LOADING

Type to search

Tanya Jawab Istilah Kiri dan Sebagainya Bersama Berdikaribook

INTERVIEW

Tanya Jawab Istilah Kiri dan Sebagainya Bersama Berdikaribook

Ferdin Maulana 08/10/2017
Share

Kali ini kami hadir dengan suatu keresahan. Bukan ketakutan yang menjadi sebabnya tetapi sekadar bertanya-tanya. Coba perhatikan sekeliling anda, apakah bintang-bintang merah semakin bertambah? Atau kaos Ernesto ‘Che’ makin meningkat penjualannya? Ya, semoga anda mendapat apa maksud kami.

Mungkin latah adalah kata yang sempurna. Kata tersebut tepat sekali mendeskripsikan masyarakat yang melakukan penemuan tetapi tak mampu mengendalikannya. Contohnya adalah saling ejek di dunia maya seolah-olah alat kelamin mereka dijadikan taruhannya. Lain lagi toko online yang dianggap seperti nyata di depan mata, pembeli tidak membaca deskripsi yang tersedia sehingga terlihat seakan-akan buta huruf lalu memprotes barangnya yang telat datang padahal itu diluar kuasa penjual, sementara dari pihak penjual adalah asal saja jualan tanpa peduli apa barang yang dijual hingga mudah digocek oleh penipu-penipu berkedok “kalau ingin uangnya dicairkan harus ke atm dengan cara memilih menu bla bla bla”.

Masyarakat kita adalah latah, hal-hal yang baru diketahui adalah benar. Terlihat ada miskonsepsi antara “Pintar” dan “Berwawasan Luas”, kebanyakan dari kita terlanjur sering mencampuradukkan keduanya. Kembali lagi ke tema awal, semenjak jatuhnya suatu rezim yang lalu dilanjutkan oleh rezim labil masa ini ada perubahan dalam masyarakat. Pada akhirnya mereka tak perlu dicekoki oleh pemahaman Elang Papua dan memiliki kesempatan semu untuk berpikir beda dari yang lain. Salah satunya adalah fenomena “kekirikirian” apabila kita mengutip dari suatu manuskrip.

Design Berdikaribook

 

Sabtu kemarin kami berkesempatan mengobrol dengan Berdikaribook, sebuah toko buku berbasis online asal Yogyakarta yang memiliki visi untuk memerangi kebodohan dengan membaca. Salah satu dari kami merupakan pelanggan Berdikaribook dan sempat membeli buku-buku seperti Antologi Prosa Jurnalistik terbitan pindai hingga buku-buku filsuf Perancis seperti Sartre dan Camus. Hal yang menarik dari Berdikaribook dibanding toko buku lainnya adalah referensi-referensi buku kritis yang jarang kami temukan pada toko buku pinggir jalan maupun toko buku online lain. Kami mengobrol bersama Dana Gumilar yang merupakan perwakilan dari Berdikaribook mengenai Berdikaribook itu sendiri, pandangan mereka terhadap ideologi berhaluan kiri, hingga asal saja.

 

Ferdin (Incotive): Apa arti ideologi atau paham kiri bagi Berdikaribook?

Dana Gumilar (Berdikaribook): Saya kira ideologi kiri tidak ada. Kalau ideologi yang berhaluan kiri sepertinya banyak. Saya fikir Kiri adalah perkara keberpihakan, jadi tidak berideologi yang berhaluan Kiri pun bisa disebut Kiri. Dan itu banyak.

 

F: Apakah Berdikaribook benar berdiri di kaki sendiri dan tidak menerima pendana?

D: Berdikari Book sejauh ini masih berdiri di kaki sendiri dan tidak di bawah pemodal atau investor. Jika kedepan ada yang mau memodali karna memiliki tujuan yang sama ya boleh-boleh saja, haha asalkan tidak mencoba memengaruhi atau menghalangi apa yang selama ini dijalankan.

 

F: Orang-orang seperti apa yang cenderung membeli buku di berdikaribook?

D: Kebanyakan sih dari kalangan mahasiswa dan buruh ya. Mungkin karna Berdikari menyediakan cukup banyak referensi-referensi untuk mereka, karna saya pun mahasiswa, hehe

 

F: Apakah pembelian buku berbau kiri berkembang pesat saat ini?

D: Saya tidak tahu sebenarnya buku apa yang genrenya atau baunya Kiri, saya fikir pelabelan ini kurang masuk akal, sehingga menghambat orang baca buku. Nanti sedikit-sedikit dilabeli Kiri, sehingga orang takut baca buku tersebut. Tapi kalau soal perkembangan buku-buku seperti koleksi Berdikari sepertinya cukup berkembang ya, ya minimal isu-isunya lah. Tapi itu juga gak bisa jadi patokan gambaran secara luas, itu hanya dari pandangan Berdikari.

 

F: Menurut kalian apa yang bisa buku haluan kiri kontribusikan pada perkembangan sosial-budaya di Indonesia?

D: Ya tergantung pembacanya. Kalau pembacanya hanya membaca saja ya tidak ada sesuatu yang berubah.

 

F: Menurut kalian mengapa mayoritas masyarakat Indonesia masih dihantui oleh palu dan arit?

D: Tentu ini tidak terlepas dari peristiwa masa lalu. Di mana palu dan arit diidentikan dengan PKI dan PKI pun diidentikkan dengan kekejaman yang terjadi pada masa lalu. Mereka hanya melihat PKI nya, tapi tidak melihat apa yang dimaksudkan dengan palu dan arit.

 

F: Melihat fenomena dimana paham kiri hanya dijadikan budaya untuk ajang “keren-kerenan” atau agar terlihat beda oleh beberapa pemuda indonesia bagaimana menurut kalian?

D: Hehe saya dan kami nggak ambil pusing terhadap itu. Pelabelan itukan kuasa individu itu sendiri, bukan orang lain.

 

F: Jika Munir dan Wiji masih hidup kira-kira mereka bakal bilang apa ke band Efek Rumah Kaca?

D: Mungkin mereka akan berkata: “Kalian sungguh luar biasa, masih menyuarakan apa yang kami suarakan. Artinya situasi belum banyak berubah”, haha

 

F: Menurut kalian Karl Marx bakal suka musik indie ga?

D: Suka musik aja belum tentu, karna jamannya sangat terbatas akses untuk musik. Kalau jamannya Karl Marx sudah ada musik, mungkin lebih mudah dipahami tulisan-tulisannya, haha

 

F: Bila Aidit dan Tan Malaka mengikuti lomba gambar logo CIA, siapa yang akan menang?

D: Sepertinya Aidit, haha

 

F: Menurut kalian dunia kreatif seperti seni akan lebih berkembang dibawah paham sosialis atau liberal?

D: Jika menjunjung tinggi kemanusiaan, hehe

 

Sebelum menutup obrolan, kami kembali melontarkan pertanyaan yaitu apakah harapan dari Berdikaribook untuk perkembangan sosial-budaya di Indonesia.

Perkembangan yang di mana aku tetap menjadi aku dan kamu tetap menjadi kamu.

jawab Dana Gumilar yang sekaligus menjadi penghujung obrolan kami dengan Berdikaribook Sabtu itu.

 

Ilustrasi: Nadhif Ilyasa

Tags:
Ferdin Maulana

Penulis dan Ketua Geng Incotive. Suka ngurusin isu eksternal di PVL Records, dan Manager dari band Dream Coterie.

  • 1

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *