LOADING

Type to search

Disonansi dan Keasingan yang Nyaman dalam Single Terbaru Sajama Cut

DAILY FEATURED

Disonansi dan Keasingan yang Nyaman dalam Single Terbaru Sajama Cut

Abyan Hanif 12/03/2020
Share

Selang lima tahun sejak rilis album terakhir berjudul “Hobgoblin”, pada awal Maret ini Sajama Cut akhirnya kembali dengan single terbaru mereka yang berjudul “Kesadaran/ Pemberian Dana/ Gempa Bumi/ Panasea”. Judul yang cukup panjang untuk sebuah single ini membuat saya bertanya-tanya; Apakah judul tersebut merupakan gabungan dari empat lagu?

Single terbaru Sajama Cut tersebut juga merupakan kali pertama mereka merilis lagu dalam bahasa Indonesia, setelah terakhir pada album pertama mereka yang rilis di tahun 2002. Kontradiksi antara judul lagu yang seakan merupakan sebuah mini-album dengan durasi track tersebut yang hanya 2 menit 57 detik menghasilkan rasa bingung bahkan sebelum saya mendengarkan single tersebut.

Alih-alih bertambah bingung, perlahan-lahan rasa bingung tersebut berubah menjadi rasa penasaran ketika track tersebut mulai bergerak menuju kuping saya melalui earphone. Disambut dengan bunyi synth dengan beat drum dan bass-line yang tidak jauh berbeda dengan lagu lain dengan genre serupa. Hal yang membuat saya tertarik pada single terbaru Sajama Cut ini adalah banyaknya bebunyian yang tidak terlalu terdengar, namun sangat berpengaruh dalam membangun mood dalam lagu tersebut.

Perasaan aneh, bingung, dan sedikit ngeri merupakan hal yang saya rasakan. Didukung dengan bunyi komplementer yang terasa dissonant dan umumnya digunakan oleh band-band post-rock/shoegaze untuk menghasilkan mood yang sama. Selain itu, terdapat bunyi-bunyi synth yang terasa asing dan ganjil, seakan-akan seperti sedang dijauhi dan dimusuhi oleh drum, bass, dan vokal.

Faktor vokal juga sukses berkontribusi dalam menambah kesan aneh pada track tersebut. Gaya nyanyi yang terasa tidak bernyawa dan datar ditambah lirik yang aneh seperti “Mimpi dan noda gigitanmu, bersandar di oninekai, Odama kapan kau pulang?” Entah apa arti di baliknya, yang jelas perpaduan antara musik yang terasa asing ditambah dengan lirik dan vokal yang membuat atmosfer sedikit mencekam membuat saya sangat menikmati single terbaru Sajama Cut ini. Belum lagi kontradiksi antara judul, durasi lagu dan artwork pada single ini yang sama anehnya.

Kombinasi beberapa faktor tersebut saling mendukung satu sama lain dalam menciptakan atmosfer yang aneh nan eksotis lah yang membuat kepuasan tersendiri bagi saya ketika mendengarkan single tersebut. Saya percaya bahwa dalam menyampaikan sebuah karya faktor-faktor dalam karya itu sendiri seperti musik, lirik, artwork, dan produksian suara merupakan hal yang sama pentingnya. Sajama Cut sukses menggabungkan faktor-faktor tersebut sehingga menghasilkan sebuah karya yang memiliki pesan yang mudah diterima oleh pendengarnya.

Tags:
Abyan Hanif

Lahir di kota Kembang. Penulis amatiran. Full-time nankring, Part-time kuliah. Sporty abis. Bobotoh.

  • 1

You Might also Like

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *