LOADING

Type to search

Perempuan dan Persimpangan Volume 2: Lika Liku Menjadi Perempuan Mandiri

EVENT

Perempuan dan Persimpangan Volume 2: Lika Liku Menjadi Perempuan Mandiri

INCOTIVE 19/02/2018
Share

Foto oleh: Gustama Pandu

Tanggal 7 Februari kemarin, acara Perempuan dan Persimpangan yang diinisiasi oleh Midnight Noises dan Perpus Kolektif diadakan kembali di Kedai Kinetik, Tangerang. Tema yang diangkat kali ini adalah: Lika Liku Menjadi Perempuan Mandiri. Perempuan dan Persimpangan telah memasuki volume 2, dan mengundang pembicara yakni, Aphrodita Wibowo dan Alif Quita Nopianti.

“Kita ingin membahas isu-isu perempuan dari hal-hal yang mudah dipahami, seperti volume pertama menyajikan lewat puisi. Volume kedua ini lewat diskusi bersama 2 pegiat kreatif yang telah menemukan passion dan menjadikan itu mata pencaharian.” Kata Tiara Dianita moderator sekaligus penggagas acara.

Acara diawali dengan diskusi bersama Aphrodita Wibowo. Ia bercerita tentang Cemprut, usaha kerajinan tangan yang sudah dibangunnya selama sepuluh tahun. Ia yang memiliki latar belakang keluarga yang bekerja 9 to 5, tidak pernah menyangka kerajinan tangan yang menjadi hobinya sejak kecil menjadi mata pencahariannya. Salah jurusan dalam perkuliahan lalu menikah, membuatnya mengingat kembali pada kerajinan tangan, dan dimulailah usaha Cemprut ini. 10 tahun bukan hal yang mudah baginya, namun dukungan orang terdekat sangat penting untuknya.

Lalu berdiskusi dengan Alif Quita Nopianti, yang sejak berkuliah mendapat pesanan menggambar dari teman-temannya. Ia dengan senang hati, tidak pernah meminta imbalan. Tetapi karena diingatkan oleh seorang sahabatnya, lalu muncullah usaha Egglustration. Tahun kemarin Egglustration mendapatkan tempat di Jakarta Creative Hub. Wadah kreatif Jakarta Creative Hub sangat membantu Egglustration dalam banyak hal. Ia mengatakan peran penting pemerintah dalam industri kreatif, dan itu yang belum dirasakan di Kota Tangerang.

Setelah diskusi selesai, open mic dibuka, beberapa orang maju untuk melantunkan puisi-puisi. Sebelum acara ditutup moderator berkata “Semoga setiap individu yang datang hari ini dapat menyimpulkan sendiri apa itu arti menjadi mandiri.” Acara hari itu tidak hanya dipadati oleh perempuan, tetapi banyak juga laki-laki yang hadir.

Tags:

You Might also Like

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *