LOADING

Type to search

Mencari Tahu itu Mudah, Cepat, dan Penting.

COLUMN

Mencari Tahu itu Mudah, Cepat, dan Penting.

Share

 

Saat itu matahari sedang ingin terbenam, terlihat dari jendela kosan saya yang di jeruji. Di dalam kosan itu sendiri terdapat dua mahasiswa yang sederhana: saya dan seorang teman dekat saya. Kita sedang berbincang banyak hal sembari merokok, tentang himpunan, teman kuliah, dan juga kaum hawa. Di saat kita mengobrol, saya ingin menyetel sebuah lagu dari laptop saya untuk membuat atmosfer kosan itu semakin menarik. Saya menyetel lagu yang kebetulan saja langsung muncul di halaman depan YouTube saya, yaitu “DNA” oleh Kendrick Lamar. Reaksi dia secara spontan adalah mendatangi laptop tersebut dan ingin mengganti lagu, lalu berkata “lagu apesi tang yang gua ngerti ngape”. Dia berkata bahwa lagu dan video klip yang dia saksikan isinya tidak jelas dan hanya memamerkan kekerasan.

Sebenarnya, “DNA” oleh Kendrick Lamar itu menceritakan tentang Kendrick Lamar membela budaya dia sebagai seorang kulit hitam. Dia menyindir para media dan aparat kepolisian yang menyatakan bahwa musik hip-hop, budaya dia sebagai seorang kulit hitam, adalah sumber kriminalitas. Sebuah lagu yang mempunyai arti yang sangat dalam tentunya, bukan hanya memamerkan kekerasan.

Setelah itu saya mempunyai ide cemerlang. Saya mencoba merebut kembali laptop saya, dan membuka album “good kid, m.a.a.d city” di dalam perangkat lunak Spotify saya. Album ini adalah sebuah mahakarya, dan menurut saya rekaman terbaik Kendrick Lamar sejauh ini. Album ini bila didengarkan dari track terakhir hingga track paling atas akan bercerita tentang seorang Kendrick yang senang berada di Compton, tetapi lalu menyadari bahwa kampung halaman dia tidak akan membawa dia kemana-mana, dan akhirnya dia meninggalkan Compton dan menjadi seorang celebrity.  Dari sekian banyak lagu-lagu Kendrick Lamar, saya tahu bahwa didalam album ini adalah lagu-lagu yang paling mengandung arti. Saya ingin mencoba agar dia mendengar dulu abum ini tanpa saya beri tahu arti yang ada di dalamnya.

Tetapi, saya mendapatkan reaksi yang sama. Setelah beberapa lagu, dia menyerah dan kembali mendengarkan lagu-lagu indie folk-nya yang sepertinya hanya dipenuhi dengan senja.

Inilah yang aneh tentang kita berdua. Kita sebenarnya adalah dua pribadi yang berbeda: saya berpikir secara modern, dia berpikir secara tradisional. Saya berasal dari lingkungan “atas”, dia sebaliknya. Saya tidak mengetahui budaya suku saya sendiri apa, sedangkan dia masih menghargai dan menjalani budaya-budaya betawinya. Saya menyukai segala genre musik dari barat sampe timur, sedangkan dia hanya mencintai “indie folk” Indonesia dan Reggae.

Sayangnya dia tidak sadar artis yang salah satu lagunya dia bilang “tidak jelas” itu adalah Kendrick Lamar, dimana menurut saya K-dot adalah orang yang paling relatable dengan sahabat saya ini.

Mengapa begitu? Pertama, Kendrick adalah seorang rapper yang tradisional. Dari gaya rap-nya yang old school dimana dia mengutamakan lirik dan rhyming, hingga gaya hidupnya yang lebih konservatif dan tidak ramai. Kedua, dia masih mengingat dan menghargai asal dia, yaitu Compton. Compton adalah sebuah daerah kelas bawah di Los Angeles yang terkenal akan kriminalitas dan gangbangers—nya. Dia adalah tipikal orang yang always go backs to his roots´dan mengingat dimana asalnya. Dan selain semua itu, teman saya menyukai puisi. Kebetulan saja Kendrick Lamar adalah seorang penyair yang memang sudah diakui di seluruh dunia sebagai salah satu penyair terhebat di dunia modern ini.

Apakah mungkin hal yang membuat dia tidak tertarik adalah bahwa rap Kendrick Lamar menggunakan bahasa inggris dan dia tidak mengerti? Ini mungkin penjelasan paling sempurna. Tetapi saya mengingat bahwa dia adalah pencinta musik Reggae, dan dia hampir mengetahui arti semua lagu yang ada di album “Exodus”-nya Bob Marley. Dia mengetahui semuanya karena dia adalah salah satu orang yang mungkin tidak akan marah bila disindir sebagai penyembah Bob Marley, teman saya sangat mencintai dirinya. Dia sudah mengulik semua yang ada tentang Bob Marley, Reggae, dan Rastafara.

Lalu disitu mulai jelas, dia mengetahui karena dia meriset semuanya. Dia mau berusaha untuk mencari lebih dalam arti dari lagu-lagu tersebut. Setelah itu saya meminta dia untuk melakukan riset yang sama terhadap “good kid, m.a.a.d city”. Saya tinggal dia selama satu jam untuk berdiam dan membaca artikel di internet tentang album ini sembari mendengarkan lagu-lagunya. Satu jam sudah lewat, sekarang dia mencintai album ini.

Sebuah cerita panjang yang mungkin sebenarnya agak obvious dan pointless, bukan? Semua orang juga tahu bahwa kita akan mengetahui sesuatu lebih dalam jika kita melakukan riset terlebih dahulu dan analisis yang lebih baik.

Well, apparently no. Anak muda di negara ini masih banyak yang tidak menyadari itu, semua serba melihat hanya di depannya saja. Jika terdengar galak dan seram orang akan menganggap lagu ini lagu setan yang memercikan kekerasan, sedangkan jika lagunya terdengar manis maka lagu itu menyebarkan cinta dan patut didengarkan. Ya, terserah lah ya. Inti dari tulisan ini sebenarnya jika lain kali anak anda atau saudara anda yang masih berumur dibawah 10 tahun menyanyikan lagu “Despacito” kepada anda, ketahuilah bahwa sebenarnya dia sedang menggoda anda secara seksual dan ingin pelan-pelan membuka baju anda sembari mencium anda.

Tags:

You Might also Like

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *