LOADING

Type to search

Kritikan Sosial berbalut Komedi dalam Mini Album Sir Dandy “Intermediate”

FEATURED SELECTION

Kritikan Sosial berbalut Komedi dalam Mini Album Sir Dandy “Intermediate”

Andi Basro 10/11/2019
Share

Foto oleh Riko Prayitno

Setelah belasan bulan hidup dalam janji palsu, pada 25 Oktober lalu, Sir Dandy Harrington atau singkatnya Sir Dandy akhirnya menyelesaikan mini album yang berjudul “Intermediate”. Ini merupakan lanjutan karir musik, salah satu cabang kesenian yang digelutinya.

Berdasarkan rilisan pers, Sir Dandy menyusun mini album ini untuk menghindari hutang dari seorang pemasok gitar dan produser Riko Prayitno. Riko tidak ingin rugi dari investasi yang telah yang ia lakukan untuk Sir Dandy. Intermediate juga diproduseri oleh gitaris handal Barasuara, Iga Massardi.

Intermediate juga menampilkan musisi-musisi yang ikut serta berkontribusi dalam proyek ini. Di antaranya Petra Sihombing, Vincent Rompies, Hasief Ardiasyah, Widi Puradiredja, Christianto Ario Wibowo, Chevrina Anayang, Soleh Solihun dan Rizky Indrayadi.

Lagu pertama yang disajikan berjudul “Mudah-Mudahan Ramai Terus” yang kalau disingkat menjadi MRT. Dalam lagu ini Sir Dandy bercerita tentang chaos-nya jalan di Jakarta. Di mana semua orang Jakarta sudah terbiasa merasakan lelah di jalan, oleh karena itu pada lagu ini saya merasa di-teleport kembali ke Jakarta.

Sir Dandy mengekspresikan kesenangannya MRT akhirnya jadi. Walau pembawaan Sir Dandy dalam album ini komedi, secara tidak langsung ada kritikan mengenai polusi Jakarta yang sangat parah dan membandingkan sistem transportasi Jakarta dengan di luar negeri.

Track kedua bertajuk “Jurnal Risa”. Sir Dandy menyindir acara-acara “horor yang isi nya tidak horor” seperti Dunia lain, Mister Tukul, Karma, Gaib dan target utama yaitu Jurnal Risa. Sir Dandy menyampaikan dengan pergantian nada suara yang lumayan drastis, dari yang datar menjadi sangat tinggi pada bagian chorus.

Ada bagian di mana dia berkata “konten nya tentang setan tapi gak pernah ada penampakan oh aku heran penggemar nya bisa jutaan” yang menurut saya sangat lucu. Lagi-lagi Sir Dandy memberikan kritikan yang dikemas dengan humor. Kritikan tersebut diarahkan kepada kualitas konten Youtube yang dibuat oleh Risa Sarasvati. Lagunya diiringi dengan gitar akustik yang feel good yang membuat lagunya semakin lucu.

Lagu ketiga diisi oleh “Kisah G.o.T”, fokus saya langsung tertuju pada sentuhan biola dan petikan gitar electric di belakang lagu. Lagu ini instrumental nya simpel tapi menarik. Lagu ini sangat cocok saat lagi nyantai sore-sore ditemani rokok dan kopi. Jika dilihat dari segi lirik, rima yang disajikan sangat catchy.akan tetapi pesannya kurang berbobot. Lirik hanya menceritakan nonton acara TV Game of Thrones di TV Politron lalu temannya minta ganti ke sinetron.

Dilanjuti oleh track keempat yang bertema Game of Thrones juga, berjudul “Jon Snow”. Lagu ini spesifik untuk segmentasi penggemar Game of Thrones, liriknya menceritakan cerita hidup Jon Snow. Oleh karena itu menurut saya lagu ini biasa saja karena saya tidak mengikuti seri Game of Thrones.

“Navigasi” featuring Chevrina Anayang melegakan bagi saya setelah mendengarkan dua lagu yang isi nya inside jokes penggemar Game of Thrones. Navigasi sepertinya mendeskripsikan pemesanan ojek atau taksi offline. Bagi orang yang tidak mengerti bahasa Indonesia, lagu ini bisa disalah pahami sebagai lagu cinta. Hal tersebut diakibatkan penyampaian lirik oleh Chevrina dan Sir Dandy sangat bergairah.

Lagu terakhir dari mini album ini adalah “Biarin”. Riff gitar untuk lagu “Biarin” bikin saya merasa berada di zaman Cowboy seperti di film Lone Ranger. Lagu ini jelas ada pengaruh country yang memberi kesegaran untuk album “Intermediate”. Sir Dandy mengekspresikan rasa bodo amat dia terhadap caci maki seorang perempuan.

Secara keseluruhan saya senang sekali dengan album ini, oleh karena masih ada yang memproduksi lagu-lagu humoris. Melanjutkan legacy grup seperti Projek Pop dan berjuang bersama band-band seperti Terapi Urine dan Black teeth, yang tema lagu-lagunya sesama humoris. Sir Dandy berhasil menciptakan karya yang sangat khas dengan modal lirik, tanpa harus ber-eksperimentasi dengan sound yang kompleks.

Tags:
Andi Basro

Poser HC yang berusaha mengedukasi soal musik tanpa memiliki kemampuan bermusik.

  • 1

You Might also Like

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *