LOADING

Type to search

Bahadur EP dari Rajakelana: Makna dan Perspektif Culas

DAILY FEATURED

Bahadur EP dari Rajakelana: Makna dan Perspektif Culas

INCOTIVE 04/04/2019
Share

Poster Mini Album Bahadur EP yang di Penghujung Tahun lalu, diluncurkan sebagai penegas pengaruh music rock 70-an di setiap personilnya

Teks oleh Jaka Jeye

Setelah sukses meluncurkan debut mini album Bahadur EP dalam bentuk Compact Disc (CD) pada 21 Oktober lalu, Rajakelana unit musisi asal Kota Bandung yang memiliki nuansa ala rock 70-an kembali meluncurkan sebuah video lirik untuk track ketiganya dalam mini album ini yang bertajuk “Culas”. Jujur judul tersebut membuat saya terheran-heran sebelum mengetahui arti dan ditujukan untuk siapa dalam lagu tersebut.

Sebelum berfokus membahas tentang video lirik “Culas” yang baru dirilis, Rajakelana sendiri di gawangi oleh Teguh Rama (Lead Vocal), Azi Akhbar (Gitar), Daniel Yedija (Bass), Naufal Jordie (Drum), dan Srikandi Herbatari (Live Member/Backing Vokal). Rajakelana berdiri tepat pada bulan Januari 2017. Dengan berbagai cerita yang cukup berliku-liku seperti dimulai saat Teguh ingin mencari teman untuk “ngeband serius” dengan memasang sebuah pengumuman melaui media social Facebook dan Instagram untuk mencari para pemain yang sudi bermain musik rock 70an, hingga cerita tentang drummer mereka yang “menghilang” saat proses rekaman.

Dalam debut mini album yang sukses diluncurkan tersebut, Bahadur EP memiliki sebuah arti pahlawan atau ksatria. Dimana “Kami (Rajakelana) beranggapan bahwa manusia selalu mempunyai sisi kepahlawanan dalam diri masing-masing, terlepas dari dirinya mau menunjukan atau tidak. Judul-judul lagu dalam EP kami anggap dapat merangkum bahwa kami tidak mau dianggap ‘menasehati’ orang lain secara eksplisit” ujar Teguh saat diwawancara melalui surel pada Sabtu (29/3).

Pengerjaan mini album yang sukses Rajakelana luncurkan Oktober lalu, memakan waktu 14 bulan dengan melibatkan Rizal Nasution (Gitaris) salah satu personil group band ternama yakni Govinda sekaligus empu dari Escape Studios Bandung yang pada saat itu membantu dalam segi rekaman, mixing, dan mastering. Bahadur EP sendiri menggunakan metode digital-analog-digital yang direkam kedalam reel to reel tape 14 inci. Selain itu melibatkan musisi blues muda yang memiliki kesamaan Kota asal yakni Bandung yaitu Ijay Irawan yang berposisi sebagai Harpist ( mengisi harmonika) dalam lagu pertamanya yakni Pegang Kendali.

Setelah mengenal profil singkat dari Rajakelana dan proses pembuatan mini album Bahadur EP yang diluncurkan, rasanya kurang lengkap jika tidak membahas peluncuran video lirik yang sudah dijelaskan di atas yakni “Culas”. Pada pengambilan nama “Culas” tersebut dianggap mewakili sifat keburukan seseorang yang biasa dijumpai dalam kehidupan sehari-hari, baik itu sebuah tindakan besar atau kecil yang dapat merugikan seseorang, dan hal tersebut biasanya berasal dari sifat egois dan picik.

Dalam perilisan video lirik “Culas” ini, digarap oleh seniman animasi, Fahman Fauzi dan Artwork yang digunakan dalam video lirik ini masih bertema sama dengan album Bahadur EP. Bahkan untuk penggarap artwork– nya saja masih sama yakni Lana Syahbani seniman yang pernah membuat artwork dalam debut album Yura Yunita dan video klip band Ibu Kota Peonis.

“Lagu ini tidak ditujukan spesifik untuk satu orang atau golongan. Namun, semua orang yang merasa terwakili oleh lagu ini, bisa menunjukan lagu ini kepada orang-orang yang mereka anggap memiliki sifat tersebut”  ujar Teguh melalui alamat surel yang sama. Jadi, untuk kalian yang bertanya-tanya untuk siapa lagu ini ditujukan? saya harap pernyataan tersebut bisa mewakili hal penasaran kalian.

Meskipun intro di awal pada lagu ini saya rasa cukup lama dan rentan repetisi kata dalam liriknya. Namun, secara keseluruhan saat didengarkan oleh saya sebagai pendengar awam, membuat perasaan saya mengalir dan ikut asik menganggukkan kepala lewat nada-nada psychedelic dan stoner rock yang disajikan. Selain itu, video yang disajikanpun visualnya begitu dinamis, tidak flat seperti ala tukang warnet yang kalo ngedit cukup background satu warna saja tanpa ada unsur lainnya.

Di tahun ini, kabarnya Rajakelana sedang “ngulik” sound dan “racikan” formula yang enak untuk rilisan kedepannya. Bahkan sang vokalispun membenarkan bahwa tahun ini akan merilis lagi karya baru yang belum tahu mau bagaimana formatnya. Ya, mari kita tunggu sama-sama saja untuk rilisan terbarunya dan juga lontaran doa untuk kelancaran Rajakelana di tahun ini.

 

Tags:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *