LOADING

Type to search

Prediksi 2018: Panduan Untuk Tahun Yang Lebih Baik

DAILY

Prediksi 2018: Panduan Untuk Tahun Yang Lebih Baik

INCOTIVE 25/12/2017
Share

Teks: Arbha Witarsa
Ilustrasi: Marco Hanif Samudro

2017, tahun-tahun penuh kejutan bagi Indonesia. Dimulai dari design baru mata uang rupiah yang mengakibatkan orang salah bayar, hingga dikejutkan oleh statement presiden Amerika, Donald Trump soal ibu kota Negara Israel yang mengejutkan netizen sedunia bukan hanya Indonesia. Netizen juga dikejutkan oleh hype-nya tren bom panci yang sempat viral. Tapi, apa kejutan-kejutan tersebut akan berpengaruh pada kejadian-kejadian yang akan terjadi di tahun 2018? Ya pasti dong!

Mungkin orang-orang mulai mempertanyakan, apa yang akan terjadi di tahun 2018. Apakah mereka akan mendapatkan keberuntungan? Atau bagaimana mencari peruntungan di tahun 2018?

Tenang, kami selaku panitia tahun baru 2018 akan memberikan kisi-kisi tahunan agar netizen-netizen tidak akan kehilangan arah di tahun 2018 nanti. Kami berharap kisi-kisi ini dapat membantu kelancaran kehidupan sehari-hari kita semua, dan kami berharap kisi-kisi ini tidak dipergunakan untuk kegiatan-kegiatan yang negatif di kemudian hari.

Langsung kita mulai saja!

Pertama, info menarik untuk kalian para calon mahasiswa baru (maba) setelah kejadian-kejadian yang terjadi soal bullying di seluruh Indonesia. Bersuka citalah wahai calon maba, ada kabar baik untuk kalian. Bahwa, akan terjadi pergeseran budaya dalam sistem per-ospekan (pekan orientasi) di tahun 2018. Pergeseran budaya tersebut yaitu, akan hilangnya sistem kekerasan fisik dalam sebuah ospek. Hal ini terjadi karena banyaknya jumlah kematian yang disebabkan oleh kekerasan fisik dalam sistem orientasi sebuah institusi pendidikan di tahun 2017.

Kemungkinan besar akan adanya regulasi khusus mengenai hal tersebut, dan kemungkinan setiap kegiatan orientasi akan di awasi langsung oleh pihak institusi. Hal ini menjadi kabar buruk untuk oknum-oknum pecinta kekerasan fisik “balas dendam” dalam masa orientasi, dan diharapkan panitia bisa mencari rencana baru untuk membangun mental maba dalam sebuah orientasi.

Namun untuk para maba, Jika ini masih kurang menjadi kabar baik, berarti anda calon maba yang manja. Tapi tenang, masih ada kabar baik untuk calon maba yang manja. Dikarenakan banyak terjadinya bullying atau kekerasan non-fisik lainnya di tahun 2017 yang menjadi viral, sepertinya akan ada regulasi-regulasi khusus soal hal tersebut. Jadi tenang, jika kalian mengalami hal tersebut, laporkan saja pada pihak yang berwajib, dan siap-siap lah kamu untuk jadi korban bullying terus setiap hari oleh teman satu geng yang membully kamu. Himbauan untuk yang merasa akan mengalami hal diatas hanya satu, kuatkanlah mentalmu nak.

Kedua, masih dalam topik kekerasan, dalam 2017 ada beberapa kejadian kekerasan yang terjadi pada hewan. Beruang kebun binatang kota Bandung yang terlihat tidak terurus, orang utan di kalimantan yang diburu, dibunuh, dan dimakan, dan juga pengangkutan lumba-lumba oleh salah satu maskapai penerbangan yang tidak sesuai prosedur. Ada dua kemungkinan yang akan terjadi di tahun 2018 soal pembudidayaan hewan.

Pertama, pemerintah akan melakukan tindakan nyata untuk membudidayakan dan menjaga hewan-hewan di negara ini, dan lebih memperhatikan fasilitas yang menjaga hewan-hewan tersebut, salah satunya kebun binatang. Kemungkinan kedua, pemerintah akan cuek bebek saja dan menjadikan kejadian kemarin hanya angin lalu. Jika sampai terjadi kemungkinan kedua, saya harapkan melalui tulisan ini masyarakat akan turut membantu ikut andil dalam pelestarian hewan-hewan dimanapun, kecuali tikus got dan kecoa, karena kecoa adalah serangga.

Hal kecil seperti menjaga dan menyayangi hewan, mau itu di lingkungan rumah anda, atau di pusat pelestarian sangat membantu dalam pelestarian hewan. Sedikit catatan bahwa memberi anggur merah  kepada hewan merupakan sesuatu yang mubazir, selain membahayakan hewan tersebut, juga membahayakan orang yang memberinya karena akan memabukan, dan pada akhirnya lupa diri.

Ketiga, (udah ketiga lagi ya?) saya yakin sekali perpecahan akan terjadi di Indonesia, kaget kan? Silahkan tafsirkan sendiri, tapi perpecahan ini akan terjadi apabila terus menyebarnya kebodohan di masyarakat Indonesia. Isu-isu seperti penyebaran kebencian antar suku, agama, ras, dan antargolongan sangat mengisi kehidupan masyarakat Indonesia di tahun 2017, sampe kenyang banget. Faktanya memang sudah membudaya rasis di Indonesia, sampai kadang kita ga sadar kalo kita mungkin rasis, jujur aja deh. Kalo tidak ditanggulangi akan ada perpecahan di Indonesia pada tahun 2018.

Bagaimana cara menanggulanginya? Jangan menjadi pribadi yang bodoh. Pribadi yang bodoh di sini maksudnya pribadi yang mudah terhasut oleh satu pihak. Cobalah untuk melakukan analisis, mungkin sedikit mendalam agar anda dapat menilai sendiri mana yang benar dan mana yang tidak. Selain itu masyarakat dihimbau untuk menggunakan internet dengan baik. Jika tidak mungkin tinggal menunggu waktu hingga internet akan diatur langsung oleh pemerintah seperti di Amerika saat ini, gamau kan? Makanya pake yang bener. Dan saran terakhir untuk menanggulangi kebodohan adalah membaca. Biasakan baca minimal 30 menit sehari.

Sudah menjadi fakta, Indonesia menjadi negara kedua terbawah dalam budaya literasi. Tidak mau baca tapi banyak ngomong, jadi aja sering cekcok dan panas setiap hari. Jika kebodohan tidak ditanggulangi, maka tinggal menunggu waktu saja sampai Indonesia tercinta ini mengalami perpecahan.

Dari semua kejadian-kejadian diatas, pada dasarnya akan terjadi makin banyak keanehan-keanehan yang terjadi di negara kita tercinta ini. Isu dasar yang akan menentukan kemajuan atau kemunduran yang akan terjadi di negara kita adalah isu kebodohan-kebodohan yang terjadi di masyarakat. entah apa hanya saya saja atau masih ada banyak sahabat seperjuangan saya yang ada di luar sana (mungkin) yang benar-benar sudah lelah melihat hal-hal yang aneh, atau bodoh, menjadi viral.

Terkadang tidak selalu hal yang bodoh yang menjadi viral, tapi hal yang tidak penting sama sekali untuk diberitakan. Peran media yang juga membentuk budaya masyarakat sangat penting dalam membentuk perspektif publik, tapi peran media zaman kita kan sudah diambil alih oleh salah satu aplikasi bertukar pesan yang bersifat massive.

Apa yang akan terjadi pada generasi-generasi baru jika informasi yang disuapi kepada mereka hanyalah kehidupan glamour seorang selebgram, atau hal bodoh yang tidak penting lainnya? ya pada akhirnya lahirlah generasi-generasi pemberi minuman keras kepada binatang yang dilindungi negara, atau generasi-generasi yang berumur dibawah 18 tahun namun berpenampilan seperti umur 30 tahun. hal terburuk yang saya bayangkan adalah munculnya generasi-generasi yang tidak memiliki cita-cita yang tinggi, seperti menjadi selebgram, youtuber, dll, please deh, zaman kita dulu cita-cita sampe pengen jadi astronaut, dokter, presiden, bahkan saya waktu kecil ingin jadi gajah (gede juga sih).

Intinya apapun yang akan terjadi di tahun 2018 nanti belum bisa ditentukan. Apakah itu hal buruk atau hal baik yang akan terjadi kita sendiri yang menentukan. Peran kita sebagai aktor kehidupan menjadi sangat penting dalam setiap kejadian dimasa depan. Maka dari itu cobalah hentikan membuat orang bodoh terkenal, mulailah perkaya diri dengan ilmu yang bermanfaat, sebarkanlah ilmu yang bermanfaat, atau info yang bermanfaat, berbuat baik kepada semua orang, rajin menabung (nyambung banget ya), dan masih banyak hal yang positif lainnya yang bisa dilakukan dengan apa yang kita punya di zaman ini. Maka masa depan akan tertulis dengan hal-hal yang sangat baik di dalamnya.

Peace.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *