LOADING

Type to search

FOODWISE: Rasa yang Perlu Dipertanyakan, Nasi Goreng Gila Obama

FEATURED SELECTION

FOODWISE: Rasa yang Perlu Dipertanyakan, Nasi Goreng Gila Obama

Nadira Qanita 29/07/2018
Share

Kedatangan Presiden ke-44 Amerika Serikat, Barack Obama, pada tahun 2010 dan 2017 kemarin terbukti mengangkat pamor nasi goreng di kancah dunia. Selain itu, pertemuan SBY-Prabowo yang sudah berlangsung dua jilid itu juga tidak pernah absen dari nasi goreng. Yang kata intel SBY sih, asal diberi nasi goreng, Pak Pabowo “setuju”. Makanan memang ajaib. Selain bisa membentuk badan juga bisa membentuk politik, hehe.

Nasi goreng itu sebenarnya makanan yang rendah gizi dan tinggi kalori. Apalagi isinya kalau bukan cuma nasi, minyak, seumprit suwiran ayam dan kocokan telur. Bagaimanapun, nasi goreng adalah makanan paling universal yang pernah ada. Tiap negara punya versi nasi gorengnya sendiri. Semua orang suka, kelas sosial apapun restorannya pasti ada. Pun jorok banget tempatnya, kamu pasti gapapa.

Jangan anggap sebelah mata! Selain jadi menu keputusasaan anak kos, nasi goreng juga menjadi menu jamuan keistanaan, bahkan sempat jadi menu wajib serdadu KNIL, berbarengan dengan daging dan tempe.

Tanggal tua kemarin aku datang ke salah satu tempat nasi goreng favorit ku, Nasi Goreng Gila Obama. Sudah lama gak mampir, aku kembali lagi karena apes habis beli nasi goreng terkenal di bilangan Sabang dan mendapati kecoa lari-lari dari bak cuci piring, dan kotak tissue.

Ready Set Unwrap

Sebelum masuk ke dalam kategori “World’s 50 Best Dishes”, nasi goreng punya perjalanan panjang. Nasi goreng menjadi salah satu hidangan favorit Dinasti Sui (581-618 M) yang terletak di kota Yangzhou, China—kota pusat perdagangan beras, garam, dan kain. Bermula dari budaya anti membuang makanan dan kebiasaan makan makanan hangat, timbul lah kebiasaan “chao” yang artinya menumis atau menggoreng dengan sedikit minyak sehinggga tercipta lah nasi goreng. Adanya perdagangan dan penjajahan membuat nasi goreng terbawa ke seluruh dunia dan terakulturasi rasanya sesuai negara masing-masing, salah satunya Indonesia.

Yang aku datangi adalah Nasi Goreng Gila Gondrong Obama, salah satu legenda nasi goreng di Jakarta. Tidak, nasi goreng ini tidak ada kaitannya dengan rambut gondrong Obama. Begitu pula mengenai rasa, tidak ada akulturasi dengan cita rasa Amerika. Hanya saja, nasi goreng ini terletak tepat di depan SD dulu Obama sekolah. Seperti namanya, Nasi Goreng Gila Gondrong Obama hanya menyediakan nasi goreng dengan kondimen tumisan gila, telur, dan keju mozzarella. Harganya berkisar dari Rp 20.000 hingga Rp 50.000.

Where to Quest?

Nasi Goreng Gila Gondrong Obama yang utama terletak tepat di depan SDN Menteng 01 Pagi, tepatnya di Jalan Besuki No. 4A, Menteng. Selain di Menteng, mereka punya 9 cabang tersebar hingga ke Makassar. Mulai buka pukul 5 sore hingga habis, tetapi biasanya sampai jam 2 pagi. Tempatnya ini selayaknya lapak nasi goreng pada umumnya, hanya gerobak dan beberapa bangku bakso. Oh iya, tempatnya ok kok, gak jorok-jorok amat.

Tastebuds

Tantangan memasak dalam jumlah besar dan tetap enak tidak hanya dihadapi oleh katering, tetapi juga Nasi Goreng Gila Gondrong Obama. Terakhir aku kesini, mereka masih memasak sesuai pesanan. Namun biar cepat, mereka sudah memasak 1 big batch di awal dan tidak hanya nasi gorengnya saja, tetapi juga tumisan gila, bahkan telurnya… Mungkin ini yang menjadikannya kurang mantap.

Nasi gorengnya cenderung hambar, gak harum rempah, dan rasa asap khas nasi gorengnya juga hilang. Aku mendapati beberapa gumpalan nasi yang masih putih, tidak ikut teraduk rata oleh bumbu. Yang bisa aku ingat hanyalah rasa kecap dan minyak yang tertinggal di langit-langit lidah. Untuk tumisan gilanya, aku tetap suka karena rasanya sangat umami—gurih dan manis. Ya hanya saja bakso dan sosisnya ini kelewat tepung, tapi yasudah lah setidaknya mereka cukup berbesar hati ngasihnya.

Tapi apalah yang lebih sedih dari seporsi penuh nasi goreng dingin, tumisan gila yang dingin, dan telor yang dingin!?

“Beri saja aku nasi goreng, dengan omelet telur sambal kerupuk dan segelas bir”.

Tadi adalah bait terjemahan lagu “Geef Mij Maar Nasi Goreng”, yang selalu relevan kalau kita lagi pergi dan bingung mau makan apa. Namun, aku harap kalian tidak mengatakan itu ke abang Nasi Goreng Gila Gondrong Obama.

Tags:

You Might also Like

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *