LOADING

Type to search

Mengenal Sosok Oslo Ibrahim Lewat Nama dan Gaya Baru

FEATURED SELECTION

Mengenal Sosok Oslo Ibrahim Lewat Nama dan Gaya Baru

INCOTIVE 21/06/2019
Share

Teks oleh Freykarensa

“Rasanya tidak aneh jika kita mendengar lagu Oslo Ibrahim diputar oleh stasiun radio atau bahkan di coffee shop terdekat, oleh karena lagunya yang mudah untuk dinikmati”

Setelah mengganti nama dari Rio Riezky menjadi Oslo Ibrahim pada 2018 silam, Oslo juga mengganti gayanya dalam bermusik. Bahkan ia ikut merubah style rambut hingga pakaiannya. Mungkin kita mengenal Oslo dari single yang berjudul “Nyaman”, tapi sekarang kita merasakan sentuhan yang sangat berbeda di EP yang di-release pada bulan Februari kemarin. Pria asal Medan ini mengeluarkan mini album bertajuk “The Lone Lovers” yang berisikan sekumpulan lagu cinta tentang seorang pria yang sedang mengalami dinamika percintaan.

Paviliun 28 di Jakarta pun menjadi tempat yang bersejarah bagi Oslo Ibrahim, karena ia baru saja mengadakan showcase mini album tersebut yang sayangnya tidak sempat saya datangi karena jarak. Walaupun saya hanya bisa menonton showcase-nya lewat video yang diunggah dalam kanal Youtube, saya tetap bisa merasakan ada yang berbeda dari Oslo.

Ia seperti baru saja dilahirkan ke dunia dengan segudang ide baru di kepalanya. Dalam showcase tersebut, ia memainkan kelima lagunya dari album “The Lone Lovers” dan diselipi dengan cerita di balik setiap lagunya. Diawali dengan lagu yang berjudul “Dance the Night Away”, seakan-akan ia mengajak para penonton untuk ikut berjoget pada showcase tersebut.

Setelah itu ia pun membawakan lagu-lagu seperti “Yes, Im The Man You Looking For” dan “You Dont Have To Be Alone” untuk membawa suasana yang lebih tenang. Kemudian ia membawakan lagunya yang memiliki lebih dari 200 ribu pendengar di Spotify berjudul “Midnight Thoughts”, yang tidak lain dan tidak bukan adalah single pertama dari Oslo Ibrahim. Akhirnya showcase tersebut pun ditutup sangat cantik dengan dibawakannya lagu yang berjudul “Rain on Her Parade”. Walaupun menggunakan set panggung yang minimalis, Oslo tetap membuat penonton senang pada malam tersebut.

Setelah melakukan wawacara singkat dengan Oslo melalui Whatsapp, sosok dari Oslo Ibrahim adalah dia yang sebenarnya. Saat masih akrab dengan nama panggung Rio Riezky, Oslo masih mencoba meraba dan mempelajari dirinya sendiri. Dengan nama Rio Riezky, ia menjadi mengerti bagaimana rasanya jika terus mengikuti arus industri permusikan.

Pada akhirnya, Oslo pun mulai tidak nyaman dan merasa bahwa itu bukan jalan yang ia inginkan. Oslo lebih memilih memainkan musik yang ia suka. Ia merasa lebih nyaman bermain gitar elektrik dan solo gitar kesana-sini, “Gue udah gak peduli berapa banyak yang dengerin lagu gue, yang penting gue mainin musik yang gue suka. Udah itu aja, cukup.” Tambah Oslo.

Jika kita melihat Oslo sekarang, rasanya bisa saja kita membandingkan dengan musisi muda lain seperti Pamungkas. Bila dibandingkan dengan Pamungkas dan album “Walk The Talk”, mereka sama-sama membahas kisah hubungan percintaan dalam lagu-lagunya.

Kisah tentang apa saja yang terjadi kepada hidup mereka masing-masing dituangkan dalam lirik berbahasa Inggris yang puitis dan bisa membuat wanita jatuh hati saat mendengar mereka bernyanyi. Akan tetapi album “Walk The Talk” terdengar lebih modern dengan unsur digital yang kental dibandingkan dengan “The Lone Lovers”. Pada album tersebut, terdengar jika Oslo telah terpengaruhi oleh permainan gitar elektronik ala John Mayer dan Tom Misch yang catchy.

Saya percaya bahwa Oslo Ibrahim akan memiliki karir yang panjang di dunia permusikan Indonesia. Rasanya tidak aneh jika kita mendengar lagunya diputar oleh stasiun radio atau bahkan di coffee shop terdekat, oleh karena lagunya yang mudah untuk dinikmati. Ia pun rasanya akan cocok apabila berkolaborasi dengan musisi-musisi dalam negeri seperti Pamungkas maupun dengan band yang juga berasal dari Medan, Pijar.

Pada akhirnya Oslo Ibrahim adalah dirinya yang sebenarnya, sedangkan Rio Riezky justru merupakan alter ego-nya. Dalam wawancara Oslo juga menyampaikan bahwa ia masih memberikan kebebasan kepada orang-orang ingin melihatnya seperti apa. Selamat untuk showcase dan release-nya EP “The Lone Lovers”. Sukses selalu untuk Oslo Ibrahim!

Editor’s note: Oslo Ibrahim akan bertandang di Kota Bandung bulan ini bersama Phum Viphurit, musisi muda asal negara Thailand yang sedang ramai di pasar internasional.

Tags:

You Might also Like

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *