LOADING

Type to search

Rekahan Mahasiswa: Interpretasi atas Visualisasi Puisi

EVENT

Rekahan Mahasiswa: Interpretasi atas Visualisasi Puisi

Share

Komunitas Pojok Sastra akhirnya merilis buku bertajuk Rekahan Mahasiswa yang digelar di Cinespace, Jumat (28/04/2017), SDC Serpong. Acara ini mencoba mengkolaborasikan berbagai elemen karya seperti pameran puisi & ilustrasi, mini zinelib, diskusi komunitas, pembacaan puisi hingga live music kedalam satu tema bernama “Ruang” yang dimana dikonsepkan sebagai ruang temu bagi pengunjung untuk saling bercerita, berbagi dan tertawa bersama. Buku Rekahan Mahasiswa sendiri adalah buku berisikan visualisasi puisi, dimana para seniman rupa berkolaborasi dengan para penyair untuk menciptakan 18 pasang puisi beserta ilustrasinya.

Acara ini diawali dengan diskusi hangat bersama Nico Arbie dari Cangkir Jalanan: Komunitas yang menjadi perangkul para penggiat kopi di Kota Tangerang yang bertujuan untuk meningkatkan apresiasi kopi dari berbagai daerah di Indonesia, dan bagaimana cara membudayakan minum kopi yang baik. Kemudian diskusi dilanjutkan oleh Julian Rizki yang membahas tentang mengapa mahasiswa progresif selalu memiliki masalah dengan sistem, serta bagaimana sistem kampus mendukung mahasiswa dalam berkarya.

Dua pembicara terakhir adalah Yudisthira Swarabahana yang memperkenalkan SAME OLD SHIT sebagai sebuah wadah berekspresi lewat medium coretan digital, serta Ahmad Ahmudi Assegaf dari Yayasan Generasi Emas Nusantara yang bergerak pada pendidikan di daerah pedalaman.

Sekitar lebih dari 50 pengunjung hadir dalam acara Pameran & Perilisan Buku “Rekahan Mahasiswa”, ruang Cinespace serta persediaan kopi dan makan ringan turut menciptakan konsep yang lebih personal dan santai. Para pengunjung yang datang dari berbagai latar belakang mulai dari penyuka sastra & seni, penggiat kopi hingga pengunjung umum duduk bersama sambil menikmati konsumsi yang disediakan dan menyaksikan pembacaan ke-8 puisi dari buku “Rekahan Mahasiswa” yang dibacakan langsung oleh penyairnya sendiri.

Acara ditutup dengan penampil musik LASUKASUKA yang menyanyikan musikalisasi puisi Widji Thukul “Bunga dan Tembok” dan MUFOMIC yang mebawakan “Aku Ingin” karya Sapardi Djoko Damono.

Arti Rekahan Mahasiswa sendiri sengaja tidak dijelaskan secara pasti, Alwan Ammar selaku ketua pelaksana menerangkan agar para pembaca sendiri saja yang nantinya memberikan interpretasinya sendiri atas arti dari Rekahan Mahasiswa. Selayaknya puisi adalah karya sastra yang penginterpretasiannya tergantung pada interpretasi yang ditangkap serta diberikan oleh pembacanya. Apa yang diartikan pembaca setelah membaca puisi maka itulah arti puisi tersebut. Interpretasi sebuah puisi berbeda dari satu pembaca dengan pembaca lainnya. Esensi itu pulalah yang selayaknya ingin dicapai oleh Rekahan Mahasiswa.

360065

360099

360066

360075

Foto: Ibrahim Irsyad

Tags:

You Might also Like

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *