LOADING

Type to search

Layaknya Busana, Single Jugo Djarot juga Dapat di Lepas – Pasang

DAILY FEATURED

Layaknya Busana, Single Jugo Djarot juga Dapat di Lepas – Pasang

Abyan Hanif 09/07/2019
Share

“Layaknya busana, rasa cinta juga dapat dengan mudah di lepas-pasang atau diganti dengan yang baru”

Duduk di pekarangan rumah pada sore hari sehabis hujan pada akhir pekan, ditemani oleh secangkir teh dan beberapa batang rokok untuk sekedar menghabiskan waktu atau beristirahat setelah menempuh satu minggu yang melelahkan. Suasana tersebut lah yang langsung terbayang di dalam pikiran saya ketika pertama kali mendengarkan single terbaru dari Jugo Jarot yang berjudul “Busana”.

Kali pertama disuguhkan lagu tersebut, saya sedang berada di kantor dan diberi kepercayaan untuk me-review single tersebut. Single yang dibalut dengan gaya musik pop keroncong sontak mengingatkan saya pada lagu-lagu karya Mondo Gascaro. Instrumen dan pemilihan chord yang sederhana menjadikan “Busana” masuk kategori musik yang easy listening, namun sayang juga membosankan.

Mudah didengar rasanya kurang. Jika mengacu pada gaya musik seperti Mondo Gascaro, Busana rasanya bisa dibuat lebih megah dengan menambah variasi bunyi instrumen dan juga pembawaan groove yang dinamis. Berdasarkan rilis pers, Jugo banyak menelan referensi musik dari era 60an dan 80an seperti The Beatles dan Beach Boys ketika berkarya sebagai gitaris Circarama.

Oleh karena itu pada saat Jugo membuat single “Busana” , Musikalitas Jugo terasa stagnan, ia seperti terjebak di dalam lingkaran katalog The Beatles dan sejenis-nya, sehingga Jugo terdengar kurang memberi waktu dalam mengeksplorasi chord untuk menciptakan warna musik yang lebih segar.

Dari single terbaru Jugo Djarot “Busana”, hal yang paling saya sukai adalah permainan perkusi yang selalu mengiringi lagu dari awal sampai detik terakhir. Hal tersebut berhasil menghadirkan kesan santai dan nyaman ketika didengarkan.

Pada segi lirikal, saya merasa kurang sreg dengan pemilihan diksi yang terlalu bertele-tele. Lirikal dalam “Busana” membuat pesan yang terkandung menjadi sulit untuk dimengerti. Kalimat-kalimat seperti “Sukma haturkanku di dalam renjana” dan “Berpadu ragam, Ijabkan cita” sukses membuat saya bolak-balik berselancar di laman KBBI untuk mencari tahu apa maksud dari kalimat tersebut.

Keseluruhan, saya menginterpretasi bahwa “Busana” bercerita tentang rasa cinta seseorang yang dianalogikan seperti pakaian. Ternyata benar saja, maksud tersebut diamini oleh rilis pers yang dikirim oleh Jugo. Layaknya busana, rasa cinta juga dapat dengan mudah di lepas-pasang atau diganti dengan yang baru.

Dari segi produksi, single teranyar dari musisi yang memiliki nama lengkap Muhammad Jugo Jarot ini dieksekusi secukupnya pula, sehingga tidak ada elemen yang membuat musik ini terdengar spesial. Terlepas dari segala penilaian subjektif penulis, single “Busana” tetap baik untuk didengarkan, khususnya bagi kalian yang menyukai musik-musik pop dengan sentuhan lokal dan lawas.

Tags:
Abyan Hanif

Lahir di kota Kembang. Penulis amatiran. Full-time nankring, Part-time kuliah. Sporty abis. Bobotoh.

  • 1

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *