LOADING

Type to search

One Hour Set Vol.6: Kekacauan yang Teratur di Akhir Pekan Bersama The Upstairs   

EVENT FEATURED

One Hour Set Vol.6: Kekacauan yang Teratur di Akhir Pekan Bersama The Upstairs   

Defta Ananta 17/09/2018
Share

Foto: Larissa Atmawati

Kembali lagi dengan hajatan edisi ke-enam One Hour Set pada hari Sabtu 16 September 2018 lalu. Kali ini giliran pioneer genre New Wave asal Jakarta, The Upstairs untuk menguras energi para Modern Darlings Kota Kembang selama satu jam. Hanya berselang dua bulan setelah penampilan terakhir mereka di Bandung, pendengar setia dari band yang telah lalu-lalang di perskenaan musik Indonesia selama hampir 17 tahun ternyata masih memberikan antusiasme yang tinggi untuk menyaksikan mereka kembali “membakar” panggung. Masih dengan konsep keintiman yang sama seperti edisi-edisi sebelumnya, The Upstairs menutup akhir pekan khalayak Modern Darlings dengan gaya yang eksentrik nan elegan.

Acara yang secara rutin digelar di sebuah toko kecil di daerah Setiabudhi dibuka oleh alunan lagu-lagu disko dari Goldfang (Mirza) untuk memberikan pemanasan. Sekitar pukul setengah tujuh kami mendapatkan kesempatan untuk berbincang-bincang santai dengan para personil The Upstairs, mulai dari fashion hingga mengenai identitas musik The Upstairs. Jimi mengatakan kalau The Upstairs dengan format yang baru memiliki musik yang lebih dinamis dan mereka lebih aware dalam perkembangan piranti dalam proses pembentukan musiknya (obrolan kami secara lebih lanjut akan kami muat dalam format video, ditunggu yaa).  Singkat cerita telah sampailah kita pada sesi interview yang dipandu oleh Tomo dan Lazu. Di dalam sesi tersebut Jimi dkk membocorkan rencana perilisan single terbaru The Upstairs yang katanya akan segara diperdengarkan kepada khalayak ramai pada bulan Oktober nanti.

Setelah sesi interview tibalah kita pada waktu yang ditunggu. The Upstairs tanpa basa-basi langsung membuka penampilannya dengan hentakan drum tempo cepat ditambah dengan permainan synthesizer yang menghipnotis seluruh pengunjung yang datang malam itu. Jimi dkk tampil dalam balutan fashion asimetris dengan warna yang mencolok, dan menurut saya hal tersebut sangat cocok untuk menggambarkan musik The Upstairs yang merepresentasikan gejolak semangat anak-anak muda.

Jujur, saya masih belum merasa “terpanggil” untuk jatuh kedalam pesta dansa. Namun, ketika mereka membawakan lagu “Disko Darurat” rasanya sulit untuk menahan diri, dan seketika saya beserta Modern Darlings yang lainnya larut dalam pesta dansa bertempo cepat. Lagu-lagu legendaris seperti “Apakah Aku Berada Di Mars, Atau Mereka Mengundang Orang Mars”, “Terekam ‘Tak Pernah Mati”, “Gadis Gangster” dan lainnya sukses menguras energi dan mengeksploitasi kehausan audiens untuk bisa secara lepas meluapkan euphorianya.

Ada sebuah kepuasan tersendiri bagi beberapa Modern Darlings yang datang pada hari itu. Bagaimana tidak? Ruangan berukuran kurang lebih 10m x 8m yang sejatinya cukup sesak bertransformasi menjadi arena crowdsurfing, tercatat ada lebih dari 6 aksi crowdsurfing. Sungguh sebuah pengalaman berakhir pekan yang cukup sulit didapatkan. Sebuah kekacauan yang teratur semakin menjadi ketika The Upstairs membawakan lagu Matraman. Lagu yang menurut saya punya andil besar dalam mengukuhkan The Upstairs sebagai legenda musik New Wave Indonesia menutup sesi penampilan selama satu jam. Untuk kali ini, saya merasa bahwa durasi satu jam tidak lah cukup tetapi tak masalah justru hal tersebut akan melahirkan rasa rindu untuk bisa melihat penampilan The Upstairs di kesempatan yang akan datang.

Akhir kata, terima kasih bagi rekan-rekan tim One Hour Set yang sudah sukses menutup akhir pekan saya dengan menyuguhkan sebuah pertunjukan, yang layak untuk masuk dalam daftar pengalaman menonton konser terbaik!

Tags:

You Might also Like

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *