LOADING

Type to search

Meningkatkan Literasi Digital UMKM Bandung Bersama Tokoin

EVENT FEATURED

Meningkatkan Literasi Digital UMKM Bandung Bersama Tokoin

INCOTIVE 25/02/2019
Share

“Unicorn… maksudnya yang onlen-onlen itu?”

Disrupsi digital pada skala global, membuat kita manusia harus cepat beradaptasi dengan perkembangan, khususnya dalam bidang teknologi. Istilah blockchain dan crypto currency pasti sudah tidak asing di telinga anda, namun apa sebenarnya yang dimaksud dengan istilah-istilah tersebut?

Kamis 21 Februari lalu, kami berkunjung ke acara grand launching Tokoin di Lo.Ka.Si, Bandung. Tokoin sendiri merupakan platform digital berbasis teknologi blockchain. Setelah sebelumnya berkunjung ke kota Medan dan Yogyakarta, pada kunjungan ketiganya, Tokoin menggelar meet up dengan format diskusi panel. Tema yang diusung adalah Tokoin Road to Grand Launching: From Rock Bottom to Rockstar, Growing Business Actors with Blockchain.

Diskusi menghadirkan empat pakar sebagai pembicara yang dibagi menjadi dua panel, di antaranya; panel pertama oleh Mutia Rachmi – Project Manager dari Tokoin dan Andri Handoko – Produk R&D Specialist dari Tokoin. Lalu, panel kedua diisi oleh Zebedeus Rizal Hantoro, Head of Business Community Development, Ralali.com dan Arifin Windarman,salah satu pendiri clothing line UNKL347. Panel dibagi menjadi dua agar dapat memberikan perspektif bisnis digital yang lebih luas.

Tokoin berkomitmen dalam memfasilitasi para pelaku industri kreatif Bandung untuk mulai memaksimalkan pertumbuhan usahanya lewat teknologi. Pasalnya, industri kreatif di Bandung sangat beragam dan memiliki potensi bersaing di pasar berkembang taraf global jika dimaksimalkan dengan baik, khususnya pada sektor UMKM.

Hingga 2017, Dinas Koperasi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah menyebutkan bahwa Badan Pusat Statistik Kota Bandung mencatat terdapat 300 ribu UMKM. Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Bandung juga mencatat bahwa terdapat sejumlah 10.848 industri di Kota Bandung, dan sebanyak 89% diantaranya berskala kecil dan menengah. Jumlah yang mendominasi ini juga menyerap hingga 50.000 tenaga kerja.

Melihat potensi yang begitu besar, Tokoin ingin berkenalan langsung dengan para pelaku industri kreatif di Bandung. Pertumbuhan di UMKM di Bandung yang relatif pesat akan semakin maksimal jika para pelakunya mempunyai reputasi bisnis yang memadai dan ditambah lagi dengan infrastruktur teknologi yang tepat untuk menopang bisnisnya.

Dalam presentasi oleh panel, Mutia menjelaskan bahwa dalam awal proses bisnis dibutuhkan ide yang kemudian diimplementasikan, lalu dijaga sustainability-nya. Pembisnis di Bandung sendiri banyak yang terjebak dalam fase sustain yang selalu bermasalah dengan persoalan kapital, ditolak pinjaman bank, investor dan lain sebagainya. Oleh karena itu, Tokoin akan membantu para penggiat bisnis UMKM dalam pembuatan identitas bisnis digital dan pembukuan data sehingga bisa mendapat akses kapital, atau mendapat approval dari bank untuk pinjaman dana. Blockchain dalam hal ini dimanfaatkan untuk membentuk sebuah jaringan distribusi data yang efektif, aman, dan terpercaya.

Informasi paling menarik yang kami dapatkan adalah statement dari Kang pipin (Arifin) mengenai pola bisnis di Bandung yang sangat monoton, menjual produk yang sama dalam market yang sama, misalnya brand clothing. Kemudian para panelis, khususnya Rizal menyampaikan bahwa data adalah asset yang sangat mahal value-nya dan juga sedang on demand dalam pasar digital.

Pada akhir kata, berdasarkan data jumlah unit UMKM yang dimiliki Indonesia sangat masif, namun sustainability masih menjadi masalah mendasar. Oleh karena itu, Tokoin bersama dengan Ralali.com ingin agar UMKM Indonesia dapat go digital dan mengembangkan bisnisnya secara lebih maksimal. Melalui kunjungan ini, Tokoin berharap agar semakin banyak UMKM yang menyadari pentingnya literasi teknologi untuk berakselerasi di pasar berkembang.

Tags:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *