LOADING

Type to search

Prediksi Pergerakan Musik Tahun 2018

COLUMN

Prediksi Pergerakan Musik Tahun 2018

Defta Ananta 30/12/2017
Share

Ilustrasi oleh Mutiara Fakhrani

Seperti yang kita ketahui tahun 2017 dalam hitungan hari akan meninggalkan fungsinya sebagai penanda waktu atau periode dalam setiap kebutuhan penanggalan. Sepanjang tahun ini, saya secara personal menganggap 2017 sebagai tahun yang cukup berwarna. Terlebih lagi dikancah dunia produksi nada dan suara. Para penikmat musik di Indonesia dimanjakan dengan lahirnya karya-karya dan proyek-proyek yang ciamik dari seluruh penggiat dunia musik baik domestik maupun internasional. Adanya bermacam acara musik dari yang berskala micro-gigs sampai ke festival yang sangat massive turut meramaikan dunia musik tahun ini.

Apabila kita dituntut untuk menyebutkan satu rilisan karya terbaik dari musisi / band favorit di tahun 2017. Mungkin, rasanya sulit untuk memberikan predikat “terbaik” karena di tahun ini kita para penikmat musik seakan-akan seperti digempur oleh banyaknya rilisan karya yang nyatanya memang berkualitas. Namun, disamping banyaknya album atau karya yang berkualitas, sepertinya perkara pemberian predikat “terbaik” akan bergantung pada sejauh mana impact yang ditimbulkan dari suatu rilisan yang pada akhirnya akan berkontribusi pada pembentukan tren musik pada suatu periode tertentu. Ya, walaupun sebenarnya penilaian terhadap karya dari seorang musisi akan selalu berkaitan dengan selera masing-masing yang dasarnya tetap subyektif.

Maka, izinkan saya yang telah bertapa mencari wangsit untuk memberikan sedikit prediksi mutakhir dalam kancah musik pada tahun 2018. Mungkin, akan bermanfaat dalam memberikan pengetahuan bagi netizen sekalian untuk terlihat lebih intelek dalam suatu percakapan mengenai dunia musik di lingkungan pertemanan hehehe.

Okay langsung saja ya!

Pendengar & Musisi

Pertama, di tahun 2018 akan lebih banyak musisi yang mungkin akan memiliki kecenderungan untuk merilis karyanya secara independen dibandingkan untuk merilis karya dibawah naungan label bergengsi. Walaupun mereka akhirnya memutuskan untuk bekerja sama dengan label bergengsi, hal tersebut hanya sebatas untuk mengurusi perihal perilisan / campaign khusus. Di tahun 2017 sendiri banyak sekali musisi / band yang sedang berada dalam fase “emerging” memilih jalur independen, seperti (lokal) Feast, Mooner, Heals, Barefood, Neurotic, Oscar Lolang, serta (internasional) Thundercat, Brockhampton, Pond,

Walaupun dari dulu sebenarnya sudah banyak, kecenderungan memilih jalur independen yang dilakukan oleh musisi-musisi lokal / internasional mungkin dikarenakan adanya sentimen negatif terhadap label-label bergengsi yang terkesan terlalu berpusat pada proses monetisasi, contohnya seperti yang dilakukan oleh label-label bergengsi di Indonesia yang menunjuk toko penjual ayam cepat saji sebagai distributor resmi dari karya-karya sang musisi.

Kedua, para pendengar baik di Indonesia ataupun internasional akan menjadikan layanan streaming sebagai platform utama dalam mendengarkan musik. Berdasarkan data statistik yang dirilis oleh pihak Spotify, pengguna jasa layanan streaming tersebut telah menembus angka 60 juta pengguna di tahun 2017! Hal tersebut mengindikasikan popularitas Spotify dalam menghubungkan para pendengar dengan karya dari para musisi.  Dan nampaknya hal tersebut telah membentuk suatu sifat baru di kalangan pendengar dalam mengkonsumsi musik serta secara langsung akan mengubah cara engagement para musisi dengan pendengarnya di waktu yang akan datang

Lagu 

Nampaknya di tahun 2018 yang secara de facto bertepatan dengan penyelenggaraan event 4 tahunan yang sangat sporty. Ya! Piala dunia! Let’s face it, kalian semua akan seolah-olah dipaksa untuk terus mendengarkan anthem lagu piala dunia tahun 2018, dan secara perlahan lagu tersebut akan masuk kedalam alam bawah sadar kalian, lalu lagu tersebut akan selalu terngiang dalam pikiran anda!

Genre

Akhirnya, telah sampailah kita pada bagian yang penting pada tulisan ini, dan mungkin akan menjawab pertanyaan netizen sekalian mengenai genre apakah yang akan mendominasi / nge-trend di tahun 2018 mendatang. Jawaban dari pertanyaan tersebut adalah, TIDAK ADA YANG TAHU! Ya betul, tidak ada yang tahu. Kecewa? Ya saya pun kecewa, namun sebenarnya ketidakpastian tersebut lah yang membuat industri musik akan terus berkembang. Menurut penilaian saya, hal itu lah yang pada akhirnya membentuk ketertarikan tersendiri bagi saya untuk terus mengikuti arus dalam dunia musik.

Tapi, agar netizen tidak terlalu kecewa mungkin saya bisa sedikit memberikan penerawangan saya terhadap trend musik 2018 secara umum.

Di tahun 2017 kita bisa melihat bagaimana dominasi musik Hip-Hop yang terbilang cukup sukses meng­-overtake kepopuleran musik Pop dalam chart musik internasional bergengsi. Hal tersebut dikarenakan oleh landscape musik Pop yang cenderung bias ditambah dengan kepopuleran Hip-Hop yang pada tahun ini sangat meledak-ledak. Maka dari itu di tahun 2018 mungkin kita akan melihat banyaknya perpaduan antara budaya musik Hip-Hop dan Pop. Adanya kemungkinan penggabungan genre ini juga membuka peluang mengecilnya batasan antar genre dan mungkin di tahun-tahun berikutnya kita bisa saja mendengarkan musik metal yang dipadukan dengan citarasa musik latin atau bahkan musik dangdut dengan sedikit pengaruh dari musik trap / grime yang akan membuat anda bingung dengan apa yang dipikirkan oleh musisi yang membuat musik tersebut.

Akhir kata dengan mengucap syukur saya tutup tulisan ini yang kebetulan berbarengan dengan suasana hari-hari penutup tahun. Semoga bermanfaat dan selamat liburan! Saya Defta Ananta, Peace, Love, and Gawl.

Tags:

You Might also Like

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *