LOADING

Type to search

Babangbin Review: Single “Mind’s Eye” oleh White Lemon Delirium

FEATURED SELECTION

Babangbin Review: Single “Mind’s Eye” oleh White Lemon Delirium

Share

Ilustrasi: Nadhif Ilyasa

Salam Plastic Love, sobat penunggu Youtube Rekomendesyen. Gokigenyou. Semoga kabar kalian baik-baik saja ya para pembaca setia babangbin review, yang updatenya engga pernah sesuai jadwal, selalu mengulas album-album barat juga dan animo di Indonesia sebenarnya kurang. Bukan salah babang lah kalo kalian kurang teredukasi hehe.

Namun tenang aja sob, karena setelah banyak keluhan dari para mahasiswa (sok) nasionalis dan akun-akun instagram yang memasang tulisan “NKRI HARGA MATI” di bio nya, akhirnya babang akan mengulas musik asli skena tanah air. Babang sudah bisa merasakan kedatangan Titiek Puspa dan aki-aki yang punya Maspion grup, siap meneriakan slogan terkenal mereka di telinga babang.

Setelah melepas single berjudul “Rolling Stoned” dan “Alright” di platform digital sebagai langkah perkenalan bulan April silam, band neo-psikadelik asli Bandung, White Lemon Delirium kembali membuat sebuah langkah lanjutan dengan melepas sebuah single yang diberi judul “Mind’s Eye”. Lagu ini akan menjadi single andalan dari album perdananya yang juga akan diberi tajuk “Mind’s Eye” pada Oktober mendatang.

Di zaman post-Tame Impala ini, sudah bukan berita baru lagi jika kamu mendengar tetanggamu sedang membuat sebuah band psikadelik rock. Namun Mirza Lazuardi dan kawan-kawan bisa tetap membuat musik yang terdengar segar, adventerous, bahkan bisa dibilang orisinil. Ada suatu mood yang tercapai jika mendengar musik White Lemon Delirium. Sebuah stasis unik yang penuh dengan kontemplasi dan rasa kesepian, membuat pendengarnya ingin terus-terusan menyalakan rokok sembari memikirkan “mau jadi apa” setelah lulus kuliah.

Secara singkat, sebenarnya pernyataan tadi sudah menjelaskan bagaimana “Minds Eye” terdengar buat babang. “Mind’s Eye” adalah sebuah perjalanan ke luar angkasa yang penuh dengan misteri, penemuan diri, dan juga depresi. Bagaimana setiap bagian dari instrumen bercampur dan saling melapisi satu sama lain terasa manis dan lembut, namun juga kasar dan menarik perhatian. Lagu ini cocok menjadi soundtrack saat nanti bumi sudah lelah dengan mulut kasar babang dan akhirnya semua penghuninya setuju untuk melontarkan babang ke luar angkasa agar babang bisa menyembuhkan diri.

Or just use it to get high. That works too.

“Mind’s Eye”

Score: 8/10

Tags:

You Might also Like

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *