LOADING

Type to search

Mencari Esensi Hidup Lewat Single Terbaru Ping Pong Club, Skylight

DAILY FEATURED

Mencari Esensi Hidup Lewat Single Terbaru Ping Pong Club, Skylight

INCOTIVE 29/08/2018
Share

Teks: Abyan Hanif

Ping Pong Club merupakan unit Indie-Pop / Elektro-Pop asal Kota Kembang yang terdiri dari Haris Lasa (Vokal, Synth, Gitar), Muhammad Rizky (Vokal, Gitar), Fasya Suryadini (Vokal, Synth, Keyboard), Muhammad Iqbal (Bass), dan Satrio Adi Nugroho (Drum). Ping Pong Club resmi merilis single kedua mereka yang berjudul “Skylight” sebagai sekuel dari album penuh pertama mereka yang akan dirilis pada penghujung tahun 2018 ini. Sebelumnya, Ping Pong Club sudah merilis single pertama mereka yang diberi judul “Venetian Blinds” pada bulan Maret kemarin.

“Skylight” sendiri bercerita tentang seseorang yang sedang dalam kebingungan dalam mencari hal-hal yang esensial dalam hidupnya. ‘Seseorang’ dalam lagu ini sendiri tidak tahu apa yang sebetulnya ia butuhkan, bahkan tidak mempunyai ambisi terhadap suatu hal. Kebingungan yang coba digambarkan lewat lagu ini dapat kita perhatikan dari awal lirik; “From that fancy coffee bar across the road, she’s wearing her brand new running shoes, but she would never realize, that she stood above her own lies”.

Menurut Kidz, (panggilan akrab Muhammad Rizky) kita harus menghargai pilihan orang lain, karena manusia diberikan hak untuk bebas dalam memilih pilihannya sendiri tanpa terhalang oleh kontruksi-konstruksi sosial orang-orang di sekitarnya. “Skylight” juga merupakan pematangan dari single sebelumnya yaitu “Venetian Blinds”.

Saat mendengar kedua single Ping Pong Club yang manis dengan synth yang energic, saya pribadi serasa sedang mendengar lagu-lagu dari band dream pop seperti Wild Nothing.

Single “Skylight” sendiri telah dirilis secara eksklusif untuk pasar di Jepang pada 27 Agustus 2018 oleh Aestethic City, Sister label dari Hope You Smile Records (Label yang memperkenalkan Ikkubaru di Jepang), serta ditayangkan perdana di Jamendo Music, platform music digital asal Luxembourg. Single ini juga dirilis melalui Spotify, iTunes, Apple Music, Deezer, Joox, dan dipasarkan secara global melalui Dreamtime Palace, record label asal California, AS.

Tags:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *