LOADING

Type to search

Kolaborasi Single Kurosuke Dengan Kittendust Bertajuk Velvet, Lagu Cinta Realistis?

DAILY FEATURED

Kolaborasi Single Kurosuke Dengan Kittendust Bertajuk Velvet, Lagu Cinta Realistis?

INCOTIVE 26/02/2019
Share

Teks oleh Raka Heryansyah

Pada bulan Februari ini, tidak ada yang berbeda dengan bulan biasanya. Banyak yang bilang bulan ini juga “bulan penuh kasih sayang” ditandai dengan tanggal 14 Februari sebagai hari kasih sayang. Banyak orang yang merayakannya dengan memberi cokelat, atau menyanyikan lagu cinta sebagai bentuk ungkapan perasaannya terhadap orang yang disayang. Walaupun tidak harus terpatok dengan tanggal 14 sebagai “Hari Valentine” yang haram itu untuk ngungkapin perasaan sayang kita. Momen yang tepat pada tanggal itu juga, Kurosuke (proyek solo dari Christianto Ario Wibowo; frontman Anomalyst) mengungkapkan perasaannya melalui single berjudul “Velvet” yang berkolaborasi dengan Kittendust–nama panggung milik Fathia Izzati; vokalis Reality Club.

Melalui rilis pers, Kurosuke menceritakan bahwa “Velvet” terinspirasi dari kisah nyata tentang sebuah fase dalam hubungan seseorang yang sudah terlampau larut dan rumit. Lagu tersebut melantun seperti sebuah percakapan imajiner dua orang tersebut pada saat masing masing dari mereka sudah menurunkan ego dan gengsi mereka. “Namun, secara garis besar, lagu ini merupakan lagu cinta yang cukup realistis. Manis, tapi tidak terlalu,” ungkap Kurosuke.

Kittendust pun mengungkapkan keseruan dan rasa kagumnya bisa berkolaborasi dengan Kurosuke. “Walaupun kami berkarya dalam waktu yang sebentar, saya sangat menikmati kolaborasi ini. Saya harap ‘Velvet’ bisa membuat pendengar seolah-oleh seperti berada di awan, mengenakan selimut yang empuk sekaligus menikmati permen kapas,” tutur Kittendust.

Lagu ini saya rasa bisa jadi anthem baru buat “hari kasih sayang”, bahkan lagu cinta baru untuk kaula muda zaman sekarang. Dengan ciri khas lagu dream pop yang terdengar lo-fi ditambah dengan jazz chord progression di era ini yang sangat simpel, bisa diterima dengan mudah oleh para pendengarnya. Berkolaborasi dengan Kittendust seakan menambah ke khas–an nuansa dream pop dalam lagu ini. Benar yang diungkap kan Ario disini, “Lagu cinta yang cukup realistis” dengan kesederhanaan yang terdengar monoton, kita gabisa berekspektasi lebih pada lagu ini. Sebelum saya mendengarkan lagu ini, saya menduga lagu ini pasti tidak jauh berbeda dengan lagu indiepop, city pop, lo-fi, atau dream pop yang sedang on demand di internet seperti lagu-lagu dari Jakob ogawa, Clairo, dan Mellow Fellow. Ternyata tebakan saya benar saja, bahkan banyak netizen yang menganggap single ini mirip sekali dengan Karolina dari Sore. Bagaimanapun komentar publik, penilaian musik adalah hal yang subjektif, semua kembali pada selera masing-masing.

“Velvet” saat ini diluncurkan terlebih dahulu dalam format video musik yang sudah bisa disaksikan di akun YouTube milik Kurosuke. Dalam video musik yang digarap oleh sutradara muda Aditya Muhara, Kurosuke berkolaborasi dengan sebuah restoran khas Jepang berlokasi di Cipete, Jakarta Selatan, bernama Bansan. “Di video ini hubungan yang digambarkan bukanlah hubungan romansa, melainkan hubungan pertemanan. Terkadang kita lupa dengan hal-hal kecil yang membuat persahabatan kita bisa lebih erat dan kuat. Di video ini, besar keinginan kami untuk menggambarkan perasaan cinta yang melebihi hubungan romantis. Mungkin, saat semua orang bisa mengamalkan cinta ke dunia di sekitarnya, dunia akan menjadi tempat yang lebih nyaman dihuni,” jelas Kurosuke.

Christianto Ario Wibowo (Kurosuke) harus kita apresiasi akan upaya penyegaran di kancah permusikan Indonesia saat ini, dari maraknya musisi luar negeri yang mempunyai karakteristik musik serupa. Jadi, buat para pencinta genre dream pop jangan sampe kelewatan deh lagu “Velvet” ini buat masuk dalam playlist kalian nih, apalagi buat kalian yang lagi kasmaran. Bagi yang sedang galau juga cocok didengar saat anda memandang langit-langit kamar sambil rebahan, tapi ya jangan tengkurep heu. Selamat mendengarkan dan jangan lupa bahagia!

Tags:

You Might also Like

2 Comments

  1. Aji Nugroho 26/02/2019

    Sebagai pembaca, kalo boleh usul juga, *Editor’s Note* di atas sepatutnya tidak dicantumkan di artikel. Sebaiknya bisa langsung reply ke email penyebar press releasenya saja. Atau setau saya pengirim press release biasanya mencantumkan kontaknya, mungkin bisa langsung dihubungi ke kontak tersebut apa saja kebutuhan penulis. Dengan begitu, mungkin akan lebih elegan dan pantas.

    Reply
    1. INCOTIVE 27/02/2019

      Halo Aji, terima kasih atas sarannya. Saran dari mas Aji telah kami lakukan.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *