LOADING

Type to search

Picnic Cinema #2: Night at the Museum

EVENT

Picnic Cinema #2: Night at the Museum

INCOTIVE 02/11/2016
Share

Oleh: Angga Fahmi (Twitter: @anggafd)

Film sudah menjadi penyumbang pengaruh budaya sejak dulu, tidak hanya sebagai hiburan namun juga sebagai sarana menyampaikan gagasan dan pesan pada yang menontonnya. Collaborative sebagai kolektif kreatif yang berbasis di bandung menginisiasi Picnic Cinema untuk memberikan kesempatan kepada para film maker indie menyalurkan ide-ide mereka. Picnic Cinema yang berkonsep layar tancap kembali hadir untuk kedua kalinya di Museum Geologi Bandung dengan mengusung tema Picnic Cinema #2 : Night at The Museum, Sabtu 29 Oktober kemarin. Hujan sempat membuat acara dimulai terlambat dari yang rencananya jam 2 siang mundur menjadi jam 4.

Meskipun konten utama dari acara picnic cinema ini adalah film pendek, namun acara tidak melulu tentang film. Dalam picnic cinema kali ini terdapat kelas membuat sushi dengan Sushi Tei dan Make Up Challenge sebelum sesi pemutaran film. Selain itu, Slate juga menyediakan tempat untuk menyalurkan ide-ide cerita para pengunjung melalui drop box yang disediakan di venue. Ide-ide yang masuk seleksi dan terpilih akan mendapatkan bantuan dana dari slate untuk mewujudkannya menjadi sebuah film pendek. Juga ada virtual reality dari octagon studio yang bisa membuat museum seakan-akan menjadi hidup. Total ada 16 film pendek yang diputar pada picnic cinema kali ini, lima film dari para submitters yang sudah dikurasi oleh Naya Anindita dan 11 film lainnya dari para kontributor termasuk pemenang Movers and Shakers Project

Sesi pemutaran film pun dimulai setelah acara meet and greet dengan produser serta aktor film Galih dan Ratna. Film pertama yang diputar adalah Friends oleh Lab Cinema dan Lotus Cinema, film pendek yang bercerita tentang hubungan dua orang kakek yang selalu ribut. Karena hujan, pemutaran tiga film pertama diadakan didalam auditorium Museum Geologi. Setelah hujan mulai reda, acara kembali keluar sesuai dengan konsep picnic cinema yaitu layar tancap. Di sela sesi pemutaran film juga ada band performance Samsara dan perwakilan Nestle Music Nation, Starway, yang tampil setelah film pendek ketiga, Opor Operan oleh Sebelas Sinema. Setelah Starway tampil, film pendek yang diputarkan selanjutnya adalah film pendek yang menang dalam Mover and Shakers project oleh Slate. Total ada delapan film pendek dari Movers and Shakers. Selanjutnya sesi talkshow dari Slate dengan tiga sutradara dari film-film pendek Movers and Shakers yaitu Faisal Mochamad , Rein Maychaelson dari film Dinner with Astronaut, dan Ariel Victor yang menjadi sutradara dari film pendek animasi Chosen Generation. Hari sudah pukul 11 malam saat band performance kembali diramaikan oleh Banjolin dan Mesopotemia lalu ditutup dengan sesi pemutaran film pendek yaitu Jurig yang bertemakan film horor berhasil membuat banyak penonton terperanjak dan bersorak.

Suasana menonton layar tancap sembari berpiknik berhasil dihadirkan oleh Picnic Cinema untuk kedua kalinya, hal yang jarang sekali dapat kita temukan dewasa ini.

Foto: Mutiara Fakhrani & Ariandi Setiawan

Tags:

You Might also Like

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *