LOADING

Type to search

Lokatara Live: Jakob Ogawa, Tetap Menari Meskipun Nyantai

EVENT FEATURED

Lokatara Live: Jakob Ogawa, Tetap Menari Meskipun Nyantai

INCOTIVE 25/05/2019
Share

Teks oleh Arbha Witarsa
Foto oleh Nicky Nugroho

“Think I’ll let it pass away
So in love with yesterday
Think I’ll let it pass away
So in love with yesterday”

Jacob Ogawa – Let it pass

Lirik di atas mewakilkan apa yang saya rasakan saat saya mengingat konser Jakob Ogawa yang diselenggarakan dalam acara bertajuk Lokatara Live, tanggal 18 Mei kemarin di The Pallas, SCBD, Jakarta. Saya bukanlah penggemar musik ber-genre indie pop yang dreamy, dan saya pun tidak begitu hafal dengan karya-karya penyanyi yang berasal dari negara yang sangat dingin ini. Namun, saat saya mendengar suara Mas Jakob yang melengking dan melihat tarian kakunya, saya terkagum. Di pikiran saya hanya satu, “aku kira dia orang Jepang!”.

Konser rangkaian tur Asia Jakob Ogawa di The Pallas kemarin dibuka oleh penampilan Rayssa Dynta, seorang penyanyi dan penulis lagu asal ibu kota yang sudah berhasil masuk dalam nominasi empat kategori penghargaan Anugerah Musik Indonesia (AMI Awards) di tahun 2018. Jujur, hal ini sangat membuat saya tertarik, oleh karena ini adalah pertama kalinya saya melihat penampilan dari Jakob Ogawa dan Rayssa Dynta. Seperti kata pepatah “sekali dayung, dua tiga pulau terlampaui”, di hari itu saya dapat menonton langsung dua musisi yang sering dibicarakan orang-orang.

Saya bersama partner saya Nicky Nugroho (Fotografer) datang ke konser tersebut tepat pukul 20.30 WIB. Saat kami datang Rayssa Dynta telah berada di atas panggung dan siap untuk membuka acara tersebut. Selama 30 menit penampilannya Rayssa berhasil menghipnotis saya untuk terus memperhatikannya. Dia membawakan beberapa lagunya seperti “Hands”, “Under Cover”, dan “Something About Us”. Entah mengapa penampilan Rayssa Dynta sangat berbeda dengan versi rekamannya.

Berbeda bukan dalam konotasi negatif, melainkan penampilan Rayssa sangat memukau. Format full band Rayssa dan akustik ruangan The Pallas sangat memanjakan telinga. Proyeksi visual yang sangat terkonsep dan lampu sorot yang sedikit bernuansa gelap namun sangat halus pun membuat saya terpana. Lagu Rayssa yang berjudul “Hands” menurut saya yang terbaik di malam itu, bahkan melebihi seluruh penampilan Jakob Ogawa sekalipun. Terimakasih Rayssa Dynta untuk 30 menit pengalaman menonton konser yang magis di malam itu.

Sedikit disayangkan pada saat Rayssa Dynta tampil penonton belum sepenuhnya berkumpul di depan panggung. Hanya tiga baris penonton saja yang terlihat fokus menikmati musik dari Rayssa, sisanya hanya berbincang dengan teman-teman, bermain gadget dan tersebar di belakang, di samping, juga di bar yang berada di tengah area konser. Ya betul di bar, saya tidak salah sebut kok, walaupun bulan Ramadhan sepertinya penjualan bir di hari itu cukup laris. Selain itu, sepertinya “bowling shirt” pun masih menjadi sebuah tren fashion.

Kini giliran sang pemilik hajat, Jakob Ogawa. Saat voice over menyambut penampilan Jakob, area depan panggung pun mulai terisi penuh. Walaupun ramai namun penonton terlihat cukup nyaman karena mereka tidak berdempetan. Saat Jakob dan kawan-kawannya memasuki panggung penonton pun mulai berteriak. Saya tidak tahu apa yang dikatakan jakob kepada penonton (karena tidak terdengar), apapun yang dia katakan para penonton akan berteriak, khususnya para kaum hawa. Beberapa saat kemudian Jakob dan rekan-rekannya memulai penampilannya dengan musik yang khas ala indie pop dan goyangan Jakob yang kaku namun enak dipandang.

Jika pada malam itu anda berada di tengah crowd dan linear ke arah panggung, anda akan melihat banyak sekali handphone menghalangi pandangan anda. Namun tak lama kemudian sudah tidak ada lagi handphone menghalangi mata anda, dan saya sangat bersyukur melihat crowd mulai bergerak dan menari. This is the place where the people know how to have fun! Sangat menggembirakan. Bahkan saya melihat satu pasangan menari dengan kompak. Saya sangat senang melihat pemandangan tersebut karena di kota saya berasal, hal seperti ini belum tentu terjadi. Penonton biasanya berdiri tegak tanpa ekspresi seperti dewan juri, walaupun tidak semua penonton seperti itu ya.

Jakob ogawa memulai penampilannya dengan lagu berjudul “Sunshine Girl”. Dia juga membawakan lagu-lagu andalannya yang berjudul “Let It Pass”, “Velvet Light”, dan “All Your Love”. Entah kenapa waktu terasa begitu cepat berlalu di saat Jakob Ogawa tampil. Di saat saya sedang mengumpulkan niat untuk menari tiba-tiba lagunya sudah berhenti, dan hal ini terjadi berulang-ulang. Akhirnya saya sadar bahwa lagu-lagu Jakob memang terbilang sebentar, rata-rata satu lagu hanya berdurasi dua menit.

Menurut saya hal tersebut sangat disayangkan, mungkin apabila Jakob memberi sedikit aransemen baru khusus untuk penampilan live-nya, mungkin saya akan merasa puas. Namun bukan berarti penampilan Jakob Ogawa tidak memuaskan. Para penonton terlihat cukup puas dan menikmati penampilan seorang Jakob Ogawa. Hanya saja timbul satu pertanyaan di benak saya, kenapa setalah lagu “Let It Pass” dibawakan, crowd di depan panggung mulai berkurang? Ya tidak ada yang tahu mengapa, mungkin pada mau gladi bersih untuk demo.

Secara keseluruhan Lokatara Live berhasil dalam menyelenggarakan acara ini. Dapat dilihat di acara ini pengunjungnya ramai, pengunjung nyaman, tidak terlihat adanya kesalahan teknis yang signifikan saat acara berlangsung – hanya sekali sih saat microphone Jakob Ogawa tiba-tiba mati pada lagu tertentu. Lokatara Live berhasil mengemas acara dengan baik. Menurut saya proyeksi visual di acara tersebut salah satu yang terbaik dari acara-acara yang pernah saya datangi.

Tapi ada satu hal yang dilupakan dan menurut saya perlu saya ingatkan, yaitu penyediaan asbak. Sayang sekali sampah putung rokok berserakan dimana-mana, dan saya kesulitan mencari tempat untuk mematikan rokok. Walaupun memang ada petugas kebersihan, lantai The Pallas yang terlihat seperti kayu sangat disayangkan jika terkena abu dan bara sisa rokok. Selain itu saya mengingatkan untuk pihak penyelenggara dan pengunjung juga, lain kali ingat ya, kebersihan adalah sebagian dari iman.

 

Tags:

You Might also Like

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *