LOADING

Type to search

Kronologi di balik Lokatara Music Festival, Tragedi Industri Hiburan di Indonesia

EVENT FEATURED SELECTION

Kronologi di balik Lokatara Music Festival, Tragedi Industri Hiburan di Indonesia

INCOTIVE 25/11/2019
Share

*Data telah diperbarui pada 28 November 2019

“Siapa sangka tragedi ini ternyata sudah terlihat pertandanya sejak tahun lalu”

Tragedi adalah kejadian merugikan yang dialami banyak orang dan tidak diinginkan oleh siapapun. Meskipun begitu, tragedi bisa jadi sangat romantis, seperti dalam novel-novel karya Shakespeare yang meninggalkan kesan bittersweet pada bagian cerebral cortex otak kita. Sayangnya, pada hari Sabtu, 23 November lalu di Kuningan City Jakarta, bukan tragedi romantis semacam itulah yang dirasakan oleh semua orang yang berkaitan dengan acara bertajuk “Lokatara Music Festival 2019”; Panitia, Mitra (partner) dan Penonton. Hal yang jadi menarik dari suatu tragedi adalah pemicu atau faktor di balik kejadian merugikan ini.

Lokatara Music Festival 2018

The crowds at Lokatara Festival 2018, captured by Raka Heryansyah

 

Satu tahun sebelumnya, Youtube dihebohkan dengan grup musik Norwegia yang berisi anak-anak muda dengan gaya Lo-Fi, Indie, dan gaya musik yang sering disebut sebagai “Post-Demarco” bernama Boy Pablo. Tidak lama kemudian, nama tersebut muncul dalam Guest Star list acara yang bernama “Lokatara Music Festival 2018” yang juga diadakan di Kuningan City pada 23 November 2018.

Kami tidak berharap banyak dari Festival satu ini karena pre-event yang diadakan di Bandung sebelumnya menunjukan betapa tidak kompetennya panitia yang bertugas. Mulai dari alat produksi yang tergeletak sembarangan sampai beberapa panitia yang hanya planga-plongo. Berdasarkan data yang kami dapat dari narasumber yang berhubungan langsung dengan Heidi dan Grrrl Gang (dua artis yang tampil saat itu) mengatakan bahwa treatment yang mereka dapat kurang baik. Grrrl Gang yang dijanjikan mendapat kamar hotel dibatalkan secara sepihak oleh pihak Lokatara, ungkap narasumber.

Saat menulis ulasan jujur pre-event tersebut, kami ditegur langsung oleh Festival Director Lokatara, bahkan dituduh bersekongkol dengan EO/Promotor yang kala itu merupakan rival dari Lokatara. Sialnya saat itu kami tidak dapat menunjukan bukti-bukti konkrit sehingga ulasan tersebut terpaksa kami “revisi”.

Rara Sekar di Lokatara Project 2 Bandung. Foto oleh Raditya Wirywan

 

 Curhatan staff Boy Pablo

Boy Pablo at Lokatara Festival, captured by Raka Heryansyah

 

Sudah bukan hal yang mengejutkan lagi bagi sebagian orang bahwa dalam tim Boy Pablo dan 777music, ada seorang warga Indonesia asal Bandung. Pada bulan Juli 2019, pihak Incotive bertemu dengan orang tersebut di acara tertutup yang ia selenggarakan di Bandung. Saat kami tanya tentang kunjungan Boy Pablo tahun lalu di acara Lokatara Festival, beliau merasa sangat tidak nyaman karena saat ke Indonesia, tim Boy Pablo ditahan oleh imigrasi akibat masalah visa yang tidak diurus dengan baik oleh pihak acara. Kejadian tersebut memaksa beliau untuk memanfaatkan koneksinya pada salah satu menteri di Indonesia. Ia mengatakan bahwa kejadian tidak mengenakkan ini sudah ia beberkan ke beberapa rekan artis internasional seperti Clairo agar berhati-hati apabila diundang ke Indonesia.

Lokatara Music Festival 2019

Menjelang akhir 2019, para pecinta musik dihebohkan dengan kedatangan nama-nama musisi besar internasional seperti The Drums, Gus Dapperton, Sales, Michael seyer dan lain sebagainya. Acara “Road to Lokatara Festival 2019” yang sebelumnya diadakan dengan sukses di Studio Palem Kemang September lalu sayangnya tidak dapat mencerminkan hidangan utama dari Lokatara.

Road Lokatara Music Festival 2019

Penampilan Barasuara di Road Lokatara Music Festival 2019. Foto oleh Valentinus Marchelle.

 

Para pecinta musik yang tadinya sudah heboh semakin dihebohkan oleh kabar menjelang hari pelaksanaan Lokatara Music Festival 2019, di mana empat artis internasional, yaitu Sales, Gus Dapperton, Great Good Fine OK dan Sophie Meiers membatalakan penampilannya. Alasan pembatalan ini dibeberkan oleh Gus dan Sophie lewat akun sosial media mereka bahwa pihak Lokatara belum memenuhi syarat pembayaran.

Pihak Incotive langsung memverifikasi berita ini ke pihak Lokatara, dan pihak Lokatara menjelaskan bahwa pembatalan terjadi bukan masalah pembayaran karena mereka sudah membayar penuh seluruh artis beserta riders-nya. Siang hari saat hari pelaksanaan semua pihak lagi-lagi semakin dihebohkan saat Alextbh dan The Drums mengeluarkan pernyataan bahwa mereka tidak akan tampil di acara Lokatara Music Festival 2019.

Kabar ini membuat seluruh pihak yang terlibat dalam acara; panitia, partner, dan penonton semakin kalang kabut, panik, dan marah. Ratusan komen menyerbu akun Instagram dan Twitter resmi @lokatarafest menuntut refund dan terus menerus mencemooh acara ini: “Woy refund lah gila!”, “Lokatara is basically canceled”, “Lokatara is a clown fest”, “Lokatara = fyre festival indonesia”, “Lokatara is worst than La La La Fest”, “Lokatara gapunya duit gausah ambis nyet!”, “Lokatara kntl”.

Kabar yang siang itu beredar di dunia maya adalah Lokatara tidak mampu membayar artisnya. Pihak Incotive yang siang itu sudah berada di lokasi langsung mengkonfirmasi kabar tersebut kepada Head of Public Relation dan Director of Relation dari Lokatara Music Festival dan mereka membantah isu tersebut, “Semua artis yang rencananya tampil sudah kami bayar penuh beserta riders-nya” jelas mereka, “Masalah ini terjadi karena efek domino dari trust issues” tutup mereka.

Teddy Adhitya bernyanyi di Lokatara Music Festival 2019. Foto oleh Valentinus Marchelle.

 

Acara yang kehilangan enam artis internasional dan terancam batal tersebut akhirnya tetap dijalankan dengan baik oleh para panitia Lokatara walaupun akhirnya lebih mirip acara pensi SMA atau kampus. Para penampil lokal seperti Teddy Adhitya, Ben Sihombing, The Adams, Reality Club, dan Summerdose tetap tampil dengan apik di tengah kekacauan. Menjelang akhir acara tersebut, Pihak Incotive kembali mengkonfirmasi alasan di balik tragedi tersebut dan Lokatara akhirnya mengaku bahwa tragedi ini terjadi karena masalah visa (sama seperti masalah Boy Pablo tahun lalu.) Hal ini terbukti dengan petugas imigrasi yang mendatangi lokasi acara pada malam itu.

Ben Sihombing tampil menghibur pengunjung Lokatara Music Festival 2019. Foto oleh Valentinus Marchelle.

 

Tragedi Peachy! Setelah Acara

Keesokan harinya sekitar pukul satu pagi setelah acara, Lokatara kembali lagi hadir dengan berita yang mengejutkan. Peachy! yang merupakan salah satu artis internasional yang tetap nekat tampil malam itu, paspornya disita oleh pihak imigrasi karena masalah visa yang belum selesai. Peachy! mengungkapkan lewat akun pribadi sosial medianya bahwa Festival Director yang katanya sedang mengurus paspor beliau MIA (Missing in Action) alias hilang.

Peachy! curhat lewat akun pribadinya bahwa dia benar-benar kebingungan harus tinggal dimana, makan apa, dan memakai transportasi apa sambil menunggu nasibnya. Netizen yang mendengar kabar tersebut semakin panas mendengar tragedi ini ditambah informasi refund yang juga belum jelas dari pihak Lokatara. Peachy! menceritakan lewat akun pribadinya bahwa LO dan beberapa panitia terus mendampinginya dengan baik, meskipun orang-orang tersebut tidak memiliki informasi yang ia sangat butuhkan saat itu.

Pihak Lokatara mengkonfirmasi bahwa ada miskomunikasi dengan Peachy!. Kebutuhan para artis termasuk Peachy! (hotel, konsumsi dan transportasi) tetap disediakan hingga hari Senin, 25 November 2019. Selain itu, pihak Lokatara juga menyatakan bahwa seluruh masalah terkait talent sudah diselesaikan pada hari Senin, 25 November 2019.

Kepulangan Peachy! ke negara asalnya telah dikonfirmasi lewat akun sosial media pribadinya pada Selasa, 26 November 2019.

Minimnya Informasi dan Komunikasi antar Tim Lokatara

Apabila kala itu Lokatara Music Festival 2019 berujung ricuh di lokasi selayaknya di media sosial, maka akan banyak korban salah sasaran berjatuhan. Bagaimana bisa? Barisan depan lokasi acara didominasi oleh peserta volunteer dan keamanan outsource yang tidak tahu-menahu soal masalah yang saat itu sedang terjadi. Incotive mewawancarai beberapa panitia inti maupun volunteer di lokasi acara terkait masalah informasi, dan tidak ada satupun yang benar-benar mengetahui faktor utama terjadinya kekacauan tersebut. Banyak dari narasumber yang mengaku (khusunya panitia inti) bahwa mereka bahkan tidak mengetahui persoalan visa artis internasional karena informasi tersebut langsung diurus secara pribadi oleh Festival Director Lokatara.

Refund

Setelah ribuan demand refund yang mengguncang jagat dunia maya selama dua hari, Lokatara akhirnya mengeluarkan informasi terkait tata cara refund melalui akun resmi instagramnya, @lokatarafest

Penutup

Lokatara Music Festival 2019 merupakan tragedi industri hiburan di Indonesia. Tragedi ini telah mencoreng nama Indonesia sehingga menjadi efek domino yang menyebabkan seluruh promotor maupun EO dari Indonesia terancam di-blacklist oleh berbagai booking agent maupun artis internasional. Artis internasional yang kalian harapkan untuk segera tampil di tanah air tercinta ini pun kini semakin meragukan kemungkinannya. Akan tetapi, Lokatara Music Festival 2019 menjadi pelajaran berharga yang tidak boleh dilupakan oleh seluruh penggiat industri hiburan ataupun musik di Indonesia. Terima kasih dan tetap semangat untuk semua panitia Lokatara yang terlibat! (Seharusnya) Tidak ada yang menginginkan tragedi ini.

Tags:

You Might also Like

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *