LOADING

Type to search

Pesan Positif dari Soloist Segar Ray Viera Lewat Single Lunar Rhapsody

DAILY FEATURED

Pesan Positif dari Soloist Segar Ray Viera Lewat Single Lunar Rhapsody

INCOTIVE 15/04/2019
Share

Teks oleh Jaka Jeye

“Teracuni oleh lingkungan keluarga yang setiap harinya mendengarkan musik, Ray Viera Laxamana mulai tertarik dengan dunia musik yang diawali dengan kecintaannya terhadap band Arctic Monkeys”

Sudah tidak asing rasanya jika mendengar Kota Bandung kembali melahirkan seorang musisi baru. Pada tahun 2018 silam, penyanyi pendatang baru berusia 21 tahun dan berprofesi sekaligus sebagai penulis lagu kembali lahir di Kota Bandung. Bagi mahasiswa yang berdomisili di  Jatinangor dan Bandung mungkin sudah tidak asing lagi dengan nama penyanyi yang satu ini, yakni Ray Viera Laxamana, karena Ray Viera pernah mengisi beberapa acara yang cukup besar di kampus-kampus yang berada di kedua daerah besar di Jawa Barat tersebut.

Ray Viera merupakan sosok yang tumbuh di kalangan keluarga yang mencintai bidang musik, dari sang Ayah yang mengenalkannya dengan band-band beraliran surfrock seperti The Beach Boys, Bee Gees, kemudian band rock seperti The Beatles, bahkan ke musik-musik dengan genre seperti Dangdut. Selain sang ayah yang mengenalkannya dengan berbagai genre musik, sang kakak juga mengenalkan Ray Viera dengan musik alternative rock seperti Weezer dan musik Britpop.  Berangkat dari sana, semasa kecil Ray Viera menjadikan Arctic Monkeys sebagai band awal yang ia gemari, dan juga mulai terbekali dengan keinginan menjadi seorang musisi.

Melalui music, Ray Viera mencoba memahami perspektif kehidupannya. Mulai dari masalah pola tidur yang diubahnya menjadi waktu yang produktif dengan menulis lirik, lalu memanfaatkan kecanggihan teknologi masa kini untuk membuat lagu. Sampai kepada hal memberanikan diri untuk mempromosikan karya “kecil”-nya kepada teman-teman sekitar “Semuanya berawal iseng saja, jujur karena saya tidak mempunyai percaya diri yang tinggi pada saat itu” Ujar Ray Viera saat diwawancarai pada (14/4).

Ray juga mengakui di balik kurangnya rasa percaya diri yang ia miliki, membuat teman-teman terdekat mendorong dirinya untuk berani mempublikasikan karyanya, sampai kepada suatu hari Ray Viera mulai terpikir mempublikasikan karyanya melalui sebuah digital streaming platforms dan ternyata tidak sedikit pendengar yang mengapresiasi karya yang ia publikasikan. Karya pertama yang Ray Viera rilis yakni single yang berjudul “Aphrodite” mencapai lebih dari 2.000 pendengar di Spotify dan masih bertambah hingga saat ini.

Setahun berlalu, Ray Viera kembali percaya diri dengan rilisan terbarunya “Lunar Rhapsody” yang diluncurkan pada 5 April 2019 lalu. Lunar Rhapsody terinspirasi dari Film First Man (2018) dan juga karya Dr. Samuel J Hofmann & Lex Barter yang bertajuk “Music Out of the Mon” yang dalam album tersebut ada salah satu judul lagunya yang memiliki kesamaan yakni “Lunar Rhapsody” dimana lagu tersebut juga pernah didengarkan oleh Neil Armstrong ketika perjalanan pulangnya dari bulan ke bumi. “Lunar artinya bulan, Rhapsody artinya kegembiraan. Dari hal itu saya (Ray Viera) melihat kesesuaian pesan yang ingin saya sampaikan dari lagu ini” Ujar Ray Viera melalui wawancara.

Melalui lagu Lunar Rhapsody, Ray Viera mengajak para pendengarnya untuk bersenang-senang melalui lagu ini, dibandingkan memikirkan masalah-masalah kehidupan yang tidak pernah ada habisnya. Tidak hanya sampai di situ, melalui lagu ini diharapkan dapat mengembalikan mood seseorang menjadi lebih baik dari sebelumnya. Selain film dan karya Dr. Samuel, Ray Viera juga terinspirasi oleh beberapa musisi seperti Michael Jackson, Mariya Takeuci, Whitney Houston, Phum Viphurit, dan Boy Pablo.

Perilisan Lunar Rhapsody sendiri berada di bawah naungan sebuah record label rumahan baru yakni Benua Biru Records. Ray Viera menciptakan “Lunar Rhapsody” dengan komposisi suara gitar soul dan dreamy, ditambah susunan beat yang menyenangkan untuk bergerak. Singkatnya Ray ingin menulis sebuah lagu yang bisa dinikmati kapanpun, easy listening baik saat sedih maupun senang. Kini, single “Lunar Rhapsody” dapat diakses melalu pelbagai platforms berbayar seperti Spotify, Apple Music, Deezer, Joox dan Youtrube.

Ray Viera juga membenarkan bahwa dalam waktu dekat ini akan melakukan perilisan ulang untuk lagu pertamanya yang berjudul “Aphrodite” dengan versi yang berbeda dan pastinya lebih segar. Selain itu, sebelum merilis EP perdananya yang dicanangkan sehabis Idul Fitri mendatang, Ray Viera juga berencana merilis sebuah single secara bersamaan di tahun ini, namun untuk tanggal pastinya masih dirahasiakan. Soooo mari kita tunggu dengan seksama rilisan single terbaru dan EP yang akan diluncurkan bersamaan di tahun ini.

Tags:

You Might also Like

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *