LOADING

Type to search

Misbar Cinema Bandung, Konsep yang Segar dengan Persiapan yang Kurang Matang

EVENT FEATURED

Misbar Cinema Bandung, Konsep yang Segar dengan Persiapan yang Kurang Matang

INCOTIVE 17/10/2019
Share

Teks oleh Husna Rahman Fauzi
Foto oleh Rafii Mulya

Rasa bersalah menggunung di dada saya. Pasalnya, saya telah membuat seorang teman menunggu selama setengah jam di terminal Ledeng. Keterlambatan saya bukan tanpa alasan. Pertama adalah karena saya tidak hafal rekayasa jalan terbaru di daerah Setiabudhi dan yang kedua adalah rutinitas macet sore yang selalu terjadi di kota Bandung.

Jumat (11/10/2019) Saya dan rekan reportase saya hendak pergi menghadiri acara “Garden Cinema”-nya, Misbar Cinema Bandung yang bertempat di Gedong Putih, Jalan Terusan Sersan Bajuri, Bandung.

Perlu diketahui, Misbar adalah sebuah terminologi sejarah untuk bioskop layar tancap tahun 80-90an untuk menunjukan biskop outdoor. Dewasa ini, konsep misbar kembali dibangkitkan namun dengan cara-cara yang lebih modern. Di dalam acara Misbar Cinema lalu, bukan hanya acara menonton film, tapi juga ada pertunjukan band, talkshow dan festival makanan.

Dari terminal Ledeng, motor bebek kesayangan saya terengah-engah naik ke lokasi acara karena jalanan yang menanjak. Sesampainya di Gedong Putih, saya menghampiri Pimred yang sedang asyik menyantap bakso dan kami pun segera memasuki area venue. Seperti biasa, pemeriksaan daftar hadir, tanda tangan, perkenalan LO dan setumpuk formalitas lain dalam sebuah event bersponsor rokok.

Setelah masuk, pemandangan pertama yang saya lihat adalah bean bag yang ditempatkan di atas rumput sintetis yang menghadap satu layar besar dimana film-film nanti akan diputar. Di sisi kiri pintu masuk berjajar stand-stand makanan. Dari mulai kedai kopi portable, makanan-makanan standar event, yang cukup unik adalah penjual kerak telor dan tahu gejrot.

Di sisi kanan, terdapat booth komunitas dan smoking area. Booth komunitas diisi oleh non-profit organisasi bernama Kain Makna dari Solar Chapter, perkumpulan mahasiswa-mahasiswa Indonesia yang berkuliah di Amerika Serikat untuk membantu perkembangan ekonomi masyarakat desa.

Lalu di depan, selain ada layar besar, tepat di sampingnya terdapat panggung untuk band penampil. Saat saya datang tepat sekali band asal Bandung, Loner Lunar tampil menghibur pengunjung yang sedang asyik duduk-duduk di bean bag mereka masing-masing. Loner Lunar membawakan beberapa lagu dalam album terbaru mereka, sebelum akhirnya turun dan mendapatkan applause dari para penonton.

Setelah Loner Lunar turun dari venue, acara dilanjutkan dengan memutar film karya Reza Rahadian berjudul “Sebelah”. Film ini cukup mendapatkan apresiasi pengunjung karena venue sudah mulai padat. Acara berlanjut pada segmen hiburan yang dipandu oleh Lelang Ceria. Acara lelang ini berlangsung selama 20 menit dan banyak pengunjung yang mendapatkan barang-barang dengan harga beragam dengan kualitas yang juga beragam dengan senyuman ceria di wajah mereka.

Suasana mulai luar biasa dingin seperti biasanya di daerah Lembang. Penonton yang membawa pasangan mulai duduk merapat-rapatkan diri untuk kemudian saling memeluk dan menghangatkan tubuh. Beberapa pengunjung juga telihat memesan kopi, memesan steak barbeque dan memenuhi stand kerak telor demi menghangatkan badan mereka dari udara dingin ala pegunungan.

Acara mesti berlanjut dan panitia memberikan suguhan film dari Finalist LA film Festival yang mohon maaf, buruk! Saat tiga film tersebut disuguhkan, banyak pengunjung yang tidak memperhatikan jalannya film tersebut dan memilih untuk berbincang dengan teman-temannya masing-masing.

Lalu setelah marathon pemutaran tiga film tersebut, masuklah pada agenda film utama, yakni pemutaran film garapan Mouly Surya, Marlina si Pembunuh Dalam Empat Babak. Dari sini pengunjung mulai menyadari bahwa acara ini kurang persiapan. Sebab, setelah disuguhi film-film tidak jelas, jika bukan karena ada teman-teman, tentu saja pengunjung sudah pergi dari tadi.

Masalah teknis pasti ada di setiap acara. Namun, masalah teknis muncul di acara utama adalah kekesalan tersendiri. Marlina yang sudah mulai seperempat jalan ternyata buffer layaknya menonton streaming di Indoxxi. Setelah itu, telinga pengunjung dipaksakan mendengar ocehan MC yang berupaya menambah waktu untuk mengatasi masalah.

Beruntungnya, bualan MC akhirnya digantikan oleh penampilan band asal Bandung, Dream Coterie yang berhasil mengisi kekosongan tersebut. Dengan sound acara yang baik, Penampilan Dream Coterie menjadi maksimal. Penampilan mereka membawa vibes tersendiri bagi penonton meskipun karena crowd yang mati diam membeku di bean bag nya masing-masing.

Garden Cinema menjadi acara yang gagal gagal sukses karena masalah teknis dan juga sejumput masalah rundown acaranya. Namun segi positifnya, setiap orang yang hadir begitu tertegun dan menikmati venue acara yang indah. Hal ini juga diungkap oleh ara pengunjung.

Amira, Mahasiswi Unpad yang ikut membeli tiket seharga 70 ribu, memberi testimoninya. “Acaranya bagus, venue nya sih bagus. Yang aku tunggu-tunggu tuh Marlina, tapi sayang sedang ada masalah teknis” ungkapnya. Amira, seperti penonton lain mengaku dimotivasi oleh kumpul-kumpul liburan di acara beserta teman-temannya. “Ya aku kesini seneng aja, ada banyak kumpul temen-temen, itung-itung liburan” tutupnya.

Berbeda dengan Amira, Mahasiswa ISBI Bandung, Andi, mengaku ia mengetahui acara ini dari seorang kawannya. Ia juga tertarik dengan konsep Garden Cinema yang diusung oleh Misbar Cinema ini. “Iya saya tahu info dari temen. Dan saya juga tertarik dengan konsep Garden Cinema dimana kita menonton film secara outdoor. Misbar Cinema juga bagus karena tidak semua orang di generasi saya mengetahui sejarah dan konsep bioskop Misbar yang ada di zaman dahulu ini” pungkasnya.

Akhir kata, Misbar Cinema telah sukses memperkenalkan konsep yang segar dan pemilihan venue yang baik. Akan tetapi, kurangnya persiapan dalam menejemen resiko saat masalah teknis menjadi kesalahan yang fatal.

Tags:

You Might also Like

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *