteriak

 

Turun! Turun kau turun!

Ricuh. Kacau. Gila.

 

Perempuan yang hilang kehormatannya

Pedagang yang dirampas nafkahnya

Anak-anak merinding ketakutan

Pemuda berkobar penuh amarah

 

Pemerintah gigit jari,

Sang pembangun enggan tunduk

Kebenaran adalah dosa.

Perjuangan membimbing ke lubang kubur

 

Mereka hilang. Berpuisi mati.

Sang pejuang diracun di udara

 

Tidak, Aku tidak pernah mati.

Aku abadi!

 

Api perjuanganku tetap menyala

Semakin menggelegar teriakanku

Pada hati bangsa-bangsaku yang ingat

Pada payung-payung hitam yang menolak lupa.

 

  • Ditulis tanggal 12 Mei 2016

 

Tags:

You Might also Like

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *