LOADING

Type to search

Pamali; Nyata atau Trik Belaka

COLUMN FEATURED

Pamali; Nyata atau Trik Belaka

Adam 20/03/2018
Share

Ilustrasi oleh Nadhif Ilyasa

Waktu aku masih kecil, aku seringkali dimarahi sama ibu kalau waktu petang belum pulang ke rumah. Maklum, anak umur 10 tahun  kebawah-kan memang sedang hobi-hobinya main dengan kawan-kawan. Kalau hobi narkoba, aku pasti sudah direhab, enggak di rumah. Saat sudah sampai rumah biasanya Mamah makin ngoceh, katanya kira-kira begini, “Jangan dibiasakan jam-jam Maghrib belum pulang ke rumah, nanti dikalungin bedug sama setan.” Kami-kami ini anak kecil mana tahan dengar ancaman macam begitu. Seiring beranjaknya umurku, ancaman-ancaman serupa yang berbau mistis dan supranatural malah semakin sering tertuah dari mulutnya. Semisal; tidak boleh diam di lawang (gerbang) pintu yang bisa bikin kita sulit dapat jodoh, tidak boleh memakai payung di dalam rumah karena kita bisa tersambar petir, atau yang paling ekstrim, jangan siul-siul waktu malam hari karena bisa bikin macan Prabu Siliwangi keluar dari tembok ruangan tersebut. Duh, ngeri ya pemirsa…

Menurut para penganut materialisme, tidak ada entitas lain yang memengaruhi sebuah fenomena dan menyatakan bahwa kebenaran yang nyata dan satu-satunya adalah materi (kebendaan/ yang nampak). Singkatnya, paham materialisme tidak mengakui adanya kekuatan transendental, adikodrati, konsep Tuhan, roh, dan hanya berorientasi pada aktivitas material seperti misalnya harta. Paham materialisme ini sedikit banyak dianut oleh masyarakat negara barat, sehingga pada situasi tertentu, mereka jarang memercayai hal-hal mistis. Paham mistisisme berdiri sebagai anti tesis dari materialisme. Pada hakikatnya mistisisme merupakan ajaran yang menjelaskan adanya hubungan antara kehidupan universal dan perennial. Mistisisme yakin bahwa ada energi lain yang dapat memengaruhi sebuah fenomena, seperti Tuhan, roh, iblis, atau kamu. Kalau dilihat dari contoh kasus yang telah saya jabarkan di atas, dapat dicerna dengan jelas bahwa memang kebudayaan Timur lekat dengan hal-hal yang magis, mistis, kosmis, dan religius.

Ibu ku juga sepertinya dapat ancaman serupa dari nenek ku, dan itu sepertinya turun menurun, tidak berhenti, karena sudah diyakini dan dijadikan sebagai tuntunan atau norma yang mesti ditegakkan. Apalagi kita tidak bisa menolak dengan yang namanya aturan agama, lalu dibentuklah kebiasaannya dalam tubuh masyarakat, memberikan rasa aman, serta menumbuhkan kepercayaan dan keyakinan. Hal yang dapat menjelaskan orientasi masyarakat Timur kepada mistisisme ini dibentuk karena peradaban religi di dunia terpusat di wilayah Timur itu sendiri. Mengembangbiakkan generasinya, terus menyebar dan memang dianggap manjur oleh kami, orang-orang Timur. Sehingga mistisisme merupakan sebuah paham yang mengikat di dalam kepala kita. Kita selalu percaya bahwa sesuatu yang berbau duniawi niscaya akan gagal diraih jika tidak didampingi dengan entitas-entitas mistis yang kita sembah maupun praktik-praktik magis yang diyakini mujarab.

Nah, aku juga bingung kenapa aku tiba-tiba serius dengan ngomongin materialisme x mistisisme. Yang selalu ada dalam benak ku adalah, memang ada setan yang rela berat-berat ngangkut bedug untuk dikalungkan pada anak kecil yang belum pulang waktu Maghrib? Aku mulai sadar kalau ini sebuah konspirasi mamah-mamah agar anaknya segera pulang, karena mereka khawatir. Lalu aku juga mulai sadar, kalau sebetulnya larangan diam di lawang pintu itu bukan perkara sulit dapat jodoh, tapi ngahalangan goblog!

Aku juga ada pertanyaan deh satu lagi, kira-kira roh Stephen Hawking masuk neraka atau masuk lab. fisika yah? Basi. R. I. P  Hawking.

Tags:

You Might also Like

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *