LOADING

Type to search

Skincare Organik, Solusi Paripurna bagi Perempuan?

COLUMN FEATURED

Skincare Organik, Solusi Paripurna bagi Perempuan?

Siti Adela 11/09/2018
Share

Ilustrasi: Mutiara Fakhrani

Setiap bulan, tidak sedikit perempuan yang menyisihkan waktu, tenaga, dan (apalagi kalau bukan) fulus untuk membuat dirinya senantiasa cantik dan terawat. Tentunya jumlah pengeluarannya pun berbeda, tergantung preferensi dan masalah kulit masing-masing. Ada yang terbiasa dengan paket all-in dimana kita bisa mendapatkan hasil paripurna. Biasanya, semakin lengkap dan cepat, semakin bagus (pasti juga semakin mahal). Ada juga yang lebih memilih untuk “slow-slow” saja, namun juga affordable karena tidak diburu deadline tertentu. Ya santai ateuh, namanya juga perawatan kulit. Perlahan tapi pasti #ok.

Sesungguhnya, perawatan seperti apa yang memberikan manfaat tokcer bagi perempuan?

Baru-baru ini semakin banyak merk skincare yang mengusung tema organik menyapa kaum hawa di media sosial. Tidak hanya merk terkenal, namun juga industri rumahan yang terus berinovasi memadukan bahan bahan alami. Pendekatan yang digunakan juga beragam, mulai dari sekadar menggunakan bahan-bahan yang mudah didapat di dapur, hingga menggunakan skema pengobatan tradisional.

Hasil “ngubek-ngubek” di Instagram akhirnya mengantarkan saya pada sebuah brand bernama Sandara Jiwa. Brand lokal asal Bandung yang telah berdiri sejak 2016 ini giat meluncurkan rangkaian perawatan wajah berbasis organik. Produk-produknya yang ditawarkan beragam, seperti toner dan hair & body mist yang sudah sering mendapat review positif dari para pelanggannya. Lalu apa yang melatar belakangi berdirinya Sandara Jiwa?

“Sederhana saja; Sandara Jiwa adalah bentuk kepedulian kami terhadap industri bisnis kecantikan yang mayoritas menjual ‘Kecantikan Platonis’”, ungkap Ida Ayu Made Paramita Sarasvati atau yang biasa dipanggil Ida, sang pendiri Sandara Jiwa. Istilah “Kecantikan Platonis” utamanya dikonstruksi oleh citra kulit putih, rambut lurus, tubuh kurus/langsing serta wajah yang proporsional. Ditambah dengan campur tangan media, praktis turut mempersempit spektrum pandang para perempuan di negeri ini akan kecantikan. Memang tidak mudah memerangi kepercayaan yang telah ditanamkan secara turun temurun, tetapi Sandara Jiwa tetap optimis membalikan status quo.

Dalam strateginya, Ida memutuskan untuk bergerak dengan basis Ayurvedic, sistem pengobatan tradisional khas India. Secara praktisnya, Ayurvedic telah lama dikenal karena banyak mengadaptasi komposisi herbal dan organik sehingga terjaga kemurniannya. Ketiadaan unsur kimia juga menjadi alasan utama mengapa perawatan basis Ayurvedic yang minim efek samping terus dipopulerkan di berbagai negara. “Hal ini penting karena kami ingin membiasakan konsumen agar terbiasa dengan proses holistik, sehingga tidak selalu berfokus di persaingan simbol dan stigma ‘cantik’ dan ‘tidak cantik’.”

Ida menegaskan, meskipun telah menjalani gaya hidup organik, namun jika tidak diimbangi dengan misi lebih lanjut ujung-ujungnya akan sama saja, konsumtif. Ia  harap dalam prosesnya, perempuan dapat memahami bahwa untuk merawat tubuh sendiri perlu kepercayaan diri yang besar.

Tren skincare organik sendiri belum begitu merajalela di teman-teman seusia saya, tetapi saya berhasil mewawancarai seorang teman yang memang sudah konsisten menggunakan skincare organik. Bunga, biasa ia selalu disapa. Ia memutuskan untuk membiasakan diri memakai perawatan kulit berbasis organik.

“Gue ingin lebih sadar akan apa yang gue pakai dan konsumsi setiap harinya. Dari dulu juga gue udah terbiasa pake masker atau toner yang dibikin sendiri dan selalu berhasil. Jadi sebenernya cuma memindahkan proses pembuatan saja.”

Meskipun begitu, Bunga masih mencari produk-produk yang benar sesuai dengan kebutuhannya. Pencariannya bisa disebut “perjalanan” karena menemukan produk yang dapat mengerti dirinya membutuhkan waktu yang panjang. Ia tidak menutup kemungkinan bahwa tidak semua produk organik akan lebih bagus dibanding chemical skincare maupun kebalikannya. Namun, setidaknya dengan memakai organic skincare, Bunga tidak perlu khawatir akan adanya efek samping berkepanjangan.

Kembali lagi pada pertanyaan awal. Apakah segala sesuatu yang organik akan mencetak hasil paripurna? Semuanya relatif, tergantung kondisi kulit masing-masing. Boleh dicoba bila ingin mengurangi resiko terkena paparan zat kimia yang menumpuk. Lagipula bekerja sama dengan alam dalam rangka perawatan tubuh dan rupa, bukankah itu dapat dihitung sebagai bentuk self-care? Bila telaten, niscaya akan dapat memetik hasil yang memuaskan di kemudian hari. Fully nature-supported, tentunya. Kalau kamu sendiri, apa brand skincare organik favoritmu?

Tags:

You Might also Like

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *