LOADING

Type to search

Pop at Summer “Kiss Berry” menjadi Kesederhanaan Manis di tengah Nostalgia Massal

DAILY FEATURED

Pop at Summer “Kiss Berry” menjadi Kesederhanaan Manis di tengah Nostalgia Massal

Janji Syahzar 21/04/2020
Share

Swa-karantina ini merupakan masa yang berat bagi saya. Rumah perantauan ini mulai terasa seperti penjara. Mengurung diri lebih dari satu bulan memang seperti pedang bermata dua. Di satu sisi saya dapat belajar banyak hal baru, di sisi lainnya saya menghadapi kebosanan akut. Akan tetapi, ilmu baru tidak selalu berarti pengalaman baru. Sepertinya, ketiadaan pengalaman baru ini membuat banyak orang terdorong untuk bernostalgia. Kita dapat melihat lini masa media sosial dipenuhi foto-foto masa lalu dengan tagar “throwback”. Hiburan seadanya untuk menemani masa-masa kelam ini.

Di tengah fenomena nostalgia massal ini, trio asal Bandung, Pop at Summer kembali merilis lagu berjudul “Kiss Berry” pada tanggal 10 April 2020, lagu ini menceritakan hubungan romantis seorang tokoh yang berujung pada pertemanan (kerap disebut Friend Zone). Tema lagu ini diangkat dari pengalaman cinta monyet para personil Pop at Summer. Judul ‘Kiss Berry’ sendiri dipilih untuk menggambarkan kemanisan dalam pengalaman tersebut. Proses mixing dan mastering dilakukan oleh sang gitaris sendiri, Roni Tresnawan Smith.

“Kiss Berry” dibuka dengan groove bass oleh Rifky Adam Rahman yang kemudian diikuti petikan gitar. Suara gitar dengan produksi khas indie-pop menambah nuansa manis lagu ini. Mulai dari bagian verse, vokal Givani Putri yang lembut berhasil menggambarkan tema lagu ini dengan cara yang menyenangkan. Akibat aransemen yang sederhana, pengalaman mendengarkan lagu ini pun menjadi begitu ringan.

Ada dua hal yang menjadi perhatian saya. Pertama, “Kiss Berry” terdengar seperti lagu indie pop pada umumnya. Aransemen dan elemen-elemen dari lagu ini terdengar terlalu rapih sampai-sampai terkesan rudimental. Kedua, tema cinta monyet dapat dikatakan klise. Secara terpisah, dua hal ini mungkin menjadi hal yang buruk. Tetapi, sebagai kesatuan, dua hal ini menunjukkan sebuah konsistensi.

Pesan yang ringan tidak terlalu memerlukan penyampaian yang berat. Keselarasan pesan dan cara penyampaian tersebut berkontribusi dalam menjauhkan kesan pretensius dari lagu ini. That being said, “Kiss Berry” menjadi karya yang jujur dan relatable.  Ditambah dengan tren nostalgia massal yang tengah berlangsung, tema nostalgik dan eksekusi sederhana lagu ini justru menjadi tepat sasaran.

Tags:
Janji Syahzar

Mencoba menjadi penikmat musik yang apresiatif. Produser dan pemain bas Dream Coterie.

  • 1

You Might also Like

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *