LOADING

Type to search

Queen of The South, Single Penguasa Pantai Selatan Dalam Tinder oleh The Panturas

DAILY FEATURED

Queen of The South, Single Penguasa Pantai Selatan Dalam Tinder oleh The Panturas

Abyan Hanif 03/12/2018
Share

Band rock-selancar asal Jatinangor, The Panturas. Kembali menyiapkan “papan-nya” untuk bersiap-siap berselancar mengarungi derasnya ombak pantai selatan dengan merilis single berjudul “Queen of The South” pada jumat pahing tanggal 23 November 2018. Salah satu hal yang menarik perhatian dari dirilisnya lagu tersebut adalah penggunaan platform pencari pasangan (Tinder) untuk promosi. Strategi yang tak lazim namun cukup untuk menarik atensi. Sebelumnya The Panturas yang terdiri dari 4 remaja tanggung yaitu Abyan (bukan saya) pada gitar dan vokal, Kuya pada drum, Rizal pada gitar, dan Gogon pada bass ini sudah terlebih dahulu mencicipi derasnya ombak skena musik Indonesia, Bandung khususnya dengan merilis mini album “Mabuk Laut” pada 7 April 2018.

Walaupun “Queen of The South” dirilis 7 bulan setelahMabuk Laut”, Sebenarnya materi single  tersebut direkam bersamaan dengan mini album  mereka yang dilakukan secara “live” dan di lakukan di Palm House Studio Jakarta. Pada materi “Queen of The South” mengangkat tema mitos sang dewi penguasa laut selatan yang terkenal dengan nama “Nyi Roro Kidul”, dimana didalamnya menceritakan tentang seorang pemuda yang kecanduan akan cinta tak berbalas dari sang ratu. “Proses kreatifnya sendiri melibatkan The Night-nya Frankie Valli, You’re Not The Law-nya Dead 60s, dan hasil googling artikel tentang Hotel Samudra,” tutup Abyan.

Queen of the South

Untuk penggarapan artwork dikerjakan oleh Iqbal Mastermind, dengan inspirasi dari komik-komik horror Tatang S. Gaya bermusik The Panturas pada single terbarunya tidak jauh berbeda dengan gaya bermusik pada mini album sebelumnya, dengan gitar berefek spring reverb yang sangat ikonik pada musik surf-rock, Ditambah dengan lead gitar yang menghasilkan kesan seram seperti di film-film horror kuno.  Dengan lirik jenaka dengan bahasa inggris yang mudah dimengerti oleh anak SD sekali pun. Lirik yang asik pun tidak akan berguna jika tidak dibalut dengan musik yang  enakeun. Dan The Panturas sukses menggabunggkan 2 unsur tersebut menjadi sebuah karya yang bisa dinikmati oleh fans dari musik surf-rock atau pun pendengar musik kasual karena musiknya yang menurut saya mudah didengarkan dan dimengerti.

Tags:
Abyan Hanif

Lahir di kota Kembang. Penulis amatiran. Full-time nankring, Part-time kuliah. Sporty abis. Bobotoh.

  • 1

You Might also Like

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *