LOADING

Type to search

Mengapa Kendrick Lamar akan Menguasai Tahun 2017

DAILY

Mengapa Kendrick Lamar akan Menguasai Tahun 2017

Share

Kendrick Lamar sudah lama di puji-puji sebagai “penyelamat Hip-Hop”. Keahlian rapping dan storytelling dia yang tinggi telah membuktikan kepada dunia bahwa musik rap tidak hanya sekedar musik yang mempromosikan seks dan kekerasan. Dia berpuisi tentang keadilan, anti-rasisme, perdamaian dunia, dan semua itu dibawakan dengan bait-bait mematikan yang akan memalukan rapper lain.

Maka saat Kendrick Lamar merilis “DAMN.”, album studio ke-empatnya pada bulan April ini, untuk pendengar musik secara umum mungkin kalian berpikir bahwa album ini akan sama saja dengan album Hip-Hop lain-nya. Tetapi untuk para pecinta Hip-Hop ini adalah berita yang monumental.  Album Kendrick Lamar akan selalu mendapatkan ekspektasi yang besar, itu semua karena K-Dot selalu memberikan hasil yang menakjubkan kepada semua pecinta musik Hip-Hop.

“DAMN.” sudah mendapatkan penilaian yang tinggi dari para kritikus, sudah di promosikan secara besar-besaran oleh media, dan sudah di gila-gilakan oleh para pecinta Hip-Hop. Tentu saja, ini adalah berita yang rutin bila disaut-pautkan dengan musik Kendrick Lamar. Bila Incotive ingin membuat review album-nya pastinya sudah sangat telat, anda lebih baik membuka Pitchfork atau Rolling Stones untuk membaca pujian-pujian yang jauh lebih pintar daripada di website ini. Lalu apa tujuan artikel ini?

Artikel ini ingin berusaha untuk membuka sesuatu yang lebih besar tentang album ini. Tentang sebuah skema yang sudah direncanakan oleh Kendrick semenjak tahun 2013. Coba simak analisis amatiran berikut ini, siapatahu siapa sangka anda ikut terbuka pikirannya.

The Heart Part 4.

c8fc429c3dc3b82b2b27b274debff4e1.1000x1000x1

Sebelum album ini keluar, Kendrick memberikan sebuah kejutan kepada fans-nya. Lagu yang bernama “The Heart Part 4” dirilis, dan lagu ini adalah bagian ke-empat dari serangkaian lagu Kendrick yang berjudul “The Heart” dimana liriknya merupakan curhatan dan ekspresi hati-nya yang tulus. Dan dalam curhatan dia kali ini, banyak pendengar merasa ada lirik dimana dia menyindir dua rapper yang sama besarnya seperti dia yaitu Big Sean dan Drake.

Saya akan mencoba memberi analisa tentang lirik-lirik yang Kendrick tujukan kepada Drake. Kenapa hanya Drake? Nanti diakhir saya jelaskan.

Dalam lirik “Tiptoein’ around my name, nigga, you lame/And when I get at you, homie/Don’t you just tell me you was just playin’” Kendrick menyerang Drake yang semenjak 2013 sering menyindir dia dalam lagu-lagunya. Dalam lirik “Look at the crowd, they— (Nah, I don’t like that)/Look at my smile, I’m smirkin’/Calm but urgent (That ain’t the style, fuck!)/So many verses, you live in denial (Fuck!)/So many verses, I never run out (What?)”  Kendrick seperti memvisualisasikan bahwa cara dia membuat liriknya adalah dengan revisi yang terus-menerus, beda dengan Drake yang menggunakan penulis bayangan. Tidak berhenti disitu, Kendrick melanjutkan serangannya dengan menyindir Drake yang merasa dirinya lebih baik dari Jay Z (“Ho, Jay Z Hall of Fame, sit yo’ punk-ass down”). Disini Kendrick membela Jay Z dan mengatakan bahwa Jay Z baru saja dilantik kedalam Songwriters Hall of Fame, meminta Drake untuk menurunkan egonya.

Dua bait terakhir dalam lagu ini adalah “You know what time it is, ante up, this is in forever/Y’all got ’til April the 7th to get y’all shit together”. Bait ini seakan mengancam Drake dan artis lain nya bahwa sesuatu yang besar akan datang. Dan nyatanya, pada tanggal 7 April Kendrick merilis video musik untuk “HUMBLE.”, single promosi untuk album ke-empatnya, “DAMN.”. Dalam lagu tersebut dia melanjutkan serangan-serangan yang ada di “The Heart Part 4” secara audio maupun visual. Dengan bait hooknya ” Be humble, sit down”, Kendrick menandakan kepada rapper-rapper kelebihan ego untuk duduk, dan saksikan kembalinya sang penyelamat Hip-Hop.

DAMN.

kendrick-lamar-damn_1

Dalam album “DAMN.”, terdengar sebuah perubahan mood. K-Dot yang biasanya bercerita tentang masalah yang lebih umum, berubah menjadi masalah pribadi. Cinta, kesetiaan, ketakutan pribadi, keluarga, hal-hal semacam itu. Apakah dia berubah menjadi egois? Apakah lagu-lagu sebelumnya hanya omong kosong yang terdengar enak di telinga?

Tentu saja tidak… Kawan-kawan, Jika sebelumnya Kendrick bagaikan seorang pendeta  keras yang selalu mencari pengikut dengan menyebar ajaran-ajaran tentang keadilan dan kebenaran, dia sekarang adalah seorang inquisitor yang ingin meluruskan genre Hip-Hop dan membawa perang kepada rapper lain. Dan album “DAMN.” adalah pedang besarnya. Sudah bukan rahasia bahwa dari dulu ia ingin menghancurkan MC lain yang ada di bisnis musik ini. Semenjak verse controversial dia di lagu Big Sean yang berjudul “Control”, dimana dia memanggil nama rapper secara satu-satu (termasuk Big Sean sendiri) dan mengakui ingin membunuh karir mereka, Kendrick sudah mendapatkan kebencian diantara para saingannya. Tentu saja Kendrick tidak peduli, dia mempunyai misi yang lebih besar daripada uang dan ketenaran. Ia mencintai Hip-Hop, dan ia ingin membersihkannya.

Dan baru saja seminggu dirilis, pedang mautnya sudah terjual sebanyak 603.000 unit. “DAMN.” Berhasil menjual lebih banyak dari “More Life” (Drake) dan “÷ “ (Ed Sheeran). Album ini menjadi album yang menjual terbanyak dalam satu minggu di US. Single “HUMBLE.” merupakan lagu debut rap tertinggi semenjak “Love The Way You Lie” oleh Eminem feat. Rihanna.

Kesimpulan.

03-kendrick-humble-2017-screenshot-billboard-embed

Jika anda sudah sampai disini dan daritadi membaca dengan teliti, anda mungkin masih penasaran tentang sesuatu: kenapa tadi saya hanya menganalisis Drake?

Jawabannya karena saya malas, dan tidak ada yang peduli juga dengan Big Sean.

Tidak, tidak… tentunya ada jawaban selain itu. Alasan nya adalah dengan semua yang saya coba analisis, di dalam skema Kendrick Lamar ini ada unsur penting. Unsur penting itu adalah Drake.

Drake dan K-Dot adalah sepasang rival. Jika kalian bertanya siapa rapper muda terbaik masa ini, kalian akan mendapatkan salah satu dari dua nama tersebut. Kendrick adalah rapper yang secara kemampuan lebih baik. Tetapi, kenyataan-nya Drake adalah raper yang lebih sukses. Bisa dibilang, sekarang Drake adalah rapper terbesar di dunia. Chart Hip-Hop dikuasai oleh beliau, dan stasiun radio lebih senang memainkan lagu-lagunya. Ibaratkan saja Kendrick sebagai Robb Stark, dan Drake adalah Joffrey Baratheon.

Jika Kendrick Lamar ingin menjadi yang terbaik, maka ia harus mengalahkan yang saat ini berkuasa. Penguasa itu adalah Drake. Tetapi kenapa dia baru melawan sekarang dan tidak dari dulu saja kalau memang dia mempunyai keahlian yang lebih? Jawaban nya mudah. Karena walaupun dia sangat handal dengan kata-kata, Kendrick saat itu belum mempunyai massa. Serangan dia tidak akan berarti apa-apa jika dia belum setingkat dengan Drake secara ketenaran dan finansial. Dia tidak mau hanya dianggap sebagai gledek yang keras dan menarik perhatian tetapi hanya untuk sementara, dia ingin menjadi badai yang lama dan tak kunjung selesai. Kendrick Lamar dengan sabar menerima semua omongan tak bernilai yang diberikan kepadanya, menahan diri untuk membalas. Hingga pada saat dia sudah mencapai tingkat yang dia inginkan, dia menyerang dengan ketajaman lirik-liriknya. And boy are they’re sharp…

Sebelum menyerang, dia lebih dahulu mencari massa. Dengan album “good kid, m.a.a.d city” dan “To Pimp A Butterfly” yang sekarang sudah menjadi sebuah klasik di lemari koleksi para penggemar Hip-Hop manapun, dan dengan banyaknya kolaborasi dia dengan musisi pop seperti Taylor Swift dan Maron 5, dia merasa sudah mempunyai cukup banyak pengikut yang siap mendukungnya. Dan sekarang, Kendrick berhasil membuktikan kepada saingan-saingan nya bahwa dia adalah penyair yang paling kuat. Album “DAMN.” telah memalukan siapapun yang berani merilis album sebelum dan setelah ini. Kata-kata balasan Kendrick jauh lebih menyayat daripada sekumpulan ocehan murah yang dituturkan Drake maupun Big Sean selama 4 tahun ini.

Dari seorang penceramah yang sederhana dan sendirian, menyebar ajaran-ajaran nya hingga ia mempunyai rakyat, dan akhirnya bisa melawan saingan-saingannya hingga titik darah terakhir. Kendrick Lamar berhasil menjadi sang penghancur karir, sang Raja Rap, sang Penyelamat Hip-Hop, dan truly The Greatest.of.All.Time.

Sumber foto: Youtube (“Kendrick Lamar – HUMBLE.” KendrickLamarVEVO)

Tags:

You Might also Like

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *